Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image

Pustakawan sebagai Penggerak Pemberdayaan Masyarakat Pertanian

Eduaksi | 2026-01-06 13:41:37

Ditulis Oleh : Juznia Andriani

Pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian merupakan elemen kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan, terutama di wilayah pedesaan. Di tengah tantangan perubahan iklim, dinamika pasar, serta keterbatasan akses informasi, dibutuhkan figur penggerak yang mampu membuka wawasan, memfasilitasi pembelajaran, dan mengajak masyarakat tani untuk lebih berdaya. Pustakawan lingkup Kementerian Pertanian sebagai insan yang dekat dengan masyarakat petani dalam layanan informasi dituntut untuk mampu berkontribusi secara aktif dalam proses pemberdayaan masyarakat.

Selama beberapa tahun terakhir, perpustakaan mengalami pergeseran paradigma: dari sekadar lembaga penyimpanan koleksi (collection-centered) menjadi ruang pembelajaran berbasis komunitas (community-centered). Di era transformasi digital, perpustakaan berfungsi sebagai pusat literasi, inovasi, dan penguatan kapasitas masyarakat. Di sinilah pustakawan hadir sebagai agent of change—penghubung antara sumber pengetahuan, teknologi pertanian, dan kebutuhan nyata masyarakat tani. Pustakawan berperan tidak hanya pengelola informasi tetapi juga fasilitator perubahan sosial melalui kegiatan edukatif, pendampingan, dan penguatan kapasitas masyarakat.

Peran Strategis Pustakawan dalam Pemberdayaan Masyarakat Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementerian Pertanian (BB Pustaka) berperan menyediakan informasi pertanian yang relevan, mutakhir, dan aplikatif, mulai dari teknologi budidaya, pengendalian hama terpadu, pertanian organik, pascapanen, hingga pemasaran produk dan kebijakan pertanian. Informasi tersebut disajikan dalam berbagai format ramah pengguna berupa buku populer, leaflet, infografik, video edukasi, hingga konten digital.

Sebagai pusat layanan informasi, BB Pustaka terus memperkuat diseminasi pengetahuan melalui koleksi cetak dan elektronik. Pustakawan BB Pustaka tidak hanya melayani pemustaka, tetapi juga mendampingi mereka agar mampu memahami, menilai, dan memanfaatkan informasi secara tepat. Bimbingan literasi informasi membantu masyarakat menjadi lebih mandiri dalam menelusur sumber terpercaya dan mengambil keputusan berbasis data. Bimbingan literasi dilakukan dalam kegiatan pemberdayaan di masyarakat.

Menggali Kebutuhan dan Potensi Komunitas Tani

Pemberdayaan yang efektif diawali dengan identifikasi kebutuhan informasi dan potensi lokal. Pustakawan berkolaborasi dengan penyuluh, peneliti, dan akademisi untuk memetakan dan mengidentifikasi dinamika yang ada di masyarakat. Beberapa hal yang diidentifikasi mmeliputi sumberdaya ekonomi, modal sosial dan sumberdaya pengetahuan. Permasalahan di masyarakat seperti akses layanan informasi dan kondisi lingkungan serta sosial perlu diidentifikasi agar solusi yang diberikan tepat. Pustakawan BB Pustaka berkolaborasi dengan stakeholder terkait (penyuluh, peneliti, akademisi) ikut memperkenalkan dan mentransformasikan hasil penelitian dan inovasi teknologi menjadi informasi praktis yang dapat diterapkan oleh petani sebagai solusi permasalahan.

Hasil penelitian dan inovasi pertanian kemudian diterjemahkan menjadi informasi praktis agar mudah diterapkan petani di lapangan. Melalui pendekatan ini, pustakawan membantu masyarakat mengolah “teks menjadi konteks”—menjadikan pengetahuan ilmiah sebagai solusi nyata terhadap persoalan mereka.

Fasilitator Pembelajaran dan Penguatan Kapasitas

Dalam praktik pemberdayaan, pustakawan berperan sebagai fasilitator dialog dan pembelajaran kolektif. Berbagai kegiatan dapat diinisiasi pustakawan seperti pelatihan dan bimbingan teknis sederhana, demonstrasi lapang berbasis literasi serta diskusi komunitas dan kelompok belajar.

Kemampuan komunikasi interpersonal, public speaking, serta pendekatan partisipatif-empatik menjadi kompetensi penting dalam mendampingi petani. Pustakawan tidak lagi bekerja di balik meja, tetapi hadir bersama masyarakat, belajar dan tumbuh bersama mereka.

Mendorong Literasi Digital Petani Milenial

Perkembangan teknologi informasi membuka peluang baru bagi pertanian. Pustakawan turut membekali petani milenial dengan keterampilan pemanfaatan media digital dan platform daring, pengelolaan konten pengetahuan, serta strategi diseminasi informasi melalui media sosial.

Literasi digital ini tidak hanya meningkatkan akses informasi, tetapi juga memperkuat jejaring pengetahuan dan inovasi di tingkat komunitas. Bimbingan ini akan menjadi bekal bagi petani milenial untuk mengembangkan diri sekaligus dapat menularkan edukasi literasi digital bagi masyarakat.

Dengan penguatan kompetensi profesional, pemahaman substansi pertanian, serta keterampilan komunikasi dan pemberdayaan, pustakawan dapat berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan pertanian yang inklusif dan berkelanjutan.

Penutup

Peran pustakawan dalam pemberdayaan masyarakat pertanian semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan informasi dan inovasi. Pustakawan tidak lagi dipandang sekadar pengelola koleksi, melainkan fasilitator pembelajaran, pendamping masyarakat, dan penggerak perubahan sosial.

Dengan penguatan kompetensi profesional, pemahaman substansi pertanian, serta keterampilan komunikasi dan pemberdayaan, pustakawan berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan pertanian yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image