Muhammadiyah Abad Ke-2
Agama | 2026-01-22 17:17:51Oleh: Nazwa Putri Mulya Aji, Universitas Muhammadiyah Surabaya
Pendidikan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena berperan mencerdaskan individu sekaligus membentuk karakter dan daya saing masyarakat. Pendidikan juga menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa yang berkelanjutan. Dalam dinamika pembangunan nasional dan tantangan globalisasi, peran organisasi masyarakat menjadi semakin penting. Muhammadiyah sebagai organisasi Islam besar di Indonesia telah menunjukkan kontribusi konsisten dalam bidang pendidikan melalui kerja nyata di berbagai daerah.
Memasuki abad ke-2, Muhammadiyah dihadapkan pada tantangan dan harapan besar untuk terus berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan (Muhammadiyah, 2024). Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah menjadikan pendidikan sebagai bagian integral dari dakwah dan pengabdian sosial. Pendidikan dipahami sebagai sarana pembebasan manusia dari kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan struktural. Pendidikan juga menjadi media transformasi sosial yang mampu mengubah kualitas hidup masyarakat.
Pada abad ke-2, strategi pendidikan Muhammadiyah menjadi krusial untuk merespons perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai dasar perjuangan organisasi (Ummamah et al., 2025). Filsafat Pendidikan Muhammadiyah: Integrasi Ilmu dan Akhlak Muhammadiyah memandang pendidikan sebagai proses holistik yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai akhlak dan keagamaan. Pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan manusia yang beriman, berilmu, dan berkarakter. Paradigma ini berakar pada pemikiran KH Ahmad Dahlan yang menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan moral sebagai dasar kemajuan umat dan bangsa Indonesia (Peran Muhammadiyah dalam Pengembangan Pendidikan Islam, 2025)
Model pendidikan Muhammadiyah tidak memisahkan ilmu agama dan ilmu umum, melainkan memadukannya secara saling melengkapi. Integrasi ini menjadi fondasi agar pendidikan Muhammadiyah tetap relevan di tengah modernisasi dan globalisasi yang berpotensi menggerus nilai kemanusiaan serta jati diri bangsa (Rahmad Journal, 2025). Penyediaan Akses Pendidikan yang Luas dan Berkelanjutan Kekuatan Muhammadiyah terletak pada jaringan lembaga pendidikannya yang luas, dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi. Lembaga ini hadir di perkotaan maupun wilayah pinggiran yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.
Keberadaan lembaga tersebut menjadi solusi konkret bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan terjangkau. Kontribusi ini menunjukkan peran nyata Muhammadiyah dalam mendukung pemerataan pendidikan nasional (Muhammadiyah.org, 2024). Di tengah ketimpangan pendidikan antarwilayah, kehadiran lembaga pendidikan Muhammadiyah menjadi harapan bagi masyarakat. Upaya ini sejalan dengan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperluas kesempatan belajar secara adil dan merata (BPS, 2024).
Strategi Pendidikan Muhammadiyah dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Memasuki abad ke-2, Muhammadiyah menegaskan arah strategi pendidikannya secara lebih sistematis agar tetap relevan dan berdampak luas bagi masyarakat dan pembangunan bangsa (Muhammadiyah, 2024). 1. Penguatan Kualitas dan Relevansi Kurikulum Muhammadiyah mendorong kurikulum yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga karakter, kepemimpinan, dan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, literasi digital, dan kemampuan beradaptasi (Peran Muhammadiyah dalam Literasi dan Pendidikan di Era Modern, 2025). 2. Penguatan Peran Pendidik sebagai Agen Perubahan Guru dan dosen Muhammadiyah diposisikan sebagai teladan nilai dan agen perubahan melalui pengembangan profesional berkelanjutan serta internalisasi nilai keislaman dan kebangsaan (IQRA Journal, 2025)
Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan Muhammadiyah terus memperluas jaringan pendidikannya ke wilayah minim layanan sebagai bentuk komitmen mengurangi kesenjangan pendidikan dan ketidakadilan sosial (BPS, 2024). 4. Sinergi dengan Negara dan Masyarakat Muhammadiyah berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pendidikan nasional melalui kolaborasi program, penguatan kebijakan, dan kontribusi pemikiran kritis (Kemendikbudristek, 2023). 5. Sinergi dengan Pemerintah dalam Pendidikan Nasional Kontribusi pendidikan Muhammadiyah berjalan seiring dengan kebijakan pendidikan nasional. Pemerintah mendorong peran aktif pendidikan swasta, dan Muhammadiyah menjadi mitra strategis dalam memperluas akses serta meningkatkan mutu pendidikan secara nasional dan berkelanjutan (Muhammadiyah.org, 2025).
Sinergi ini menegaskan bahwa pencapaian tujuan pendidikan nasional memerlukan kerja sama seluruh elemen bangsa, baik negara maupun masyarakat sipil (Kemendikbudristek, 2023). 6. Pendidikan Holistik Muhammadiyah di Era Modern Muhammadiyah mengembangkan pendidikan holistik yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pendidikan diarahkan untuk membentuk individu yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepekaan sosial. Pendekatan ini relevan dengan tantangan revolusi industri 4.0 dan masyarakat digital yang kompetitif (Rahmad Journal, 2025). Nilai integritas, toleransi, nasionalisme, dan tanggung jawab sosial ditanamkan agar lulusan mampu berkontribusi aktif tanpa kehilangan identitas moral dan kebangsaan (IQRA Journal, 2025). Dampak Pendidikan Muhammadiyah bagi Masyarakat Strategi pendidikan Muhammadiyah memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa secara berkelanjutan (Ummamah et al., 2025). 1. Peningkatan Partisipasi Pendidikan Kehadiran lembaga pendidikan Muhammadiyah meningkatkan akses dan partisipasi pendidikan, termasuk di daerah tertinggal dan kelompok masyarakat rentan (BPS, 2024)
Pembentukan Karakter dan Nilai Moral Peserta Didik Pendidikan Muhammadiyah membentuk peserta didik yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab melalui integrasi nilai keislaman dan kebangsaan (Peran Muhammadiyah dalam Pengembangan Pendidikan Islam, 2025). 3. Penguatan Peran Masyarakat Sipil dalam Pendidikan Model pendidikan Muhammadiyah menunjukkan kontribusi signifikan masyarakat sipil dalam penyediaan layanan pendidikan yang berkeadilan (Ummamah et al., 2025). 4. Kontribusi terhadap Pembangunan Bangsa yang Berkelanjutan Pendidikan holistik Muhammadiyah menyiapkan sumber daya manusia yang cerdas, berkarakter, dan peduli terhadap masa depan bangsa Indonesia (Rahmad Journal, 2025). Kesimpulan Memasuki abad ke-2, Muhammadiyah meneguhkan pendidikan sebagai strategi utama mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui integrasi ilmu dan akhlak, perluasan akses, penguatan pendidik, serta sinergi dengan negara dan masyarakat, Muhammadiyah tetap menjadi pilar penting pendidikan nasional dan berpeluang besar terus berkontribusi membangun bangsa yang cerdas, berkarakter, dan bermartabat.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
