Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muqbil

Sebuah Ruang Aman Bernama: Nanti Juga Sembuh Sendiri

Pendidikan dan Literasi | 2025-06-16 12:06:06
(foto cover buku Nanti Juga Sembuh Sendiri Sumber: Gramedia.com/cover buku)

Secara garis besar, Nanti Juga Sembuh Sendiri berisi kumpulan tulisan personal dan reflektif yang membahas berbagai aspek kehidupan anak muda masa kini—dari patah hati, rasa kehilangan, kekecewaan terhadap diri sendiri, sampai pergulatan menerima masa lalu dan tumbuh perlahan.

Penulis tidak memberi jawaban instan atau solusi klise atas luka dan kegagalan, melainkan menawarkan cara pandang baru: bahwa tidak semua masalah harus segera diatasi, dan tidak semua luka harus langsung sembuh. Terkadang, yang dibutuhkan hanyalah kesabaran untuk merasa, menyadari, dan menerima apa yang sedang terjadi.

Helobagas menggunakan gaya bahasa yang sederhana, lugas, namun sering kali puitis dan menyentuh. Banyak paragraf yang terasa seperti mendengar nasihat dari seorang teman dekat—jujur, hangat, dan tidak menghakimi. Salah satu kutipan yang cukup menggugah berbunyi:

“Kamu tidak perlu selalu kuat. Ada saatnya kamu boleh berhenti sebentar dan mengakui bahwa kamu lelah.”

Tulisan-tulisan ini tidak beralur naratif panjang, namun lebih seperti serpihan-serpihan pikiran yang masing-masing berdiri sendiri. Hal ini membuat pembaca bisa membaca dari bagian mana pun, tanpa kehilangan makna utuh. Meskipun begitu, ada benang merah yang kuat: proses penyembuhan itu tidak instan, tapi bukan berarti tidak mungkin.

kelebihan pada buku ini ada pada bahasa yang cukup relatable, hellobagas memilih diksi yang dekat dengan keseharian pembaca muda. Banyak kalimat nya yang cocok dijadikan kutipan karena begitu mengena dan personal. dan kekurangan nya ada pada beberapa bagian yang terasa repetitif, Karena sifatnya yang berupa kumpulan refleksi, beberapa ide atau pesan yang sama kadang muncul dalam bentuk berbeda, yang bisa terasa berulang bagi pembaca yang membacanya dalam sekali duduk.

Nanti Juga Sembuh Sendiri adalah karya yang mengajak pembacanya untuk berdamai dengan luka dan menerima diri apa adanya. Buku ini tidak menawarkan janji sembuh dalam waktu singkat, tetapi mengingatkan bahwa semua akan baik-baik saja—asal kita sabar dan mau bertumbuh. Dengan gaya bahasa yang jujur, emosional, dan penuh empati, buku ini sangat cocok dibaca oleh remaja hingga dewasa muda yang sedang dalam fase pencarian arah hidup, penyembuhan luka, atau hanya ingin merasa dimengerti.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image