Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Laura Claudya Anwar

Antara Kata, Rasa, dan Ingatan

Sastra | 2025-12-25 18:19:50

Hal-hal tidak pernah benar-benar hilang. Ia bersembunyi di sudut ingatan, menunggu satu kata kecil untuk mengejutkannya. Tidak peduli apakah itu hanya satu kalimat sederhana atau hanya sebagian dari sebuah cerita, rasa itu tiba-tiba muncul kembali lengkap dengan senyum, rindu, atau bahkan sunyi yang kita kenal sebelumnya.

Kata-kata dapat mempengaruhi perasaan dengan cara yang unik. Seringkali, ia datang pelan-pelan daripada keras atau lantang. seperti berbicara dengan orang lain sepanjang sore atau membaca pesan singkat sebelum tidur berulang kali. Di sinilah rasa berkembang tanpa kita sadari. Kita merasa berada di dekat sesuatu yang mungkin tidak terlihat.

Itu juga bagaimana ingatan bekerja dengan cara yang sama. Ia melekat pada cerita-cerita kecil, seperti hujan di jendela, kopi yang mulai dingin, atau tawa yang muncul pada saat yang tepat. Semuanya sederhana, tetapi memiliki makna karena pernah ada bersama kita. Kata-kata memastikan bahwa ingatan tetap hidup dan tidak hilang ditelan waktu.

Ini mungkin alasan kita suka membaca atau menulis. Bukan untuk menunjukkan kecerdasan, tetapi untuk menjaga perasaan. Mengingat bahwa kita pernah jatuh cinta pada hal-hal kecil, terluka lalu belajar menerima, dan sangat hidup hanya karena sebuah cerita.

Kita menemukan diri kita di antara ingatan, rasa, dan kata. Versi jujur kita, meskipun tidak selalu sempurna, adalah nyata. Dan barangkali, selama ada kata yang ingin kita baca dan tulis, akan selalu ada tempat untuk pulang.

Laura Claudya Anwar Mahasiswa Universitas Pamulang, Fakultas Skonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen S-1

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image