Tinggal Jauh, Tapi Punya Mimpi Besar
Eduaksi | 2026-01-19 21:02:43
Tidak semua orang memulai perjalanan pendidikannya dari tempat yang dekat dengan tempat mereka tinggal. Banyak dari kita harus menempuh jarak yang jauh, melintasi pulau atau bahkan melintasi negara, meninggalkan rumah, keluarga, dan kenyamanan demi sebuah tujuan yang belum tentu segera tercapai. Namun, sejauh apa pun jarak itu, ada satu hal yang tetap dijaga yaitu mimpi yang besar dan cita - cita yang kuat.
Tinggal jauh bukan sekadar persoalan jarak geografis tapi juga membawa konsekuensi yang tidak ringan beradaptasi dengan lingkungan baru bukan hal yang mudah biaya hidup yang lebih tinggi, rasa rindu pada rumah dan keluarga, hingga kelelahan yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain. Di balik status kita sebagai mahasiswa, ada perjuangan sunyi yang jarang dibicarakan, kadang dikeluhkan, namun lebih sering dijalani tanpa banyak cerita.
Bagi mereka yang datang dari daerah, tinggal jauh sering kali berarti memulai banyak hal dari nol. Akses yang terbatas di tempat asal membuat mimpi terasa lebih mahal untuk diperjuangkan. Namun justru dari keterbatasan itulah tumbuh keteguhan dan keinginan yang kuat. Sebab, mimpi besar jarang lahir dari jalan yang sepenuhnya mudah dan nyaman. Ada hari-hari ketika jarak terasa sangat melelahkan, ketika perjalanan panjang menuju kampus menguras tenaga, atau ketika perasaan tertinggal muncul saat melihat orang lain tampak melangkah lebih jauh.
Di saat seperti itulah, mimpi menjadi pegangan kita. Ia mengingatkan bahwa setiap langkah memiliki arah.Tinggal jauh juga mengajarkan kemandirian, kita belajar mengatur waktu, mengelola emosi, dan mengambil keputusan sendiri tanpa bergantung kepada orang lain. Proses ini mungkin tidak terlihat sebagai pencapaian besar, Namun, perlahan hal-hal tersebut membentuk mental yang lebih kuat dan cara pandang yang lebih dewasa terhadap kehidupan yang serba keras ini. Lebih dari itu, jarak mengajarkan kita menghargai proses.
Bahwa tidak semua hasil datang begitu cepat bahkan butuh perjuangan yang lebih, dan tidak semua perjuangan harus terlihat. Mimpi besar tidak selalu tentang menjadi siapa yang paling hebat. Cukup dengan hal sederhana, membahagiakan keluarga, membuktikan bahwa anak daerah juga mampu, dan pulang suatu hari nanti membawa hasil dari perjuangan panjang. Mimpi-mimpi inilah yang membuat jarak terasa layak ditempuh.
Pada akhirnya, tinggal jauh bukanlah kelemahan, melainkan bagian dari proses pembentukan diri. Jarak tidak mengecilkan mimpi, justru mengujinya dengan kesabaran dan keteguhan. Selama langkah tetap dijaga dan niat tidak berubah arah, mimpi besar akan selalu menemukan jalannya, meski harus ditempuh dari jarak yang tidak dekat dan membutuhkan waktu yang panjang.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
