Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muhammadiyah Kalimantan Timur

KH Siswanto: Program Aisyiyah Harus Sederhana, Terukur, dan Berdampak

Agama | 2026-01-11 06:35:31
Ketua PWM Kaltim KH Siswanto menekankan pentingnya program kerja yang realistis dan kolaboratif.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, KH Siswanto, memberikan penekanan khusus pada pentingnya penyusunan program kerja yang sederhana, realistis, dan dapat direalisasikan secara optimal dalam Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Timur Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026, di Kantor PWA Kalimantan Timur, Balai Lansia Kaltim, Samarinda.

Dalam sambutan sekaligus pembukaan acara, KH Siswanto menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak terletak pada banyaknya program yang dirancang, melainkan pada kesungguhan dalam melaksanakan program tersebut secara konsisten dan berdampak nyata bagi umat serta masyarakat.

“Buatlah program yang sederhana, realistis, dan berusahalah secara maksimal dalam merealisasikannya,” ujar KH Siswanto di hadapan peserta Rakerpim yang terdiri dari jajaran PWA Kalimantan Timur, majelis, lembaga, serta organisasi otonom perempuan Muhammadiyah.

Menurutnya, dinamika sosial di Kalimantan Timur yang terus berkembang menuntut organisasi perempuan Islam seperti ‘Aisyiyah untuk mampu membaca kebutuhan masyarakat secara tepat. Karena itu, perencanaan program harus berbasis pada kondisi riil dan kapasitas organisasi.

KH Siswanto juga mengingatkan pentingnya menjadikan ideologi dan pedoman organisasi sebagai landasan utama gerakan. Ia mendorong seluruh pimpinan dan anggota ‘Aisyiyah untuk kembali menelaah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kaidah Organisasi, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH), serta Kepribadian Muhammadiyah.

“Pedoman ini jangan hanya menjadi dokumen, tetapi harus hidup dan tercermin dalam setiap program dan aktivitas organisasi,” katanya.

Selain soal efektivitas program, Ketua PWM Kaltim tersebut juga menyoroti pentingnya membangun sinergi dan kolaborasi lintas majelis dan lembaga. Ia menilai kerja bersama akan memperkuat daya jangkau program sekaligus mencegah tumpang tindih kegiatan.

“Upayakan membangun sinergi dan kolaborasi antar majelis dan lembaga dalam pelaksanaan program yang memungkinkan,” tambahnya.

Rakerpim ‘Aisyiyah Kaltim sendiri digelar sebagai amanat organisasi dalam rangka evaluasi program tahun 2025 sekaligus penyusunan rencana kerja tahun 2026. Selama satu hari penuh, peserta mengikuti rangkaian agenda mulai dari laporan kegiatan, evaluasi kinerja, hingga diskusi perumusan program strategis.

Ketua PWA Kalimantan Timur, Dra. Hj. Nurhayati Tappa, menyampaikan bahwa pesan-pesan strategis dari PWM Kaltim menjadi penguat bagi ‘Aisyiyah untuk terus bergerak secara terarah dan berkelanjutan. Ia berharap seluruh hasil Rakerpim dapat diimplementasikan dengan penuh tanggung jawab, sehingga ‘Aisyiyah semakin berkontribusi dalam membangun perempuan berkemajuan dan masyarakat Kalimantan Timur yang berdaya.

Sekretaris PWA Kalimantan Timur, Dra. Hj. Ratnawati, M.Psi, menilai Rakerpim berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan. Ia menyebut forum ini sebagai momentum penting untuk memperkuat soliditas pimpinan.

“Rakerpimwil ini memberikan kesan mendalam karena diwarnai komitmen kuat untuk merumuskan program strategis organisasi,” ungkapnya.(ay.1)

 

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image