Menindaklanjuti dan Mengomentari Materi Pak Rizal
Eduaksi | 2025-09-02 21:08:28Assalamualaikum wr.wb. Perkenalkan, saya Dimas Radithga Syahbanie dengan NIM 1251300003. Saya adalah seorang mahasiswa asal UIN JAKARTA yang berada di prodi (program studi) Jurnalistik, saya adalah Mahasiswa baru di kelas 1A. Izinkan saya, menindak lanjuti dan mengomentari tanggapan Bapak Rizal selaku dosen Pendidikan Pancasila, yang sebelumnya sudah disampaikan di Google Meet.
Yang Pertama yang saya ingin beri komentar adalah, mengenai tanggapan Bapak tentang Resume materi seusai pertemuan. Komentar saya mengenai tanggapan tersebut setuju dan sependapat dengan Bapak. Karena menurut saya dengan pembelajaran yang seperti itu, membuka wawasan kita untuk bisa berpikir kritis mengenai suatu infomasi yang telah diberikan, dan dicerna lebih dalam lagi dengan pemikiran yang kritis, sehingga memunculkan ide-ide baru yang menarik.
Berbeda hal, jika kita hanya mendengarkan saja, Kita akan merasa jenuh dan cenderung tidak akan bisa berpikir kritis karena kita hanay menyimak tanpa membedah nya sesuai pemikiran setiap individu. Bahkan di salah satu artikel yang saya temukan saya lebih yakin metode pembelajaran Resume dapat efektif. Berikut kalimatnya.
"mendefinisikan bahwa metode resume adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). "
Source/Sumber : https://www.silabus.web.id/pembelajaran-diskusi/
Mengutip dari kalimat diatas, saya semakin yakin bahwa metode ini bisa membuat Indonesia lebih maju kedepannya.
Yang Kedua dan yang terakhir yang saya ingin beri komentar adalah, mengenai tanggapan Bapak tentang 3 Jenis Jurnalistik. Yaitu : Jurnalistik Foto, Jurnalistik Peliputan, Jurnalistik Broadcasting. Saya akan bedah satu per-satu mengenai Jenis-jenis Jurnalistik tersebut.
1. Jurnalistik Foto
Seperti namanya, Jurnalistik foto adalah seorang tipe jurnalistik yang berfokus ke bidang fotografi dan mendokumentasikan nya, baik itu untuk artikel ataupun media lainnya. Seorang Jurnalistik Foto harus peka terhadap lingkungan disekitarnya, karena kenyataanya satu foto merupakan salah satu hal yang sangat berpengaruh tehadap arti berita dari setiap individu yang mengartikannya.
2.Jurnalistik Liputan
Hampir sama dengan Jurnalistik Foto namunbedanya ia berfokus pada argumen dan biasanya ada di 1 tempat yang sama, Jurnalistik Liputan adalah seorang tipe jurnalistik yang berfokus ke bidang meliput untuk menghasilkan berita yang valid, dan biasanya seorang Jurnalistik Liputan ditemani oleh sang Narasumber untuk menggali info yang lebih jauh agar bisa lebih diketahui kebenarannya, tapi terkadang juga sendirian. Peran yang penting inilah yang membuat seorang Jurnalistik Liputan dapat membuat yang sbelumnya hanya teori liar, mampu bisa dibuktikan secara bukti dan valid.
3.Jurnalistik Broadcasting
Berbeda dengan dua tipe jurnalistik sebelumnya, Jurnalistik Broadcasting adalah seorang tipe Jurnalistik yang berfokus dengan berinteraksi antara narasumber yang lebih spesifik dan khusus mengenai berita yang akan dibahas yang disebut podcast. Seorang JUrnalistik di bidang ini harus bisa menguasai dan mencari topik obrolan yang ada dan juga harus mampu memahami kondisi dan sifat psikologis narasumbernya atau lawan bicaranya, agar obrolan dapat mengalir tanpa tekanan.
Masing-masing peran dari seorang jurnalistik memang berbeda, namun dari ketiga peran jurnalistik tersebut, semuanya penting dan saling terhubung untuk mencapai suatu berita yang bersifat fakta dengan bukti yang kuat. Saya Dimas, Saya akhiri dan Terima Kasih telah membacanya, mohon maaf apabila terjadi banyak kesalahan dalam penulisan. Wassalamualaikum Wr.Wb.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
