Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image SHABRINA PUTRI KHODIJAH

Smart Farming Vibes: Saat Gen Z Ubah Tambak Jadi Tech Eco Lifestyle

Edukasi | 2025-11-12 19:14:23

Smart Farming Vibes: Saat Gen Z Ubah Tambak Jadi Tech & Eco Lifestyle

Halah, paling cuma mancing. Ngapain kuliah belajar ikan? Kalimat seperti ini sering terdengar ketika membicarakan dunia akuakultur sebuah bidang yang kerap diremehkan, padahal punya peran besar dalam menjaga kekayaan laut dan masa depan pangan Indonesia.

Akuakultur bukan sekadar soal lele dan kolam ikan. Lebih dari itu, sektor ini membahas bagaimana mengelola sumber daya perairan secara berkelanjutan, menjaga keseimbangan ekosistem laut, hingga menjadikan perikanan sebagai solusi krisis pangan global.

Melalui akuakultur, generasi muda belajar banyak hal, mulai dari bioteknologi perikanan, manajemen kualitas air, hingga pemanfaatan teknologi digital seperti sensor dan IoT (Internet of Things).Sayangnya, masih banyak yang memandang “Akuakultur”. Padahal, yang “amis” bukanlah ilmunya, melainkan ikan dan peletnya. Di balik aroma tambak, ada riset, data, dan inovasi yang menjadikan akuakultur sebagai salah satu sektor paling potensial di era ekonomi biru (blue economy).

Menjadi bagian dari akuakultur kini bukan lagi hal kuno, justru menjadi gaya hidup baru bagi Gen Z yang peduli lingkungan dan cinta inovasi. Generasi muda bisa memanfaatkan teknologi untuk menciptakan sistem budidaya cerdas, membangun startup seafood berkelanjutan, atau mengedukasi masyarakat lewat konten digital.

Menjadi mahasiswa akuakultur berarti menjadi penjaga laut, inovator pangan, dan agen perubahan.Karena pada akhirnya, akuakultur bukan hanya tentang memelihara ikan, tetapi tentang memelihara masa depan

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image