Menemukan Tenang di Batu Karas, Pantai Ramah yang Tak Pernah Buru-Buru
Wisata | 2026-01-16 01:56:47Batu Karas menawarkan suasana yang berbeda dari kebanyakan pantai populer di Jawa Barat. Terletak di pesisir selatan, pantai ini dikenal dengan ombaknya yang bersahabat dan ritme kehidupan yang berjalan pelan. Bagi sebagian wisatawan, Batu Karas bukan sekadar destinasi liburan, melainkan tempat untuk menemukan kembali ketenangan.
Sejak pagi, kawasan pantai mulai diisi aktivitas sederhana. Beberapa wisatawan terlihat berjalan menyusuri bibir pantai, sementara lainnya duduk menikmati angin laut. Ombak yang tidak terlalu besar membuat Batu Karas aman untuk berenang dan menjadi pilihan bagi peselancar pemula. Suasana santai inilah yang membuat banyak pengunjung betah berlama-lama.
“Berlibur ke Batu Karas rasanya seperti diajak untuk melambat. Tidak ada keramaian berlebihan, hanya suara ombak dan angin laut yang menenangkan,” ujar naufal (23), wisatawan asal Bandung.
Tak hanya alamnya yang memikat, keramahan warga lokal juga menjadi bagian penting dari pengalaman berwisata di Batu Karas. Masyarakat sekitar mengelola penginapan, warung makan, hingga penyewaan papan selancar secara sederhana namun hangat. Interaksi antara warga dan wisatawan berlangsung akrab tanpa kesan kaku.
Menjelang sore, Batu Karas menghadirkan momen yang paling dinantikan. Matahari perlahan turun ke ufuk barat, menciptakan semburat jingga di langit. Banyak pengunjung memilih duduk diam, menikmati senja tanpa perlu tergesa-gesa.
“Di sini saya tidak merasa harus melakukan banyak hal. Duduk dan melihat laut saja sudah cukup,” kata Meisya (21), wisatawan asal Tasikmalaya.
Di tengah tren wisata yang serba cepat dan penuh agenda, Batu Karas hadir sebagai pengingat bahwa liburan tidak selalu tentang banyaknya tujuan yang dicapai. Terkadang, ketenangan justru ditemukan ketika waktu dibiarkan berjalan apa adanya.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
