Jamur pada Bahan Pangan dan Risiko Kanker: Fakta yang Sering Disalahpahami
Riset dan Teknologi | 2025-12-02 22:56:52Pernah mendengar istilah mikotoksin? Ini adalah racun yang dihasilkan jamur tertentu yang tumbuh pada biji bijian, kacang kacangan, kopi, kakao, hingga pakan ternak. Salah satu yang paling sering dibahas adalah ochratoxin A atau OTA. Racun ini ditemukan pada awal 1960-an dan langsung memicu kekhawatiran karena efeknya cukup serius pada hewan percobaan, terutama tikus dan babi.
Sejak saat itu, para peneliti di berbagai negara melakukan studi jangka panjang untuk mengetahui apakah OTA bisa menyebabkan kanker. Hasil riset terbesar menunjukkan bahwa pemberian OTA pada tikus jantan dalam jumlah tinggi selama berbulan bulan dapat memicu munculnya kanker ginjal. Temuan ini sempat menjadi dasar kekhawatiran bahwa OTA mungkin juga dapat berbahaya bagi manusia.
Namun penelitian lanjutan memberikan gambaran berbeda. Para peneliti menemukan bahwa dosis OTA yang menyebabkan kanker pada tikus sangat jauh dari tingkat paparan manusia. Perbedaannya bahkan mencapai lebih dari sepuluh ribu kali lipat. Selain itu, pola metabolisme tikus dan manusia juga tidak sama. Pada tikus jantan, terdapat protein tertentu dalam urin yang mengikat OTA dan memperkuat efek racunnya, sedangkan pada manusia mekanisme ini tidak ditemukan.
Penelitian Herman dan Mantle pada tahun 2021 kembali meninjau puluhan tahun data toksikologi OTA. Mereka melakukan pemeriksaan histopatologi dan imunohistokimia pada jaringan ginjal tikus yang mengalami tumor akibat paparan OTA. Hasilnya menunjukkan bahwa jenis tumor pada tikus memiliki ciri khas yang tidak sesuai dengan kanker ginjal pada manusia. Selain itu, tidak ada satu pun kasus kanker ginjal manusia yang terbukti disebabkan oleh OTA berdasarkan bukti epidemiologi.
Lalu bagaimana dengan makanan yang mungkin mengandung jejak OTA, seperti kopi, kakao, anggur merah, atau serealia? Regulasi keamanan pangan internasional ternyata sudah sangat ketat. Pengawasan kadar OTA dilakukan secara rutin, sehingga jumlahnya dalam bahan pangan di pasaran biasanya jauh di bawah ambang batas yang dapat menimbulkan efek kesehatan.
Walau begitu, kehati hatian tetap penting. Penyimpanan bahan makanan pada kondisi lembap dan tidak kering dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur penghasil mikotoksin. Mengeringkan, menyimpan di wadah tertutup, serta memperhatikan kondisi biji bijian sebelum digunakan adalah langkah sederhana yang membantu mengurangi risiko.
Hingga hari ini, hasil penelitian menunjukkan bahwa kekhawatiran berlebihan terhadap kanker akibat OTA pada manusia belum memiliki dasar kuat. Studi puluhan tahun memperlihatkan bahwa mekanisme kerusakan pada tikus tidak sama dengan manusia dan paparan manusia berada pada tingkat yang sangat rendah.
Singkatnya, jamur pada makanan memang patut diwaspadai, namun hubungan langsungnya dengan kanker pada manusia belum terbukti. Yang lebih penting adalah memastikan pangan disimpan dengan benar, tetap bersih, dan mengikuti standar keamanan pangan yang sudah ada.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
