Liburan Tetap Jalan, Konsisten Jangan Hilang
Gaya Hidup | 2026-01-19 15:01:24
Setelah ujian dan tugas yang begitu memberatkan, liburan menjadi waktu yang paling ditunggu oleh mahasiswa. Aktivitas perkuliahan berhenti, alarm pagi tak lagi berbunyi, dan waktu luang terasa lebih panjang. Sayangnya, kondisi ini sering membuat konsistensi kian menghilang, padahal kebiasaan kecil yang tetap dijaga justru dapat membuat liburan lebih berkesan.
Konsistensi di waktu liburan sering kali disalahartikan sebagai tuntutan untuk tetap produktif seperti hari-hari perkuliahan. Padahal, konsistensi tidak selalu berkaitan dengan beban akademik yang berat. Bagi mahasiswa, konsistensi justru dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang mendukung keseimbangan diri, seperti menjaga pola tidur, meluangkan waktu untuk membaca, atau tetap aktif mengembangkan minat dan keterampilan.
Perubahan rutinitas selama liburan menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Tidak adanya jadwal kuliah membuat waktu terasa lebih bebas, namun kebebasan ini juga berpotensi menghilangkan arah. Aktivitas yang tidak teratur, penggunaan alat elektronik berlebihan, serta minimnya target pribadi dapat membuat hari-hari liburan berlalu tanpa makna yang jelas. Jika dibiarkan terus menerus, kondisi ini dapat memengaruhi kesiapan mahasiswa ketika kembali memasuki dunia perkuliahan.
Oleh karena itu, menjaga konsistensi selama liburan perlu dilakukan secara realistis dan fleksibel. Mahasiswa dapat menetapkan target sederhana yang tidak membebani, seperti membaca beberapa halaman buku setiap hari, mengikuti kelas daring singkat, melakukan hobby yan disukai, atau menulis refleksi pribadi. Selain itu, menjaga aktivitas fisik dan kesehatan mental juga merupakan bagian penting dari konsistensi yang sering kali terabaikan. Karena dengan itu, mahasiswa akan lebih siap ketika kembali memasuki dunia perkuliahan nantinya.
Melalui kebiasaan yang terjaga, liburan tidak hanya menjadi waktu untuk beristirahat, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri. Konsistensi yang dijaga, sekecil apa pun bentuknya, dapat membantu mahasiswa tetap terarah tanpa menghilangkan esensi liburan itu sendiri. Pada akhirnya, liburan tetap dapat dinikmati, sementara kebiasaan baik tetap terjaga dan siap dilanjutkan kembali di semester berikutnya.
Menjaga konsistensi di waktu liburan bukan tentang membatasi kesenangan, melainkan tentang mengenali kebutuhan diri. Mahasiswa yang mampu menyeimbangkan istirahat dan kebiasaan positif akan lebih siap secara mental dan akademik ketika memasuki semester berikutnya. Oleh karena itu, liburan tetap boleh dinikmati, namun konsistensi tidak perlu ditinggalkan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
