Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Imron Atma Wijaya

Pemuda Sebagai Harapan Bangsa dan Keberhasilan Sebuah Negara

Gaya Hidup | Wednesday, 02 Mar 2022, 21:35 WIB

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Itulah ungkapan yang diucapkan oleh sang Proklamator Ir. Soekarno. Sebuah ungkapan yang memiliki pesan tersendiri bagi para pemuda. Sebuah pesan yang penuh harapan bagi para pemuda yang memiliki fungsi sebagai Agent of Change (Agen Perubahan). Namun sebelumnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu pemuda seperti apa disebutkan oleh Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno?

Berdasarkan pengertiannya pemuda memiliki beberapa pengertian menurut para ahli. Menurut RUU Kepemudaan, pemuda adalah individu yang berusia 18 sampai dengan 35 tahun. Menurut Koentjaraningrat (1997), pemuda adalah suatu fase yang berbeda dalam siklus kehidupan manusia, dimana fase tersebut bisa ke arah perkembangan atau perubahan. Menurut Taufik Abdullah (1974), pemuda adalah generasi baru dalam sebuah komunitas masyarakat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Dari tiga pengertian pemuda menurut para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa pemuda adalah kaum muda (young people) yang berusia 18 sampai 35 tahun yang memiliki potensi sebagai generasi harapan bangsa yang bisa memberikan perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan yang memberikan dampak positif bagi kehidupan bangsa dan keberhasilan sebuah negara.

Salah satu contoh peristiwa yang pernah saya alami di kampung adalah ketika hendak sholat berjama’ah di mushollah atau langgar. Mereka yang bisa dibilang usia paruh baya sudah tidak mau lagi untuk menjadi imam, mereka menyuruh anak-anak muda yang ada pada saat itu untuk menjadi imam. Karena mereka berfikir bahwa semakin tua kondisi fisik semakin menurun dan sering sakit-sakitan, jadi sudah saatnya untuk memberikan kesempatan kepada pemuda untuk menjadikan mereka sebagai generasi penerus.

Sebagai generasi penerus yang diharapkan bangsa dan negara, tentu sebagai seorang pemuda harus memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, dan memahami pengetahuan serta memahami teknologi guna bersaing secara global. Kelima aspek tersebut memang sangat tepat jika tertanam di dalam diri golongan young people. Karena memang secara kualitatif ketika usia muda, pemuda itu lebih kreatif, inovatif, memiliki idealisme yang murni dan energi besar dalam perubahan sosial. Tingggal bangaimana pemudanya untuk bisa mengoptimalkan potensi yang dimilikinya untuk menerapkan fungsi sebagai Agent of Change.

Pemuda di Era Digital

Seiring berjalannya waktu usia bumi semakin hari semakin bertambah. Dan saat ini kita sedang berada di era digital, yang mana kita memasuki suatu masa yang sudah mengalami perkembangan dalam segala aspek kehidupan dari yang tadinya analog menjadi serba digital atau menggunakan teknologi.

Dengan adanya teknologi fasilitas akan tersedia dengan lengkap, sehingga masyarakat tidak kesulitan lagi untuk memenuhi kebutuhannya. Itu adalah salah satu dampak positif dari penggunaan teknologi yang bisa meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu untuk mengguncangkan dunia seperti ungkapan “singa podium” Ir. Soekarno, maka salah satu cara yang tepat digunakan di era digital ini adalah dengan menguasai teknologinya juga. Ada sebuah pepatah mengatkan “Siapa yang Menguasai Teknologi, Maka dia akan Menguasai Dunia,”.

Kedua pernyataan diatas menunjukkan bahwa pentingnya menguasai teknologi di era digital ini dan sudah seharusnya sebagai pemuda harapan bangsa yang tumbuh di era digital ini untuk lebih serius lagi dalam memahami pemahaman teknologi agar bisa bersaing secara global. Untuk bisa menguasai teknologi tentu harus ada faktor pendukung internal dan eksternalnya.

Faktor internalnya adalah bagaimana seorang pemuda harus memiliki kemauan untuk menjadi pemuda yang ahli dibidang teknologi, sedangkan faktor eksternalnya adalah dukungan orang sekitar dan partisipasi pemerintah dalam menyediakan fasilitas yang lengkap bagi pemuda untuk mengembangkan kemampuan personalnya dibidang teknologi.

Dilain sisi ada tantangan tersendiri yang harus dihadapi oleh pemuda di era digital ini, yaitu bagaimana young people ini dapat memanfaatkan teknologi sebaik-baik mungkin sehingga menimbulkan dampak positif bagi kehidupan bangsa dan keberhasilan negara.

Jangan sampai teknologi mengambil waktu kita yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif malah kita gunakan untuk hal yang sia-sia, yang seharusnya melakukan perubahan malah melakukan rebahan. Sudah bukan zamannya lagi pemuda untuk mngerjakan hal yang sia-sia, seperti bermain game, menonton hal-hal yang tidak bermanfaat, chatingan tidak jelas dengan pacar, dan masih banyak lagi yang tidak bisa sebutkan satu persatu.

Untuk menghindari penggunaan teknologi yang sia-sia maka seorang pemuda harus bijak dalam menggunakan teknologi. Seperti menggunakan teknologi pada waktu yang tepat. Gunakan sesuai dengan kebutuhanmu saja, sehingga tidak banyak waktumu yang terbuang sia-sia. Kemudian gunakan teknologi untuk hal-hal yang positif yang bisa memberikan manfaat, bukan memberikan mudharat atau kerugian pada dirimu.

Peran pemuda Hidayatullah di era digital

Kemajuan teknologi harus bisa dimanfaatkan sebaik-baik mungkin oleh pemuda Hidayatullah, karena itu merupakan peluang yang bagus untuk mengoptimalkan peran dan kiprah dai dalam berdakwah. Jangan sampai pemuda Hidayatullah hanya menjadi sebagai penonton, melihat bagaimana banyak hoaks yang beredar di media sosial.

Sebagai pemuda Hidayatullah yang tangguh, tentu kita tidak bisa diam saja melihat banyaknya berita hoaks yang beredar. Jangan sampai berita hoaks tersebut membuat kaum muslimin khususnya di Indonesia semakin jauh dari Al-Qur’an dan Sunnahnya. Jangan sampai masyarakat melihat informasi-informasi yang kurang bermanfaat bahkan menyesatkan.

Sudah seharusnya di era digital ini pemuda Hidayatullah berdakwah menggunakan media sosial. Mulai dari youtube, instagram, facebook, dan media lainnya. Bisa berdakwah melalui tulisan hingga audio visual. Dan Alhamdulillah Hidayatullah telah menggunakan media sosial untuk berdakwah menyiarkan agama islam, guna melawan hoaks-hoaks yang beredar di media sosial. Melalui tulisan hidayatullah memiliki website www.hidayatullah.com dan melalui audio visual hidayatullah memiliki YouTube Hidayatullah ID.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image