Kisah Keikhlasan dan Keteguhan Iman Halimah di Tengah Banjir Aceh Tamiang
Kisah | 2026-01-23 11:03:36
DTPEDULI.ORG | ACEH TAMIANG - Di tengah kepungan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Tamiang, keteguhan iman dan rasa syukur tetap terpancar dari wajah para penyintas. Salah satunya adalah Halimah, warga Desa Bandar Mahligai, seorang perempuan tangguh yang menunjukkan keikhlasan luar biasa meski harta bendanya terendam air. Dengan suara tenang, Halimah mengungkapkan rasa syukurnya atas segala nikmat yang telah ia terima sepanjang hidupnya. Ia memilih untuk tidak meratapi kehilangan materi yang dialaminya saat ini.
"Allah sudah memberi begitu banyak kebaikan sepanjang hidup saya. Allah beri rumah, kendaraan, dan kenyamanan tidur. Jadi, jika saat ini Allah mengambil semuanya, mengapa saya harus menangis?" tutur Halimah lirih. Ia meyakini bahwa setiap ujian pasti akan Allah ganti dengan sesuatu yang jauh lebih baik.
Keteguhan iman seperti inilah yang memicu semangat DT Peduli bersama berbagai mitra kemanusiaan untuk bergerak cepat. Tim menyalurkan bantuan ke dua lokasi utama, yakni Desa Bundar dan Desa Bandar Mahligai, pada Sabtu (3/1/2026).
Di Dusun Bahasa, Desa Bundar, warga menerima paket sembako hasil kolaborasi dengan Aliansi Pemuda Binjai dan PLN Mix Corporate. Selain pangan berupa beras dan biskuit, relawan juga mendistribusikan karpet untuk alas ibadah, pakaian layak pakai, serta perlengkapan sanitasi perempuan yang didukung oleh jasa ekspedisi TIKI dan JNE.
Di Pos DT Sekrak, Desa Bandar Mahligai, tim kembali membagikan beras, susu, biskuit, dan perlengkapan kebersihan. Seluruh bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban warga yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka pascabanjir.
Tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, DT Peduli juga memperhatikan pemulihan batin anak-anak. Di MIN 7 Desa Bandar Mahligai, Aliansi Pemuda Binjai bersama DT Peduli menghadirkan program trauma healing bagi seratus anak. Program ini menjadi ikhtiar untuk mengembalikan senyum dan rasa aman mereka setelah melewati pengalaman pahit bencana banjir.
Kehadiran bantuan ini diharapkan mampu menguatkan semangat warga untuk bangkit. Kisah keikhlasan Halimah menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa harapan dan rasa syukur selalu memiliki tempat, bahkan di tengah ujian terberat sekalipun. (Agus ID)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
