Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image dela nurul

Hidup Hemat di Penghujung Bulan: Potret Anak Kos Saat Tanggal Tua

Gaya Hidup | 2025-12-23 10:12:36

Menjelang akhir bulan, suasana kamar kos terasa berbeda. Di atas meja kecil, dompet terbuka dengan isi yang semakin menipis. Beberapa lembar uang tersisa disusun rapi, seolah sedang dihitung ulang untuk memastikan cukup sampai tanggal gajian atau kiriman berikutnya.

Bagi anak kos, momen yang sering disebut tanggal tua ini bukan sekadar soal waktu, melainkan tentang strategi bertahan hidup. Biasanya aku cek dompet dulu sebelum keluar kamar,” cerita salah satu anak kos yang tinggal dekat kampus “Kalau isinya tinggal segini, berarti harus ekstra hemat.” Pagi hari di kos-kosan berjalan lebih pelan. Sarapan bukan lagi soal keinginan, melainkan tentang apa yang masih tersedia.

Mi instan, telur rebus, atau nasi sisa semalam kembali menjadi pilihan paling masuk akal. Bukan karena ingin, tetapi karena harus. “Kalau sudah mendekati akhir bulan, masak sendiri itu wajib,” tuturnya sambil tersenyum kecil. “Bisa menghemat lumayan.” Siang hari membawa tantangan tersendiri. Ajakan makan di luar dari teman sering kali datang tanpa aba-aba. Sebagian ditolak halus, sebagian lagi hanya dibalas dengan tawa.

Anak kos belajar menahan diri, menimbang kebutuhan, dan menunda keinginan. “Kadang rasanya pengin ikut, tapi harus sadar kondisi,” katanya. “Tanggal tua itu soal mengalah dulu.” Menjelang malam, suasana kos justru terasa lebih hidup. Pintu-pintu kamar terbuka, obrolan mengalir, dan aroma masakan sederhana memenuhi lorong. Dalam keterbatasan, kebersamaan menjadi penolong paling nyata. Ada yang berbagi lauk, ada pula yang patungan belanja bahan masak. “Kalau sama-sama lagi seret, biasanya masak bareng,” ceritanya. “Makan ramai-ramai bikin lupa kalau lagi tanggal tua.”

Bagi anak kos, situasi ini bukan pengalaman sesaat. Setiap bulan, cerita yang hampir sama kembali terulang. Namun dari situlah mereka belajar: tentang hidup sederhana, tentang mengatur uang, dan tentang bertahan jauh dari rumah.

Saat kalender akhirnya berganti dan saldo kembali terisi, kamar kos perlahan kembali normal. Namun cerita di penghujung bulan selalu meninggalkan bekas. Di balik mi instan dan dompet tipis, tersimpan pelajaran tentang kemandirian dan solidaritas kecil yang tumbuh diam-diam di kehidupan anak kos.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image