Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Otentik Art

Dari Masjid ke Masyarakat: Jalan Sunyi Pendidikan Al-Quran

Khazanah | 2026-01-06 20:36:52

Kita sering bangga pada bertambahnya jumlah penghafal Al-Qur’an. Namun, ada pertanyaan penting yang jarang diajukan: sejauh mana hafalan itu benar-benar hadir untuk melayani umat?

Di Desa Kauman, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, MTQ Sabilurrohman mencoba menjawab kegelisahan tersebut dengan langkah nyata. Pesantren tahfizh ini kembali membuka Penerimaan Santri Huffazh Baru Tahun Ajaran 2026/2027, dengan orientasi yang jelas—mencetak penghafal Al-Qur’an yang siap menjadi imam masjid, dai, dan pelayan masyarakat.

Bernaung di bawah Masjid Sabilurrohman dan berdiri di atas tanah wakaf Persyarikatan Muhammadiyah, MTQ Sabilurrohman menempatkan Al-Qur’an bukan sekadar sebagai target hafalan, tetapi sebagai sumber laku hidup. Santri dibina melalui tahsin talaqqi, tahfizh Al-Qur’an 15–30 juz secara mutqin, serta ilmu-ilmu keislaman dasar yang relevan dengan kebutuhan umat.

Yang membedakan, santri tidak hanya belajar di ruang kelas. Mereka dilibatkan langsung dalam praktik dakwah: menjadi imam shalat, pengisi kultum, hingga pendamping kegiatan keagamaan di masjid dan mushalla sekitar. Dari sinilah hafalan diuji—bukan oleh lomba, tetapi oleh pengabdian.

Pada tahun ajaran ini, MTQ Sabilurrohman membuka dua jalur pendidikan, yaitu Unit SMA dan Unit Pasca SMA (Kaderisasi Guru Al-Qur’an). Seluruh program dijalankan tanpa biaya uang gedung, asrama, maupun pendidikan. Kuota santri dibatasi hanya sepuluh orang, sebagai bentuk keseriusan menjaga kualitas pembinaan.

Di tengah zaman yang kerap mengukur keberhasilan dari angka dan popularitas, langkah MTQ Sabilurrohman terasa seperti jalan sunyi. Namun justru dari kesenyapan itulah lahir harapan: penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga hadir di tengah umat.

Mungkin inilah pengingat bagi kita semua, bahwa Al-Qur’an tidak berhenti di kepala, tetapi harus hidup di tengah masyarakat.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image