Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Banon Keke

Belajar Porter dari Porter

Curhat | 2026-01-11 22:09:05

 

#Porter

Desember. Bulan penuh peluh. Sederas peluh kerja rekan-rekan buruh. Bulan di mana saat kita digugah memperingati pentingnya peran mereka dalam kemajuan ekonomi bangsa, Mayday. Subdit Lima pun sama. Bulan kulminasi proyek menemui garis kematian (baca: deadline). Bulan berkeringat, literally karena AC ruangan rusak.

Desember, minggu ketiga, selepas keluar dari ruang rapat. Balik ke kubikel, saya termenung sejenak. Dejavu, mengingat-ingat. Kayaknya sudah pernah terpotret gambaran kejadian yang sama tadi di ruang rapat. Seperti filmnya Loki, si Penguasa Ruang dan Waktu. Pembahasannya mirip dan identik. Coba saya berpikir-pikir lagi. Menggali hardisk di otak. Barangkali ada sisa bad sector yang sehat. Nah, ketemu!

Perlahan saya reka ulang peristiwa. Kembali ke masa lalu. Tepatnya, saat kuliah D-Empat. Persis diampu Dosen Eselon Dua Aktif Kemenkeu saat itu. Tentang Manajemen Strategik kalau tak salah ingat. Porter. Kompetisi. Strategi. Kata-kata yang kerap menyembul di otak. Menghantui pikiran sedari tadi di ruangan rapat. Ternyata, buku referensinya pun masih rapi saya simpan sampai sekarang. Di rumah saya Cek TKP lagi, tergeletak di rak besi IKEA yang bernama Swedia.

Porter bilang untuk bisa bertahan di dunia bisnis era sekarang, kita harus punya variabel keunggulan. Strategi, Taktik, dan Keunggulan Kompetitif adalah mahakaryanya. Berkat pemikiran-pemikirannya, beliau digadang sebagai Bapak Teori Bisnis Modern saat ini. Variabel unggulan yang paling saya ingat adalah difrensiasi atau pembeda. Karena terilhami, makanya saya suka tampil outlier. Aneh.

Di Ruang Rapat tadi kami dituntut menemukan fitur suprising pembeda di setiap proyek yang kami geluti. PR bagi saya! Bakal overthinking sehabis ini.

Cerita Porter berlanjut seminggu kemudian. Sebagian penghuni Subdit Lima bereretan simultan dan terkoordinasi harus berdinas luar. Saya kebagian Cirebon. Jugijagijug, kereta berangkat. Di Stasiun keberangkatan Gambir, saya mendapatkan lagi ilmu Porter lewat literally Porter- Pramuantar.

Saudara-saudara kita Kuli Angkut mengajarkan saya variabel pembeda saat memberikan hormat ketika Kereta takeoff. Mereka berbaris rapi, menyilangkan tangan kanan ke dada sambil menunduk. Sungguh, pemandangan yang mengandung bawang.

Tidak jauh berbeda saat waktunya kembali ke Jakarta. Di Stasiun keberangkatan Cirebon, Saya mendapati hal yang sama. Rencananya, skedul kereta berangkat tengah hari. Setibanya di stasiun bergegas sebelum masuk peron saya berencana shalat zhuhur plus ashar mengambil kemudahan karena kondisi dalam perjalanan.

Celingak-celinguk mencari Musholla karena baru pertama kali masuk sana. Saya bertanya ke salah satu Porter yang bertugas. Namanya Pak Rahmad, “Mari mas, saya antar, saya juga mau shalat!”. Kagum dengan sosok pria paruh baya ini. Terbayang kesehariannya harus memanggul koper menjemput rizki. Selepas shalat kami bertegur sapa singkat. Beliau bertanya tujuan dan niat berangkat. Terpisah karena pengeras suara dan lonceng kereta masuk peron sudah berteriak.

Kereta saya pun berangkat meninggalkan Cirebon. Saya pandangi kaca luar di sisi Peron. Betul saja, berlaku sama di semua stasiun. Berjajar Para Porter memberikan hormat. Di paling ujung ada sosok yang saya kenal, Pak Rahmad. Senyum, menyilangkan tangan kanannya sambil menunduk. Ketika Adab lebih penting dari Ilmu. Itulah variabel keunggulan Bapak. Michael E. Porter pun lewat. Berkah dan sehat selalu Pak!

Selamat Bulan Buruh. Salam untuk semua Kuli Angkut. Takzim dan Hormat.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image