Panas Ekstrim Akibat Global Warming: Bumi Kita Semakin Panas, Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Info Terkini | 2025-05-24 23:36:52
Pernah kalian merasa pada akhir-akhir ini terasa lebih panas dari biasanya? Atau perubahan iklim yang berubah drastis ? Ini bukan sekadar perasaan ini adalah gejala dari global warming atau pemanasan global.
Apa Itu Global Warming?
Global warming adalah proses peningkatan suhu rata-rata di atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Penyebab dari global warming itu sendiri adalah efek gas rumah kaca yang menumpuk di atmosfer memerangkap panas matahari dipermukaan bumi, sehingga membuat suhu bumi lebih hangat. Gas-gas ini dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia, terutama:
- Pembakaran bensin dan solar dari kendaraan
- Penggunaan listrik dari batu bara
- Pembakaran hutan untuk membuka lahan
- Limbah industri dan limbah rumah tangga
Contoh nyata:
- Setiap kali kita menggunakan AC sepanjang hari atau mengendarai kendaraan , kita berkontribusi menambah emisi karbon.
Pada saat ini. Banyak penggunaan kendaraan menggunakan bensin dan solar, hutan dan pohon yang banyak ditebang, gedung bertingkat dengan design banyak kaca, membuat suhu dipermukaan bumi ini lebih meningkat. Efek rumah kaca sebenarnya baik untuk bumi yaitu untuk menjaga bumi tetap hangat dan layak dihuni. Tanpa efek rumah kaca suhu dibumi akan jauh lebih tinggi yaitu sekitar -18 derajat celcius.
Proses efek rumah kaca itu sendiri terjadi karena :
- Sinar matahari masuk ke atmosfer Bumi dan diserap oleh permukaan Bumi
- Permukaan Bumi yang memanas memancarkan energi kembali ke atmosfer dalam bentuk radiasi inframerah
- Gas-gas rumah kaca di atmosfer menyerap radiasi inframerah ini dan memerangkapnya, sehingga panas tersebut tidak sepenuhnya kembali ke luar angkasa
- Gas-gas ini juga memancarkan kembali energi yang diserap ke segala arah, termasuk ke permukaan Bumi, yang meningkatkan suhu
Namun dikarenakan gas gas tersebut terlalu banyak diproduksi. Membuat suhu bumi yang seharusnya stabil tetapi meningkat akibat terlalu banyaknya gas gas seperti karbondioksida (CO2) dan metana (CH4).
Seperti tanggapan Copernius yang membahas tentang Rekor panas pecah lagi tahun ini, menurut data Copernius yang dikutip pada CNN indonesia Rekor Panas Pecah Lagi Tahun Ini, Peringatan Bumi Makin Mendidih. Menjelaskan “Periode Juni dan Agustus tahun ini, selama musim panas di belahan Bumi Utara, merupakan periode terpanas di dunia sejak 1940.
Ini merupakan rekor baru dari rangkaian rekor panas global yang terjadi. Namun begitu, para ilmuwan mewanti-wanti bahwa rekor ini tidak akan menjadi yang terakhir, lantaran manusia terus menggunakan bahan bakar fosil yang bisa memanaskan Bumi dan meningkatkan suhu global”
Melalui pernyataan tersebut dapat kita simpulkan akan memberikan dampak yang tidak baik untuk bumi. Berikut merupakan dampak dari global warming.
Dampak dari Global Warming :
- Cuaca Ekstrem
Di Indonesia, musim hujan bisa datang lebih cepat atau justru mundur.
Contohnya : Banjir besar yang melanda Jakarta di awal tahun seringkali akibat curah hujan ekstrem yang tidak biasa.
- Kebakaran Hutan
Suhu tinggi dan kekeringan memicu kebakaran besar.
Contohnya : Kebakaran hutan di Riau dan Kalimantan menyebabkan kabut asap hingga negara tetangga terkena dampaknya.
- Naiknya Permukaan Laut
Es di kutub mencair, air laut naik, dan pulau-pulau kecil mulai tenggelam.
Contohnya : Pulau kecil di Kepulauan Seribu mulai kehilangan garis pantai dan terancam tenggelam. Lalu kasus di Jakarta yang sebagian permukaan daratannya tertutupi oleh air laut dan daratannya mulai turun akibat pengambilan air tanah yang berlebihan, beban pembangunan, dan perubahan iklim yang mengakibatkan kenaikan air laut.
