Mengapa Protein? Pentingnya Protein Bagi Tubuh
Eduaksi | 2024-06-21 18:56:18Salah satu senyawa organik yang digunakan dalam metabolisme tubuh makluk hidup adalah protein. Protein adalah senyawa organik yang mengandung atom karbon, hidrogen, oksigen, dan nitegen. Protein disusun oleh asam amino dengan ikaran pretida mengandung gugus amino (-NH2) dan gugus asam karbon silat (-COOH). Asom amino dapat diklasifikasikan sebagai esensial dan non esensial. Asam amino esensial tidak dapat dibuat oleh tubuh tetapi sangat penting untuk metabolisme protein dan harus diperoleh dari makanan. Asam amino non esensial yang diperlukan untuk fungsi normal dan dapat disintesis dari asam amino lain dalam tubuh. Setelah asam amino yang tepat diperoleh mereka bergabung untuk membentuk protein jaringan sehingga tubuh dapat menggunakannya. Struktur asam amino secara umum adalah satu atom C yang mengikat empat gugus: gugus amina (-NH2), gugus karboksil (-COOH), atom hicingen (H), dan satu gugus sisa (R atau residu) atau disebut juga rantai samping yang membedakan satu asam amino dengan asam amino yang lain (Surayitno, 2017).Asam amino berfungsi sebagai unsur pembangun bagi protein dalam tubuh dan juga sebagai prekursor bagi banyak bahan fisiologis dan sumber energi. Sumber protein pada umumnya terdiri dari dua yaitu protein nabati dan protein hewani. Protein dalam makanan nabati terlindung oleh dinding sel yang terdiri dari selulosa yang telak dapat dicerna oleh cairan pencernaan, sehingga daya cerna sumber protein nabati pada umumnya lebih rendah dibandingkan dengan sumber protein hewani. Memasak makanan dengan memanaskannya akan merusak dan memecahkan dinding sel tersebut. Sehingga protein yang terdapat dalam sel menjadi terbuka dan dapat dicapai oleh cairan pencernaan saluran gastrointestinal. Sedangkan, protein hewani memiliki nilai gizi dibandingkan protein nabati. Proses pencernaan protein makanan dimulai ketika makanan masuk dalam rongga mulut hingga sampai di lambung, protein dipecah oleh enzim pepsin dan HCl menjadi metabolit intermediate tingkat polipeptida yaitu peptone, albumela, dan proteosa. Kemudian proses pencernaan dilanjutkan dalam duodenum, protein dipecah olch cairan pankreas (proteolitik, trypsinse, dan chemo tripsine). Enzim oligopeptidase memecah ikatan oligopeptida, kemudian oligopeptida dipecah oleh erepsine menjadi asam amino. Asam amino tersebut diserap oleh sel epitelium usus dan berdifusi secara pasif melalui membrana sel karena larut dalam air. Produk akhir metabolisme protein yaitu asam amino dipergunakan oleh sel untuk membangun massa otot, sebagai sumber energi mengoptimalkan fungsi setiap organ dalam tubuh.Protein sangat penting bagi tubuh yaitu sebagai zat pembangun, mekanisme pertahanan tubuh melawan mikroba dan zat toksik dan luar tubuh, mengatur proses metabolisme dalam bentuk enzim dan hormon, protein adalah salah satu sumber utama energi, dalam bentuk kromosom, protein berperan dalam proses transkripsi dan translasi sifat-sifat keturunan dalam bentuk gen (Diana, 2010).Kebutuhan asupan potein pada setiap individu bervariasi tergantung pada faktor usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas frik, dan kondisi kesehatan. Jika tubuh kekurangan asupan protein dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan pertumbuhan, penurunan fungsi imun, dan penurunan massa otot. Namun, jika mengonsumsi protein secara berlebihan juga dapat memiliki dampak negatif, seperti peningkatan risiko penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Protein sangat penting dalam menjaga kesehatan dan fungsi tubuh yang optimal. Dari peran struktural hingga fungsi biokimia yang kompleks, protein memainkan fungsi krusial dalam kehidupan makhluk hidup. Oleh karena itu, penting bagi individu untuk memastikan asupan protein yang cukup dan seimbang.
Daftar Pustaka Diana, Fivi Melva. 2010. Fungsi dan Metabolisme Protein Dalam Tubuh Manusia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas.Suprayitno dan Sulistiyati. 2017. Metabolisme Protein. UB Press. Muchtadi, Deddy. 2013. Nutrifikasi Protein. Pustaka UT.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
