Dari Persekutuan Menjadi Musuh, Ukraina dan Rusia Kian Memanas

Image
Dian Ariyani Surya
Info Terkini | Tuesday, 01 Mar 2022, 11:22 WIB

Di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai dunia tengah digemparkan oleh konflik antara Ukraina dan Rusia.

Sumber : lumajang.jatimnetwork.com

Sebelum tahun 1990 pada saat perang dingin sedang terjadi orang Rusia dan Ukraina menyatu dalam negara Federasi Uni Soviet yang pada zaman dahulu dikenal dengan memiliki sifat komunis yang sangat kuat. Setelah perang dingin berakhir, Ukraina menyatakan kemerdekaannya pada Tahun 1991 lalu di acara Referendum yang digelar oleh rakyat Ukraina.

Revolusi terjadi di negara Ukraina pada Tahun 2005 sampai 2014 silam. Ukraina menolak keras supermasi Rusia. Ukraina yang kian mendekat dengan negara barat dan mencari berbagai cara agar bisa bergabung menjadi anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO) yang merupakan organisasi aliansi militer terdapat 28 negara Eropa dan Amerika Utara. Mendengar hal itu Rusia menganggap bahwa Ukraina berpihak kepada negara barat dan negara yang beranggota di NATO.

Desas desus konflik keduanya sudah terdengar, tetapi Rusia tidak membenarkan berita tersebut sampai akhirnya pada hari Kamis 24 Februari 2022 lalu presiden Rusia Vladimir Putin resmi mengumumkan bahwa mereka benar akan melakukan operasi militer untuk menyerang Ukraina. Rusia menyerang dan mulai meledakan rudal di sejumlah kota di Ukraina Kyiv, Odessa, Kharkiv, sampai Mariupol. Sampai dengan hari ini ketenggangan di antara keduanya kian memanas. Jaringan internet di Ukraina tidak stabil akibat operasi militer Rusia.

Mengutip dari Dunia Tempo.Co ada sebanyak 198 orang warga Ukraina tewas dalam perang dengan Rusia termasuk tiga di antaranya adalah anak-anak. Korban yang mengalami luka sebanyak 1.115 orang di antaranya anak-anak. Korban yang terluka ada 33 orang hingga sampai saat ini banyak korban yang berjatuhan dan banyak juga yang memilih mengungsi dari Ukraina.

Invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina memberikan kekhawatiran dari berbagai negara banyak sekali yang mengecam tindakan Rusia terhadap Ukraina. Banyak negara yang menyelamatkan warga negaranya yang tinggal di Ukraina dan banyak juga yang menjatuhi hukuman untuk Rusia. Sejarah akan terulang kembali begitulah pepatah mengatakan banyak negara yang resah karena takut perang Dunia ke III terjadi. Dengan demikian, Ukraina bukan lagi sekutu bagi Rusia, tetapi musuh. Sampai kapan peperangan ini akan berakhir? Kita tunggu saja, semoga ada titik terang untuk kedua negara tersebut.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Mahasiswi Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Kesekian Kali

Image

Puskesmas Terbaik DKI Jakarta Berdasarkan Review Terbaru

Image

Ruang Lingkup Morfologi

Image

Pengaruh k-pop terhadap remaja

Image

Prodi Hukum Bisinis Unismuh Makassar Siap Gelar Kuliah Perdana Awal Desember

Image

Video Kreatif Keren Tanpa Asap Rokok Lapas Perempuan Palembang Juara 1 pada HUT Yayasan Jantung Seha

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image