Perkembangan Teknologi dan Etika dalam Perspektif Islam
Riset dan Teknologi | 2025-06-30 16:00:34ETIKA
Istilah “etika” berasal dari kata ethos bahasa Yunani, dalam bentuk tunggal kata tersebut mempunyai banyak arti: tempat tinggal biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, dan cara berpikir. Sementara etika dalam pandangan Islam merujuk pada prinsip prinsip moral dan nilai-nilai yang diatur dalam Al-Qur'an dan Hadis
TEKNOLOGI
teknologi adalah suatu produk buatan manusia yang tercipta berkat ilmu pengetahuan, memiliki fungsi yang sangat banyak yang tujuannya adalah untuk menciptakan kenyamanan hidup manusia. Sementara dalam pandangan Islam, teknologi dapat dipahami sebagai alat dan metode yang diciptakan manusia untuk mempermudah kehidupan dan memenuhi kebutuhan.
REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Secara istilah, Revolusi Industri 4.0 adalah fase baru dalam perkembangan industri yang ditandai oleh integrasi teknologi digital, otomatisasi, dan konektivitas yang tinggi. Ini melibatkan penggunaan Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), big data, dan sistem cyber-fisik untuk menciptakan proses produksi yang lebih efisien, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan pasar.
TRANSHUMANISME
Transhumanisme adalah sebuah gerakan filosofis dan intelektual yang berupaya meningkatkan kondisi manusia melalui teknologi. Istilah ini mencakup ide-ide tentang penggunaan bioteknologi, kecerdasan buatan, dan teknik augmentasi untuk memperbaiki kemampuan fisik dan mental manusia. Gerakan ini menyoroti pentingnya mengeksplorasi potensi masa depan umat manusia dalam menghadapi tantangan yang ada.
FILOSOFIS I FILSAFAT MORAL
etika adalah filsafat moral. Sementara ajaran moral adalah norma, perintah, atau aturan tentang tindakan mana yang perlu dilakukan dan mana yang perlu dihindari berdasarkan martabat setiap orang sebagai manusia. Moralitas biasanya dipengaruhi oleh tradisi, budaya, agama, atau pengalaman pribadi, dan berfungsi sebagai panduan perilaku sehari-hari (Weruin, 2019). Filsafat etika juga digunakan dalam konteks praktis, misalnya dalam bioetika (isu-isu medis dan kehidupan), etika lingkungan (hubungan antara manusia dan alam), serta dalam hak asasi manusia dan keadilan sosial. Selain itu, filosofi etika dan moralitas membantu manusia dalam memahami, menganalisis, dan menilai tindakan manusia, baik dalam konteks individu maupun masyarakat.
TEORITIS I UTILITARIANISME, DEONTOLOGI, KEBIJAKAN, EGOISME, KESETARAAN
Menurut teori utilitariaisme, suatu tindakan dianggap baik jika tindakan tersebut membawa manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Utilitarianisme merupakan teori yang sederhana karena tujuan hidup manusia memang ingin memperoleh kebahagiaan. Secara ringkas, teori ini mengukur moralitas berdasarkan 7 konsekuensi dari tindakan, dengan tujuan untuk memaksimalkan kebahagiaan atau kesejahteraan. Secara sederhana, teori etika kebijakan berfokus pada pembentukan karakter moral individu, bukan pada aturan atau konsekuensi dari tindakan.
Menurut (prinsip) deontologi, tindakan atau putusan secara etis dibenarkan bukan atas dasar hasil positif atau ditolak bukan atas dasar dampak negatif yang diperoleh, melainkan atas dasar motivasi pembuat keputusan atau tindakan tersebut yakni memenuhi apa yang dipahami sebagai kewajibannya
FILOSOFIS I FILSAFAT TEKNOLOGI DIGITAL
Pertama intrumentalisme teknologi, mempunyai pandangan bahwa teknologi dianggap sebagai alat atau instrumen yang netral, yang dapat digunakan untuk kebaikan atau keburukan tergantung pada penggunanya. Kedua determinisme teknologi, mempunyai pandangan bahwa teknologi memiliki kekuatan yang mengendalikan dan menentukan arah perubahan sosial dan budaya. Menurut pandangan ini, perkembangan teknologi secara otomatis membentuk masyarakat dan pola hidup manusia. Ketiga konstruktivisme sosial teknologi, mempunyai pandangan bahwa teknologi dipahami sebagai sesuatu yang dipengaruhi oleh kekuatan sosial dan budaya serta dibentuk oleh kebutuhan manusia.
