Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Kyu Jwi

Di Zaman Sekarang Masih Lari dari Komitmen?

Curhat | Friday, 21 Jun 2024, 13:00 WIB

Pada era modern yang serba cepat ini, masih banyak orang yang memilih untuk lari dari komitmen dalam hubungan. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui berbagai faktor sosial dan budaya yang mengalami perubahan signifikan. Salah satu alasan utama adalah ketakutan akan kehilangan kebebasan. Generasi Z saat ini sangat menghargai kebebasan individu dan sering kali memandang komitmen sebagai penghalang terhadap kebebasan pribadi mereka. Mereka khawatir bahwa komitmen jangka panjang akan membatasi ruang gerak dan kesempatan untuk mengeksplorasi hal-hal baru yang ingin mereka lakukan.

Selain itu, trauma dari pengalaman masa lalu juga berperan besar dalam membuat seseorang enggan berkomitmen dengan orang lain. Pengalaman buruk dalam hubungan sebelumnya bisa meninggalkan memori yang negatif dan mempengaruhi cara pandang terhadap hubungan baru. Ketakutan akan terluka kembali atau mengulangi kesalahan yang sama sering kali membuat seseorang memilih untuk menghindari komitmen.

Tuntutan karir dan pendidikan juga menjadi faktor penting. Generasi muda cenderung lebih fokus pada pengembangan karir dan pendidikan, sehingga komitmen dalam hubungan romantis tidak menjadi prioritas utama. Mereka merasa bahwa membangun karir yang stabil dan mapan lebih penting daripada menjalin hubungan yang serius. Misalnya, seorang mahasiswa Universitas Airlangga memilih untuk menunda hubungan romantis demi fokus pada studinya demi mengejar cita-citanya. Dia berkomitmen penuh untuk menunaikan kewajibannya sebagai pelajar, menghabiskan waktu untuk belajar, mengikuti kegiatan akademik, dan meraih prestasi, dengan tujuan utama mencapai kesuksesan akademik. Hal ini menunjukkan bagaimana prioritas pada pendidikan dan karir dapat mempengaruhi komitmen dalam hubungan.

Media dan budaya populer turut mempengaruhi pandangan tentang komitmen. Film, acara TV, dan musik sering kali menggambarkan hubungan yang singkat dan tidak berkomitmen sebagai sesuatu yang normal dan dapat diterima. Narasi ini dapat mempengaruhi cara pandang masyarakat, terutama generasi muda, tentang apa yang dianggap sebagai hubungan yang sehat dan memuaskan kedua belah pihak.

Meskipun banyak faktor yang membuat orang lari dari komitmen, penting untuk membangun pemahaman baru tentang arti komitmen dalam sebuah hubungan. Komitmen tidak selalu berarti kehilangan kebebasan atau kesempatan, melainkan bisa menjadi dasar yang kuat untuk membangun hubungan yang sehat dan mendukung pertumbuhan pribadi untuk menjadi lebih baik. Melalui refleksi dan pemahaman yang lebih mendalam, kita dapat menemukan keseimbangan antara kebebasan pribadi dan komitmen dalam hubungan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

 

Tulisan Terpilih


Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image