- Gangguan Pertanian dan Ketahanan Pangan
Cuaca tidak menentu membuat petani kesulitan memprediksi masa tanam dan panen.
Contohnya : Panen gagal di berbagai wilayah karena musim kering berkepanjangan atau banjir yang datang tiba-tiba.
- Kepunahan Spesies
Banyak hewan kehilangan habitat alaminya.
Contohnya : Beruang kutub kehilangan es sebagai tempat berburu. Lalu Di Indonesia, orangutan kehilangan hutan akibat kebakaran dan pembukaan lahan.
Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk mengurangi global warming?
Hal utama yang harus kita lakukan untuk mengurangi global warming yaitu kesadaran pada diri sendiri. Dengan kita menjaga lingkungan dan tidak berlebihan dalam penggunaan emisi gas, tidak menggunduli hutan. Mungkin itu adalah salah satu untuk mengurangi efek rumah kaca.
Berikut cara untuk mengurangi global warming :
- Kurangi Sampah Plastik
Bawa tas belanja sendiri, hindari sedotan plastik.
Contoh: Gunakan tumbler dan kantong kain saat ke warung atau minimarket.
- Hemat Energi
Matikan lampu dan elektronik lainnya saat tidak digunakan.
Contoh: Gunakan kipas angin untuk menggantikan AC bila memungkinkan. Ketika AC tidak begitu digunakan. Lebih baik gunakan angin alami karena AC akan menimbulkan emisi gas seperti HFC (hidrofluorokarbon) dan CFC (chlorofluorocarbon), yang merupakan gas rumah kaca dengan potensi pemanasan global yang sangat tinggi.
- Gunakan Transportasi Yang Ramah Lingkungan
Jalan kaki, naik sepeda, atau naik transportasi umum.
Contoh: Dengan cara menaikin transportasi umum atau sepeda dibanding kendaraan pribadi. Karena dengan gerakan tersebut dapat mengurangi penggunaan kendaraan yang berpotensi emisi gas karbondioksida (CO2).
- Tanam Pohon
Pohon dapat menyerap karbon dan membantu mendinginkan bumi.
Contoh: Ikut program menanam pohon atau menanam tanaman di rumah sendiri.
- Dukung Energi Terbarukan
Dorong penggunaan listrik dari tenaga surya atau angin.
Contoh: Mulai dari hal kecil seperti menggunakan lampu LED hemat energi. Dan menggunakan kendaraan berbasis listrik.
Penutup
Efek rumah kaca bukan lah hal yang buruk. Efek rumah kaca memiliki fungsi alami yaitu untuk menjaga bumi agar tetap hangat dan layak dihuni. Namun apabila dilakukan secara berlebihan akan memberikan dampak buruk bagi bumi. Dampak buruk tersebut dapat mengakibatkan kebakaran hutan, debit air laut yang meningkat, suhu dibumi semakin panas atau hujan berlebihan, bahkan sampai kepunahan spesies dan gangguan pertanian.
Namun hal tersebut dapat dikurangi dengan menjaga lingkungan dan tidak memproduksi emisi gas yang berlebihan. Pada saat ini, cukup banyak inovasi yang berkembang untuk mengurangi emisi gas yaitu salah satunya dengan penggunaan kendaraan listrik yang berperan penting dalam mengurangi polusi udara di kota-kota besar. Maka dari itu, mari kita sama sama menjaga lingkungan, kurangi produksi emisi gas, dan lestarikan pepohonan agar bumi kita tetap terjaga.
Daftar pustaka
- Rekor Panas Pecah Lagi Tahun Ini, Peringatan Bumi Makin Mendidih
- detikcomhttps://www.detik.comEfek Rumah Kaca: Pengertian, Proses Terjadi, hingga Usaha Menguranginya
- CNN Indonesiahttps://www.cnnindonesia.comPenyebab Muka Tanah Turun yang Ancam Jakarta Tenggelam
- Nelitihttps://www.neliti.comEfek Rumah Kaca oleh Kendaraan Bermotor
- Kompas.comhttps://www.kompas.comPenyebab Penggunaan AC Bisa Tingkatkan Pemanasan Bumi ...
- Efek Rumah Kaca (Green House Effect) - GEOMEDIA
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
