Manfaat Paling Simpel Paham Support dan Resistance dalam Investasi Saham

Image
Setyo Sudirman
Eduaksi | Tuesday, 08 Feb 2022, 16:43 WIB

Siapa pun yang berkecimpung dengan investasi saham atau calon investor yang sedang belajar memulai investasi saham pasti tidak asing lagi atau lambat-laun akan mendengar dua istilah ini yakni support dan resistance.

Dua istilah ini dijumpai saat investor sudah sibuk dengan analisis teknikal dan secara khusus membaca charting dengan harapan bisa melakukan jual-beli saham di waktu yang tepat.

Umum diketahui, mengandalkan laporan keuangan dalam analisis fundamental saja tidak cukup bagi seorang trader atau investor. Investor dan trader yang bijak wajib melengkapinya dengan analisis teknikal.

Urusan teknikal tentu saja berhubungan dengan grafik, sehingga skill membaca saham dan mempelajari pola grafik, termasuk mengetahui titik support dan resistance sangat diperlukan.

Dengan paham hal ini maka investor atau trader bisa menentukan kapan waktu beli dan jual saham yang tepat dan bisa menetapkan take profit dan stop loss yan tepat untuk menekan kerugian semakin dalam.

Analisis teknikal seperti support dan resistance memang terkesan rumit, tepat sesuatu yang terkesan rumit itu bukan berarti tidak bisa dipelajari.

Secara umum dipahami bahwa support adalah batas terendah yang menjaga saham agar tidak kembali turun dan resistance adalah batas tertinggi yang menjaga harga saham agar tidak terus naik.

Nah, dengan tahu dan paham tentang support dan resistance dalam investasi saham maka kegunaan utama yang didapatkan adalah bisa melakukan transaksi jual-beli saham pada saat yang tepat di tengah kemudahan transaksi saham yang sudah serba online saat ini.

Nah, untuk menemukan support dan resistance, tentu ada banyak cara yang bisa dilakukan mulai dari melakukan pengamatan secara visual hingga menggunakan indikator, salah satunya Moving Average (MA) 5, 20 atau 50.

Nah, salah satu aplikasi investasi saham yang menyediakan charting komprehensif adalah IPOT yang dimiliki Indo Premier Sekuritas. Dengan charting yang tersedia, investor atau trader bisa dengan mudah secara visual mengetahui posisi support dan resistance.

Investasi dan trading saham pun bisa dilakukan dengan cepat, konkretnya karena bisa melihat titik support dan resistance dengan mudah. Selanjutnya, investor tinggal beli saham di posisi support dan menjualnya di resistance. Istilahnya, buy on support, sell at resistance.

Di luar itu, bisa juga investor atau trader membeli saham di posisi resistance dan menjualnya di resistance berikutnya atau buy high and sell higher.

So, membaca laporan keuangan (analisis fundamental) saja tidak cukup ketika ingin melakukan investasi atau trading saham. Trader dan investor wajib melengkapinya dengan analisis teknikal dan secara khusus paham support dan resistance. Dengan begitu, cuan pun didapatkan.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Rutan Temanggung adakan FUN GAME untuk Seluruh Pegawai Memperingati HUT RI dan HDKD 2022

Image

Perkuat Tusi Kehumasan, Pengelola Humas Jepara Ikuti Penguatan dari Sekretaris Jenderal Kemenkumham

Image

Jurnal ku hari ini

Image

Rupbasan Surakarta ikuti Penguatan Kehumasan oleh Sekretaris Jenderal

Image

Resmikan Eco Bee Park, Menteri LHK Dorong UMKM Semakin Maju Manfaatkan Madu dan Kelor

Image

Jelang Upacara HUT RI dan HDKD Ke-77 Tahun 2022, LPKA Kelas I Palembang Kemenkumham Sumsel Ikuti Rap

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image