Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Faylasufa Mutiara

Anarkisme, Paham yang Kerap Disalahartikan Publik

Politik | 2025-12-16 16:29:04

Dewasa ini, kita kerap menemukan istilah-istilah lama kembali memuncak seiring panasnya situasi polemik yang melanda di berbagai sudut belahan Indonesia. Ada saatnya dimana istilah-istilah ‘asing’ itu kembali naik ke permukaan, yang mana membuat mayoritas kerap menyalahartikan denotasi-denotasi yang ada sehingga timbulah misinformasi terhadap makna aktual tersebut.

Inilah realita yang dihadapi oleh masyarakat kita saat ini, kesalahpahaman terhadap mengartikan suatu ideologi yang bersifat imajiner walau hanya terhitung berupa asumsi―sesuatu yang dapat merusak makna sebenarnya suatu kata itu sendiri.

Ironisnya, kita hidup di era dimana informasi bervarian, namun pemahaman justru kian dangkal. Kita membaca seribu opini, tetapi menolak satu upaya untuk berpikir kritis. Konotasi yang seharusnya merefleksikan ide—terutama ideologi—digiring menjadi senjata stigma, simbol ketakutan, bahkan label yang ditanamkan secara serampangan kepada siapa saja yang dianggap “mengganggu kenyamanan penguasa”. Pada titik ini, bukan lagi makna yang dicari, melainkan pembenaran atas prasangka.

Begitu sebuah istilah terdengar rumit atau tampak bertentangan dengan sistem yang mapan, masyarakat buru-buru melihatnya sebagai ancaman. Tidak peduli ia lahir dari sisi imajiner atau visi kemanusiaan, selama bertentangan dengan narasi mayoritas, maka ia dihajar tanpa ampun—dipelintir menjadi bayang-bayang menakutkan. Di sinilah tragedi intelektual kita bermula: gagasan besar dikubur hidup-hidup hanya karena kita terlalu takut untuk memahami.

Anarkisme; Apa itu anarkisme, sejarah, dan peran utamanya

Begitu Anda mendengar istilah anarkisme, apa yang terlintas di pikiran Anda? Kerusuhan, pertentangan, dan yang pengrusakan dipelopori oleh arsonist atau provokator, atau sebuah tradisi pemikiran politik yang meragukan dominasi otoritas dan hierarki? Jawabannya, terletak pada konsep teoritisーsebuah teori positif bagaimana manusia bisa berkembang lewat kesetaraan dan solidaritas.

Menurut Alexander Berkman ABC Anarkisme untuk Pemula (1929), dalam catatannya mengatakan, bahwa anarkisme semata dibangun dan ditulis secara idealis bukan untuk menggulingkan secara de facto pemerintahan yang berdiri, namun merupakan alat kritik normatif terhadap kekerasan birokrasi, monopoli kekerasan negara, dan relasi oligarkis yang menimbulkan ketidakadilan; tujuannya adalah mewujudkan masyarakat tanpa dominasi, menentang segala bentuk hierarki-oligarki, dan mendorong solidaritas dan kerjasama (mutual aid), dengan adanya anarkisme ini, terciptanya sebuah gerbang baru di mana masyarakat dapat hidup dalam lingkungan tanpa lapisan sosial di segi manapun, yang mana mendorong paham ini sebagai bagian dari sayap kiri.

Anarkisme lahir tekanan birokrasi yang menindas, kebijakan represif yang memikul dominasi elite politik, serta adanya kesadaran kolektif berdasarkan situasi gejolak polemik yang berlangsung. Hal ini menimbulkan gelombang revolusi antara kesenjangan urgensi politik dan krisis yang berlangsung dalam masyarakat一dalam hal ini, ketidakadilanーseiring berdirinya kapitalisme industrialis di Eropa pada abad ke-19. Sementara itu, akar konseptualnya telah dikemukakan sejak era Pencerahan, ketika gagasan individu, rasionalitas, dan kritik terhadap otoritas absolut mulai mengemuka.

Apa yang membuat masyarakat mengaitkan ‘anarkisme’ dengan aksi para pendemo?

Malam, tepatnya 28 Agustus 2025, menjadi puncak amarah rakyat Indonesia atas tragedi yang menimpa almarhum Affan Kurniawan. Affan ditabrak, dilindas, dan digilas oleh Barracuda yang diketahui milik Brimob secara ugal-ugalan di tengah kerusuhan massa yang tidak terkendali. Berikutnya, pada 30 Agustus, sejumlah lokasi di Indonesia riuh dengan nyala api di sejumlah kantor pemerintahan atas bentuk kemarahan massa yang menuntut tragedi tersebut. Tragedi yang menimpa pekerja keras belia tersebut bukan hanya menjadi insiden kelam rontoknya demokrasi dan keadilan rakyat Indonesia, tetapi juga menjadi saksi bahwa negara ini pernah melindas rakyatnya sendiri.

Usut punya usut, sejumlah kebakaran di berbagai tempat unjuk rasa diduga disebabkan oleh massa di waktu dan tempat terjadinya aksi, padahal jika dikesampingkan, ulah tersebut bukan secara organik tindakan dari para demonstranーulah campur tangan provokator yang menuntut dihentikannya unjuk rasa kemanusiaan.

Hal inilah yang menimbulkan ketimpangan oleh penyederhanaan istilah media dan aparat; mereka yang menyatakan ‘anarkis’ kerap ditujukan oleh aksi demonstrasi melalui pembakaran hingga pengrusakan fasilitas publik. Padahal sudah sangat jelas bahwa tindakan pengrusakan sangat tidak masuk dengan pelabelan tindakan ‘anarkisme’ sama sekali. Kaitannya dengan pengrusakan adalah erat istilahnya dengan vandalismeーtindakan sengaja merusak, menghancurkan, atau mencoret-coret properti publik atau pribadi tanpa izin.

Apa bedanya anarki, anarkis, dan anarkisme?

Anarkis adalah istilah untuk orang-orang yang menganut paham anarkisme. Anarki adalah bentuk masyarakat tanpa penguasa. Keduanya saling berkorelasi dengan anarkismeーlingkup bebas tekanan hierarkis. Anarki sering diasosiasikan sebagai ancaman di setiap tragedi massa revolusionis maupun unjuk rasa. Padahal, prinsip anti-hierarkis itu sendiri sama sekali tidak ada kaitannya dengan tindakan merusak secara disengaja.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image