Profesionalitas dalam Organisasi sebagai Nilai yang Patut Dijunjung Tinggi
Edukasi | 2026-01-02 20:10:00
Profesionalitas merupakan fondasi penting yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu organisasi. Tanpa sikap profesional, organisasi berpotensi kehilangan arah gerak, merosotnya kredibilitas, serta menurunnya kepercayaan, baik dari internal maupun pihak luar. Sebagaimana pepatah yang menyebutkan bahwa kepercayaan membutuhkan waktu lama untuk dibangun, tetapi dapat hilang dalam sekejap, hal ini menunjukkan bahwa tindakan tidak profesional sekecil apa pun dapat membawa dampak besar bagi kelangsungan organisasi.
Dalam kehidupan organisasi, profesionalitas tercermin dari kemampuan setiap individu menjalankan tugas sesuai dengan posisi dan tanggung jawabnya. Sikap ini mencakup kedisiplinan, komitmen terhadap pekerjaan, integritas, serta kecakapan dalam mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama. Pemikiran Peter F. Drucker yang menyatakan bahwa cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya, menegaskan bahwa profesionalitas anggota organisasi berperan penting dalam membangun masa depan organisasi yang berkelanjutan.
Namun demikian, realitas menunjukkan bahwa masih banyak organisasi yang belum menempatkan profesionalitas sebagai nilai utama. Keputusan yang didasarkan pada hubungan personal, rendahnya rasa tanggung jawab, serta lemahnya etika kerja kerap menjadi penghambat pencapaian tujuan organisasi. Pepatah “karena nila setitik, rusak susu sebelanga” mencerminkan bahwa satu perilaku tidak profesional dapat merusak citra dan sistem kerja organisasi secara keseluruhan.
Profesionalitas juga tidak dapat dipisahkan dari etika dan sikap saling menghormati. Individu yang profesional akan menghargai waktu, bersikap terbuka terhadap masukan, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan. Stephen R. Covey menegaskan bahwa kepercayaan merupakan unsur terpenting dalam kehidupan dan komunikasi yang efektif. Kepercayaan tersebut hanya dapat tumbuh dalam lingkungan yang menjadikan profesionalitas dan integritas sebagai nilai utama.
Lebih dari itu, menjunjung tinggi profesionalitas berarti menanamkan kesadaran bahwa organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan sebuah sistem kerja yang memiliki tujuan, aturan, dan nilai yang harus ditaati. Pepatah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” mengingatkan bahwa setiap anggota organisasi wajib menyesuaikan diri dengan norma dan budaya yang berlaku demi terciptanya keteraturan dan keharmonisan.
Oleh karena itu, profesionalitas dalam organisasi tidak boleh dipandang sebatas tuntutan administratif, melainkan sebagai kebutuhan mendasar. Setiap anggota memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga sikap profesional dalam menjalankan perannya. Sejalan dengan pemikiran Max Weber mengenai pentingnya rasionalitas dan etika kerja dalam organisasi modern, profesionalitas menjadi landasan utama bagi organisasi yang ingin tumbuh, bertahan, dan memperoleh kepercayaan. Menjunjung tinggi profesionalitas berarti menghargai kerja kolektif sekaligus menunjukkan kedewasaan dalam berorganisasi.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