Keempat fenomenologi teknologi, mempunyai pandangan bahwa teknologi dilihat sebagai bagian integral dari pengalaman manusia, seperti dengan realitas virtual dan augmented reality. Kelima etika teknologi, pertanyaannya berkaitan dengan bagaimana teknologi harus dikembangkan dan digunakan agar sesuai dengan nilai-nilai moral, seperti keadilan, kebebasan, dan kesejahteraan manusia. Sementara keenam kritisisme teknologi berasal dari pandangan kritis terhadap kapitalisme dan industrialisasi, filsafat kritis teknologi melihat teknologi sebagai sesuatu yang mungkin memperburuk ketidakadilan sosial, menambah kekuatan kontrol, dan merusak lingkungan. Pandangan ini menekankan perlunya kritik sosial terhadap teknologi.
TEORITIS I MEDIA, JARINGAN, INFORMASI, KOMPUTASI, DETERMINISE, SOSIAL TEKNOLOGI
Teknologi, khususnya media, tidak hanya menyampaikan informasi tetapi juga membentuk cara manusia berpikir dan berperilaku. Teori jaringan mengeksplorasi bagaimana teknologi digital menciptakan hubungan dan jaringan sosial yang lebih luas dan kompleks. Teori informasi mempelajari bagaimana data dihasilkan, diproses, disimpan, dan disampaikan dalam sistem digital. Ini mencakup konsep mengenai entropi informasi, kompresi data, dan transmisi sinyal. Teori komputasi menjelaskan bagaimana komputer bekerja untuk menyelesaikan masalah. Menurut determinisme teknologi, perkembangan teknologi menentukan perubahan sosial dan budaya
FILOSOFIS I REVOLUSI INDUSTRI
filsafat ilmu pengetahuan yang menegaskan perlunya konteksualitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar kesadaran pemanfaatan teknologi tetap berada dalam koridor kepentingan bersama. Ini memastikan bahwa implementasi teknologi tidak hanya fokus pada keuntungan individu, tetapi juga pada manfaat kolektif1. Kedua, etik ilmiah yang menjadi landasan penting untuk menghindari perilaku yang 6 jauh dari nilai-nilai etik dalam penggunaan teknologi. Implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi haruslah dikendalikan oleh standar etika ilmiah untuk mempertahankan integritas dan akhlak dalam aktivitas ilmiah1. Dalam pandangan islam, Filosofi Revolusi Industri 4.0 menekankan pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pengembangan spiritual serta moral individu. Dalam konteks ini, umat Islam diajak untuk tidak hanya mengejar kemajuan material tetapi juga menjaga akhlak dan etika dalam setiap aktivitas.
TEORITIS I DIGITALISASI, INTERAKSI EKONOMI,TEKNOLOGI
Pertama, digitalisasi dan interaksi ekonomi, yang meningkatkan efisiensi operasional melalui jaringan ekonomi yang kompleks1. Kedua, teknologi produksi massal yang fleksibel, di mana mesin dapat beroperasi independen atau koordinasi dengan manusia, mengontrol proses produksi dengan sinkronisasi waktu dan adaptabilitas produksi1
FILOSOFIS I TRANSHUMANISME
Filosofi transhumanisme menekankan evolusi manusia sebagai proses yang berkelanjutan, di mana individu memiliki hak dan tanggung jawab untuk meningkatkan diri mereka melalui teknologi, serta pentingnya tanggung jawab etis dalam penerapan teknologi ini. Dalam pandangan islam, filosofi transhumanisme yang menekankan evolusi manusia melalui teknologi bertentangan dengan keyakinan Islam tentang kesempurnaan penciptaan manusia dan tujuan hidup yang ditetapkan oleh Tuhan.
TEORITIS I KEYAKINAN
Dasar teori transhumanisme berakar pada keyakinan bahwa manusia dapat dan harus menggunakan kemajuan dalam bioteknologi, nanoteknologi, dan kecerdasan buatan untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik dan bahkan keabadian.
IMPLEMENTASI
a. Membantu masyarakat memperoleh keterampilan dan pelatihan baru;
b. Demokratisasi layanan;
c. Merancang dan memberikan waktu produksi yang lebih cepat dan
siklus iterasi yang lebih cepat;
d. Mengurangi penggunaan energi;
e. Menyediakan pemantauan lingkungan secara real-time untuk polusi dan
kualitas udara;
f. Meningkatkan pertahanan keamanan siber;
g. Meningkatkan output nasional;
h. Mengurangi inefisiensi layanan kesehatan;
i. Menciptakan pengalaman dan interaksi baru yang menyenangkan bagi
masyarakat, dan
j. Meningkatkan layanan terjemahan real-time untuk menghubungkan
orang-orang di seluruh dunia (Nasrullah, 2019).
IMPLIKASI
DAMPAK POSITIF: - Ilmu pengetahuan mudah tersebar
- komunikasi dan dakwah bisa disebarkan dengan cepat dan efisien
- efisiensi dan produktivitas dalam berbagai bidang meningkat
DAMPAK NEGATIF:
- Resiko konten negatif yang melanggar nilai-nilai Islam
- Ketergantungan berlebihan terhadap teknologi
- Privasi dan keamanan data bisa menimbulkan masalah
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
