Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Raihanah Budi Syafitri

Pendidikan Pancasila di Tengah Bising Digital

Politik | 2025-12-20 22:39:51
Sumber : Gambar Menjaga nilai Pancasila di tengah gempuran perkembangan teknologi. Sumber: Radar Semarang (Jawa Pos)

Di masa ketika percakapan tentang kebangsaan lebih ramai berlangsung di kolom komentar ketimbang dalam forum pembelajaran, Pendidikan Pancasila kerap dipandang sekadar “mata kuliah wajib yang penting dilewati”. Padahal, justru ketika arus misinformasi, politik identitas, serta fragmentasi opini di dunia digital terus meninggi, ruang akademik seperti kelas Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menjadi salah satu garda terakhir untuk menjaga kejernihan akal publik. Dokumen pembelajaran resmi dari Pendidikan Kewarganegaraan di tingkat perguruan tinggi menegaskan bahwa disiplin ini mencakup Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai satu kesatuan materi untuk membentuk smart and good citizen. Dengan kata lain, ketika topik Pendidikan Pancasila diulas, yang dipersoalkan bukan cuma penguasaan lima sila, tetapi bagaimana seseorang menempatkan dirinya sebagai warga negara dalam bingkai konstitusi serta cita-cita persatuan bangsa.

Berbagai studi menegaskan bahwa PKn merupakan medium pembinaan dan pewarisan nilai-nilai Pancasila serta kultur nasional dalam sistem pendidikan, bukan sekadar kumpulan materi teoritis tentang pemerintahan. Saadah dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan disusun untuk mengembangkan wawasan, sikap, kompetensi, dan kesadaran kewargaan yang berpijak pada Pancasila dan UUD 1945. Karena itu, pelemahan terhadap Pendidikan Pancasila dan PKn pada dasarnya berarti mengikis fondasi nilai dari pembangunan kebangsaan itu sendiri. Di lingkungan perguruan tinggi, riset Rahman dan kolega (2024) memperlihatkan bahwa pembelajaran Pancasila yang dirancang secara serius mampu berfungsi sebagai wahana pembentukan karakter mahasiswa bukan sekadar menekan praktik intoleransi atau perilaku menyimpang berskala kecil, melainkan juga menumbuhkan empati sosial dan kesadaran akan peran sebagai anggota negara. Namun realitas di lapangan masih memperlihatkan model pembelajaran yang berhenti pada ceramah satu arah serta ujian objektif, seolah Pancasila hanyalah teori yang harus dihafal, bukan pedoman hidup yang harus dihayati.

Di sisi lain, kajian mengenai generasi muda memberi peringatan keras. Menegaskan bahwa penanaman nilai Pancasila kepada kaum muda menjadi sentral untuk menjaga kontinuitas budaya nasional di tengah ekspansi globalisasi. Penelitian Permatasari dkk. (2023) bahkan menunjukkan turunnya tingkat apresiasi dan pengamalan nilai Pancasila pada kelompok milenial, sehingga mereka menyarankan strategi internalisasi yang memanfaatkan platform digital yang melekat pada rutinitas generasi ini. Ironinya, kelompok yang paling terhubung dengan dunia justru rentan terlepas dari akar ideologinya sendiri. Aspek lain yang sering dikesampingkan ialah Bhinneka Tunggal Ika. Winataputra menekankan bahwa semboyan ini, bersama prinsip NKRI dan amanat Pembukaan UUD 1945, membentuk kerangka multikultural yang khas dan tidak serupa dengan konsep melting pot di negara lain. Pendidikan multikultural berbasis nilai Bhinneka Tunggal Ika menjadi pendekatan efektif dalam meredam potensi gesekan serta menumbuhkan sikap saling menghormati antarkelompok dalam masyarakat yang majemuk. Tanpa pendidikan yang menghidupkan perspektif ini, semboyan pada lambang negara hanya akan berfungsi sebagai ornamen.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image