Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ramon Momon

Pelatih Everton Anggap Kinerja Wasit dan VAR Untungkan Manchester City

Olahraga | Sunday, 27 Feb 2022, 07:00 WIB

Manajer Everton, Frank Lampard, mengecam kinerja ofisial Liga Primer Inggris yang bertugas dalam pertandingan antara Everton melawan Manchester City pada Ahad (27/2) dini hari WIB. Lampard menilai, Everton harusnya mendapat hadiah penalti karena pemain Manchester City, Rodri, melakukan handball di kotak penalti pertahanan City.

Paul Tierney, wasit yang memimpin pertandingan, memutuskan tidak ada handball yang dilakukan oleh pemain City. Tetapi keputusan itu kemudian ditinjau oleh ofisial VAR. Setelah melakukan peninjauan kurang lebih dua menit, ofisial VAR menyatakan Everton tak layak mendapatkan hadiah penalti.

Usai pertandingan, Frank Lampard, tidak puas dengan keputusan wasit dan VAR, karena menurutnya Everton layak mendapat penalti karena jelas pemain City Rodri melakukan handball. Keputusan wasit dan VAR telah merugikan pihaknya.

"Saya tenang, saya tidak berteriak dan mengomel pada (wasit). Saya ingin tahu apakah itu offside dalam persiapan tetapi tidak, saya sudah diberitahu itu dengan jelas," katanya.

"Wasit mengatakan dia berada di sisi lain. Baik, saya mengerti, jadi pergilah ke VAR, yang memiliki waktu satu setengah menit, dua menit untuk melihatnya. Untuk berpikir bahwa (VAR) Chris Kavanagh belum memberi bahwa sebagai hukuman ketika menyerang dia di lengan, dalam posisi yang tidak wajar. Anak perempuan saya yang berumur tiga tahun saja bisa tahu jika itu adalah pelanggaran," tegasnya.

"Kami berjuang di dasar klasemen dan Man City berjuang untuk memenangkan liga. Semuanya penting. Ini adalah keputusan termudah yang pernah Anda dapatkan sebagai handball. Saya tidak tahu apa yang harus terjadi sebagai cerminan dari itu. Sebuah kesalahan adalah ketika Anda telah melakukan sesuatu yang salah dan tidak punya waktu untuk memikirkannya, mereka punya waktu dua menit untuk mencerna handball," ucapnya.

"Bahkan jika VAR mengatakan mereka tidak yakin, maka lihatlah. Ini adalah ketidakmampuan yang terbaik, jika bukan itu maka seseorang perlu menjelaskan apa itu. Ini adalah bola tangan yang jernih dan jelas," katanya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image