Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Lensapas

Janji Suci di Balik Jeruji, Lapas Bengkulu Jadi Saksi Cinta Warga Binaan

Info Terkini | 2026-01-08 15:08:42
Suasana haru akad nikah warga binaan di Masjid An-Nur Lapas Bengkulu, Kamis (08/01/2026), sebagai wujud pemenuhan hak dan pembinaan humanis. Doc. Humas

Bengkulu — Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, suasana haru menyelimuti Masjid An-Nur Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu. Dengan suara bergetar namun mantap, seorang warga binaan mengucapkan ijab kabul, menandai dimulainya lembaran baru dalam hidupnya. Hari itu, Lapas Bengkulu menjadi saksi bahwa cinta dan harapan tetap tumbuh, meski di tengah keterbatasan. Kamis (08/01).

Prosesi akad nikah berlangsung sederhana dan khidmat. Calon istri setia mendampingi, membuktikan bahwa jarak dan keadaan tidak mematahkan tekad untuk membangun keluarga yang sah secara agama dan negara. Air mata bahagia pecah saat Penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Teluk Segara menyatakan pernikahan tersebut sah.

Lantunan doa mengalir lembut di Masjid An-Nur, mengiringi janji suci dua insan. Bagi sang warga binaan, momen ini menjadi sumber kekuatan dan pengingat akan tanggung jawab besar yang menanti, sekaligus motivasi untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu menyampaikan bahwa fasilitasi pernikahan ini merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang humanis.

“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tetap mendapatkan hak-hak dasarnya, termasuk membangun ikatan keluarga yang sah. Pernikahan ini kami harapkan menjadi titik balik dan motivasi bagi yang bersangkutan untuk berubah ke arah yang lebih baik,” ujar Kalapas.

Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa Lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan kemanusiaan.

“Di balik jeruji, kami ingin tetap menghadirkan harapan. Ketika keluarga menjadi penguat, proses pembinaan akan berjalan lebih efektif,” tambahnya.

Hari itu, Masjid An-Nur tidak sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi bisu janji suci dan harapan masa depan. Sebuah kisah sederhana yang sarat makna, bahwa di balik jeruji besi, selalu ada ruang untuk cinta, penyesalan, dan kesempatan memulai kembali.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image