Tabligh Muda Kota Bekasi Ikhtiar Pencerahan Generasi Z
Agama | 2026-01-08 21:26:21
Tabligh Muda Kota Bekasi & Ikhtiar Pencerahan Generasi Z
Oleh: Dimas Fajri Adha
Degradasi moral di kalangan generasi muda hari ini bukan lagi sekadar kekhawatiran normatif, melainkan realitas sosial yang mudah kita jumpai. Lunturnya adab dalam berinteraksi, kecenderungan ujaran kasar di ruang digital, hingga krisis keteladanan menjadi bagian dari keseharian Generasi Z yang tumbuh di tengah derasnya arus informasi dan perubahan budaya yang cepat.
Situasi ini tidak dapat disikapi dengan pendekatan emosional, apalagi penghakiman. Dakwah justru dituntut hadir secara lebih jernih, rasional, dan membumi. Bukan hanya menyeru, tetapi juga mendampingi; bukan sekadar menasihati, tetapi memberi arah. Dalam konteks inilah, lahirnya Tabligh Muda Kota Bekasi patut dipandang sebagai sebuah ikhtiar pencerahan yang relevan dengan tantangan zaman.
Dakwah Pemuda sebagai Ikhtiar, Bukan Klaim
Tabligh Muda Kota Bekasi merupakan inisiatif dakwah pemuda yang lahir dari kegelisahan bersama atas kondisi moral dan spiritual generasi muda. Gerakan ini diinisiasi oleh Andre Wijayanto, Sekretaris Jama’ah Tabligh Muhammadiyah Kota Bekasi, sebagai upaya menghadirkan ruang dakwah yang lebih dekat dengan dunia pemuda, tanpa meninggalkan koridor manhaj Muhammadiyah.
Saya memandang langkah ini penting, karena generasi muda tidak seharusnya terus ditempatkan sebagai objek dakwah semata. Mereka perlu diberi ruang untuk bertumbuh, belajar, dan mengambil peran sebagai subjek dakwah itu sendiri. Islam sejak awal telah menempatkan pemuda sebagai aktor perubahan, sebagaimana firman Allah SWT:
“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”(QS. Al-Kahfi: 13)
Ayat ini menunjukkan bahwa iman yang hidup dalam diri pemuda, jika diarahkan dengan benar, akan melahirkan kekuatan moral dan sosial yang besar.
Wasathiyah dan Tantangan Generasi Z
Sebagai bagian dari Majelis Tabligh Muhammadiyah Kota Bekasi, saya meyakini bahwa pendekatan Islam wasathiyah merupakan kunci dakwah pemuda hari ini. Generasi Z hidup di tengah polarisasi sikap: antara kecenderungan ekstrem di satu sisi dan sikap permisif di sisi lain. Dakwah yang tidak berimbang justru berpotensi memperparah keadaan.
Allah SWT menegaskan:
“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu umat yang wasath.”(QS. Al-Baqarah: 143)
Wasathiyah bukan berarti lunak tanpa prinsip, dan bukan pula keras tanpa hikmah. Ia adalah keseimbangan antara keteguhan akidah, keluhuran akhlak, dan kecerdasan dalam membaca realitas. Dalam pandangan saya, Tabligh Muda Kota Bekasi memiliki potensi besar untuk menjadi ruang pembelajaran dakwah yang sehat bagi generasi muda—selama nilai ini terus dijaga.
Sinergi Mubaligh dan Pemuda
Salah satu kekuatan penting dari gerakan Tabligh Muda Kota Bekasi adalah keterlibatan para mubaligh Muhammadiyah dari berbagai unsur persyarikatan. Kehadiran mereka bukan sekadar mengisi ceramah, tetapi menjadi penjaga arah, kedalaman manhaj, sekaligus penghubung kesinambungan dakwah lintas generasi.
Adapun mubaligh muda Muhammadiyah Kota Bekasi yang hadir dan terlibat antara lain:
1. Andre Wijayanto – Majelis Tabligh PDM Kota Bekasi
2. Muh. Salman Alfarisi – Korps Mubaligh Muda PDM Kota Bekasi
3. M. Ulul Albab – Majelis Tabligh PDM Kota Bekasi
4. Muhammad Ahlan Bestari – Majelis Tabligh PDM Kota Bekasi dan Pimpinan Muhammadiyah Bekasi Selatan Bidang Dakwah dan Pengkajian Agama
5. Muhammad Ramdan – Bidang Dakwah dan Pengkajian, PRM Pejuang 1
6. Prasena G. Putra – PCPM Bekasi Barat
7. Zinedine M. I. – Korps Mubaligh Muhammadiyah PDM Kota Bekasi
8. Maulana Yusuf – Bekasi Selatan
9. Yakub – PCM Pondok Melati
10. Hakeem Mujahid Yusup – PCM Jatiasih
11. Ririn Edi Setiawan – Korps Mubaligh PCM Pondok Melati
12. M. Ibnu H. – Majelis Tabligh PDM Kota Bekasi dan PCPM Bekasi Timur 1
13. Dimas Fajri Adha – Bekasi Timur
14. Fathur Rahim – Majelis Tarjih, PDPM, dan PRM Bekasi Jaya
15. Hasyemi Rafsanjani – PRPM Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi
16. M. Zawiz Zaidi Maliki – Bekasi Timur
17. M. Dimas Pratama – PCPM Pondok Gede, Kota Bekasi
Daftar tersebut menunjukkan bahwa Tabligh Muda Kota Bekasi tidak berdiri di ruang kosong. Ia tumbuh dalam ekosistem dakwah Muhammadiyah yang luas dan berlapis. Sinergi ini penting agar semangat pemuda tidak kehilangan arah, dan sebaliknya, pengalaman para mubaligh tetap relevan dengan dinamika zaman.
Muhammadiyah dan Jalan Pencerahan
Sejak awal, Muhammadiyah memaknai dakwah sebagai gerakan pencerahan. Buya Hamka pernah menegaskan bahwa agama tidak dimaksudkan untuk mematikan akal, tetapi untuk menuntunnya. Pesan ini sangat relevan ketika dakwah berhadapan dengan generasi muda yang kritis, rasional, dan terbiasa berdialog.
Dakwah yang mencerahkan bukan dakwah yang menakutkan, tetapi yang menumbuhkan kesadaran. Bukan yang gemar menyalahkan, melainkan yang mengajak berpikir dan berbenah. Inilah spirit yang semestinya terus dijaga dalam gerakan Tabligh Muda Kota Bekasi.
Penutup
Bagi saya, Tabligh Muda Kota Bekasi bukanlah solusi instan atas seluruh problem Generasi Z. Ia adalah ikhtiar awal—yang nilainya terletak pada kesungguhan, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar. Selama gerakan ini berpijak pada ukhuwah, moderasi, dan pencerahan, ia layak didukung dan dikawal bersama.
Sebagaimana pesan Buya Hamka, “Hidup bukan hanya tentang keselamatan diri, tetapi tentang memberi arti.” Tabligh Muda Kota Bekasi, dengan segala keterbatasannya, adalah bagian dari ikhtiar memberi arti bagi masa depan dakwah dan generasi muda di Kota Bekasi.




Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
