Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nur ana Diana

Guru Bukan Satu-satunya Sumber Belajar: Strategi Pembelajaran di Indonesia Hari Ini

Sekolah | 2025-12-22 22:58:33

Guru Bukan Satu-satunya Sumber Belajar: Strategi Pembelajaran di Indonesia Hari Ini

Gambaran yang muncul di benak kita saat memikirkan sekolah-sekolah di masa lalu hampir selalu sama. Para murid duduk tertib, membuka buku mereka, mendengarkan, dan mencatat, sementara guru berdiri di depan kelas dan menjelaskan pelajaran. Setiap kegiatan pembelajaran berpusat pada guru. Siswa harus menunggu giliran untuk bertanya, dan guru akan selalu menjawab jika mereka menginginkan informasi tambahan. Karena guru mengendalikan sebagian besar proses pembelajaran dan hanya ada sedikit kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi aktif, pembelajaran interaktif masih jarang terjadi. Namun, keadaan mulai berubah sekarang.

Lanskap pendidikan berubah seiring waktu. Hanya dengan memegang ponsel mereka, siswa dapat dengan mudah mengakses berbagai sumber daya pendidikan. Berbagai macam film dan sumber daya pendidikan mudah diakses setiap saat. Mereka dapat dengan cepat mencari dan menyelidiki apa pun yang ingin mereka pahami. Ini menunjukkan bahwa guru bukan lagi satu-satunya sumber pengetahuan, dan pergeseran ini merupakan peluang bagus untuk mendorong pembelajaran yang lebih transparan dan bermakna, bukan lagi sebagai suatu keharusan.

Guru Tetap Penting, Tapi Perannya Berubah

Ini tidak berarti bahwa peran pengajar telah berkurang atau digantikan; justru sebaliknya. Guru sekarang memainkan peran yang lebih signifikan dan relevan dalam masyarakat. Guru sekarang memiliki lebih banyak tanggung jawab daripada sekadar menyampaikan pengetahuan; mereka juga membantu siswa dalam proses pembelajaran mereka. Siswa sangat membutuhkan guru untuk membantu mereka memisahkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya dari informasi yang berpotensi menyesatkan di tengah arus informasi yang serba cepat. Selain itu, daripada hanya berfokus pada menemukan solusi yang tepat, guru memiliki dampak signifikan pada cara berpikir siswa. Akibatnya, tanggung jawab guru melampaui pengajaran di kelas untuk mencakup mendukung dan memberikan makna pada semua aspek proses pembelajaran.

Strategi Pembelajaran yang Lebih Hidup

Stategi pembelajaran harus disesuaikan dengan tuntutan siswa untuk menjamin bahwa proses tersebut menarik dan tidak sepenuhnya bergantung pada pengajar. Pembelajaran berbasis proyek, yang mendorong siswa untuk menghasilkan karya, melakukan penelitian dasar, atau menemukan solusi untuk masalah kehidupan nyata yang mereka hadapi sehari-hari, adalah salah satu cara untuk mencapai hal ini. Selain itu diskusi kelompok juga penting karena mengajarkan anak-anak cara menerima sudut pandang orang lain, menyuarakan pemikiran mereka sendiri, dan bekerja sama sebagai tim. Teknologi harus digunakan untuk mendukung eksplorasi konsep siswa, pengembangan kreativitas, dan pekerjaan yang bertujuan, bukan hanya untuk melihat materi.

Tantangannya Masih Ada

Tentu saja, penyesuaian ini tidak selalu mudah. Di banyak daerah, kurangnya pengetahuan pengajar tentang teknik pengajaran kontemporer dan akses internet yang tidak merata masih menjadi masalah. Hasil ujian masih dipandang sebagai tujuan utama di beberapa lokasi, bukan sebagai elemen integral dari proses pembelajaran. Nilai ujian diposisikan sebagai alat evaluasi kolaboratif untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran, meskipun beberapa wilayah bergerak menuju menjadikan pembelajaran yang bermakna sebagai tujuan utama. Selain itu, pengajar terkadang kelelahan karena beban administrasi yang berat sebelum mereka memiliki kesempatan untuk berinovasi di kelas. Masalah-masalah ini nyata dan membutuhkan kerja sama serta solusi.

Saatnya Belajar Jadi Lebih Bermakna

Meskipun perubahan kebiasaan belajar ini tidak diragukan lagi sulit, namun patut diupayakan. Siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkembang sendiri ketika guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi. Mereka didorong untuk secara aktif mencari pengetahuan, berani mengajukan pertanyaan, dan merasa nyaman menyuarakan pendapat mereka. Akibatnya, pembelajaran kini menjadi proses yang menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kesadaran akan dunia di sekitar mereka, bukan hanya sekadar angka di rapor. Pada akhirnya, guru terus memainkan peran penting dalam proses pendidikan. Guru adalah teman yang mendukung dan membimbing siswa dalam belajar, bukan orang yang memiliki semua jawaban. Guru menjalankan fungsi ini dalam menanamkan nilai-nilai dan karakter sekaligus membantu memberikan tujuan pada setiap pengalaman belajar. Hal ini mencerminkan kondisi pendidikan saat ini di Indonesia, yang semakin adaptif, dinamis dalam penerapannya, dan berfokus pada sisi kemanusiaan siswa.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image