Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Oki Cahyo Saputro

Apakah Gaya Hidupmu Saat Ini Sudah Menjamin Masa Pensiun yang Layak?

Gaya Hidup | 2026-02-09 14:09:42
Masa Pensiun yang layak

Banyak orang terjebak dalam pola pikir bahwa masa pensiun adalah urusan "nanti". Kita sibuk mengejar karier, membiayai gaya hidup terkini, dan memenuhi keinginan jangka pendek. Namun, pernahkah Anda berhenti sejenak dan bertanya: "Jika besok saya berhenti bekerja, berapa lama saya bisa bertahan hidup dengan gaya hidup yang sama?"

Masa pensiun yang layak tidak datang secara kebetulan; ia adalah hasil dari desain finansial yang disiplin sejak usia produktif.

1. Jebakan Gaya Hidup (Lifestyle Creep)

Salah satu musuh terbesar masa pensiun adalah lifestyle creep, kondisi di mana pengeluaran Anda meningkat seiring dengan kenaikan pendapatan. Membeli kopi mahal setiap hari atau mengganti gadget setiap tahun mungkin terasa kecil sekarang, namun jika dikonversi menjadi investasi jangka panjang, nilainya bisa menjamin biaya kesehatan Anda di usia 70 tahun.

2. Menghitung Realita: Inflasi dan Biaya Hidup

Banyak orang merasa tabungan 1 miliar rupiah sudah cukup untuk pensiun. Namun, dengan asumsi inflasi tahunan sebesar $5\%$, nilai uang tersebut 20 tahun lagi akan jauh berkurang daya belinya.

Masa pensiun yang layak harus memperhitungkan:

 

  • Biaya Kesehatan: Yang cenderung meningkat drastis di masa tua.
  • Dana Darurat: Untuk perbaikan rumah atau urusan mendesak lainnya.
  • Hobi dan Rekreasi: Agar masa pensiun tidak hanya sekadar bertahan hidup, tapi juga bermakna.

3. Tanda-Tanda Gaya Hidup Anda Sudah "Aman"

Anda berada di jalur yang benar jika:

  • Memiliki Dana Pensiun Terpisah: Tidak hanya mengandalkan jaminan sosial pemerintah (seperti BPJS Ketenagakerjaan).
  • Bebas Utang Konsumtif: Memasuki masa pensiun dengan cicilan kartu kredit atau pinjol adalah resep bencana.
  • Aset Produktif: Memiliki investasi (saham, properti, atau reksadana) yang memberikan imbal hasil di atas angka inflasi.

4. Mulai Berbenah dari Sekarang

Tidak ada kata terlambat untuk mengevaluasi gaya hidup. Mulailah dengan rumus sederhana:

  • Otomatisasi Tabungan: Sisihkan dana pensiun di awal bulan, bukan dari sisa pengeluaran.
  • Bedakan Keinginan vs Kebutuhan: Tunda kesenangan sesaat demi ketenangan di masa depan.
  • Audit Pengeluaran: Cek langganan aplikasi atau kebiasaan kecil yang tidak memberikan nilai tambah jangka panjang.

Kesimpulan:

Pensiun yang layak bukan tentang seberapa besar gaji Anda saat ini, melainkan tentang seberapa bijak Anda mengelola apa yang Anda miliki. Gaya hidup mewah saat muda mungkin terlihat keren di media sosial, namun gaya hidup yang mandiri di hari tua adalah kemewahan yang sesungguhnya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image