Tragedi Mobil Makan Bergizi Gratis, Ketika Misi Mulia Berujung Duka
Info Terkini | 2025-12-23 03:34:28
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya dirancang sebagai upaya negara dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, kini tercoreng oleh peristiwa tragis. Sebuah mobil operasional pengantar MBG mengalami kecelakaan serius yang menimbulkan korban luka, bahkan merenggut rasa aman di lingkungan sekolah. Tragedi ini menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi alarm keras bagi pengelolaan aspek keselamatan dalam pelaksanaan program nasional.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, saat kegiatan sekolah sedang berlangsung. Mobil pengantar makanan bergizi yang seharusnya membawa harapan justru berubah menjadi sumber kepanikan dan trauma bagi para siswa dan guru.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, insiden terjadi pada Kamis pagi sekitar pukul 07.39 WIB, ketika para siswa sedang beraktivitas di halaman sekolah. Mobil operasional MBG jenis GranMax tiba-tiba melaju tidak terkendali dan masuk ke area sekolah setelah menghantam pagar.
Kapolsek Cilincing, Kompol Bobi Subasri, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, sopir berinisial AI mengaku mengalami kesalahan fatal saat mengemudi di medan tanjakan.
“Dia mau naik ke atas, mau ngerem, katanya remnya nggak pakem. Karena panik, dia injek yang dalam. Dikira rem, ternyata gas,” ujar Bobi saat dikonfirmasi, sebagaimana dilansir detikNews.
Keterangan tersebut masih bersifat sementara. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan lanjutan terhadap sopir dan kernet mobil MBG guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Insiden ini mengakibatkan 20 orang mengalami luka-luka, terdiri dari 19 siswa dan 1 orang guru. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyampaikan bahwa lima korban dirawat di RS Koja, sementara lainnya mendapatkan penanganan di RSUD Cilincing dan puskesmas setempat.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini tetap meninggalkan luka fisik dan psikologis, khususnya bagi anak-anak sekolah yang menjadi korban langsung. Sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman, seketika berubah menjadi lokasi kejadian traumatis.
Tragedi ini menunjukkan bahwa keberhasilan program besar seperti MBG tidak hanya bergantung pada niat baik dan tujuan mulia, tetapi juga pada manajemen operasional yang matang dan berstandar tinggi, terutama dalam aspek transportasi dan keselamatan.
Beberapa catatan penting yang patut menjadi perhatian bersama:
1. Kelayakan Armada Operasional
Mobil pengantar MBG membawa muatan berat berupa makanan, peralatan masak, air, dan logistik lainnya. Kondisi kendaraan harus dipastikan prima dan sesuai dengan kapasitas medan yang dilalui.
2. Kompetensi dan Pelatihan Pengemudi
Pengemudi mobil logistik bukan sekadar sopir biasa. Dibutuhkan pelatihan khusus, terutama untuk menghadapi jalur sempit, tanjakan, dan area sekolah yang padat aktivitas.
3. Manajemen Risiko dan Rute Distribusi
Jalur pengantaran harus melalui kajian keselamatan. Area sekolah memerlukan perlakuan ekstra, termasuk pembatasan kecepatan dan pengawasan ketat.
Program Makan Bergizi Gratis adalah ikhtiar besar negara dalam memerangi stunting dan meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa. Namun, tragedi di SDN Kalibaru 01 Pagi menjadi pengingat bahwa keselamatan manusia tidak boleh menjadi harga yang harus dibayar oleh sebuah program.
Evaluasi menyeluruh, peningkatan standar keamanan, serta akuntabilitas operasional harus segera dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang. Anak-anak berhak mendapatkan makanan bergizi tanpa rasa takut, dan sekolah harus tetap menjadi ruang paling aman bagi tumbuh kembang mereka.
Tragedi ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan peringatan kolektif bagi kita semua: misi kemanusiaan hanya akan bermakna jika dijalankan dengan tanggung jawab dan keselamatan sebagai prioritas utama.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
