Pengembangan Teknologi Kedokteran untuk Transformasi Teknologi Kesehatan
Teknologi | 2024-06-15 10:05:11
Dunia ini pasti tidak lepas dari adanya sebuah perubahan. Entah itu perubahan yang membawa dampak yang baik, maupun yang buruk. Banyak sekali dampak baik yang dapat ditimbulkan dari perubahan. Salah satunya adalah semakin berkembangnya teknologi yang diciptakan oleh manusia. Teknologi pada dasarnya diciptakan dengan harapan bisa membantu pekerjaan dan aktivitas manusia.
Kemajuan teknologi tentu saja tidak hanya terjadi pada suatu bidang tertentu. Teknologi yang diciptakan manusia untuk membantu dan memudahkan aktivitas manusia sejatinya terjadi dalam seluruh bidang kehidupan dunia. Tentu saja teknologi yang maju diciptakan untuk segala aktivitas dalam bidang pendidikan, bidang sosial maupun budaya, bidang ekonomi, bidang transportasi, bidang politik, dan tak lupa yang tidak kalah pentingnya juga adalah dalam bidang kesehatan.
Perlunya kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan tak lepas dari seluruh kegiatan, aktivitas, dan perubahan-perubahan baik yang terjadi di dunia akan terasa sulit untuk dilaksanakan, apabila manusia yang notabenya merupakan komponen terpenting dalam mendorong kemajuan teknologi tidak dapat beraktivitas secara maksimal karena adanya gangguan kesehatan.
Dalam kehidupan ini, aktivitas dalam bidang kesehatan merupakan aktivitas yang paling penting. Maka dari itu perlu adanya teknologi-teknologi pembaharuan untuk mendukung berjalannya pembangunan segala aktivitas dalam bidang kesehatan. Seperti yang sudah pernah dikatakan oleh Raymond, 1998, bahwasannya penggunaan teknologi kesehatan yang tepat melibatkan tidak hanya penguasaan ilmu pengetahuan, peralatan teknik atau mesin dan konsep-konsep tetapi juga untuk mengetahui masalah-masalah ekonomi, etika dan moral.
Hampir semua bidang ilmu pengetahuan ikut turut andil dalam mendorong munculnya teknologi kesehatan, seperti MRI, stetoskop, thermometer, bahkan sampai CT Scan. Hal ini sesuai dengan gambar kontribusi disiplin-disiplin ilmu pada teknologi kesehatan oleh Anbar, 1984. Karena menurutnya teknologi kesehatan melibatkan semua jenis teknologi, seperti elektrik dan elektronik (fisikokimiawi, kimiawi, elektromagnit dan optik), akustik, dan mekanik jika dipandang dari perspektif peralatan secara praktis.
Layanan kesehatan yang sudah ada pada saat ini memang sudah berjalan dengan baik, namun kita juga perlu untuk terus mengembangkan layanan kesehatan agar hari esok bisa menjadi lebih baik dari hari ini dan hari-hari kemarin. Dengan begitu, untuk membangun, memajukan, dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang sudah ada agar dapat dimanfaatkan semaksimal dan seifisen mungkin perlu terus adanya perubahan. Perubahan yang terus berjalan ke arah yang lebih baik. Maka di sinilah peran teknologi berlangsung dan dapat semaksimal mungkin dimanfaatkan.
Namun, memang tidak mudah bagi kita untuk mengembangkan teknologi kedokteran untuk transformasi teknologi kesehatan yang terfokus pada penyedia layanan kesehatan. Ada banyak tahapan yang harus dilakukan untuk mengembangkan teknologi kesehatan tersebut. Menurut Feeney, 1986, tahapan-tahapan pengembangan teknologi Kesehatan tersebut terdiri atas empat tahapan, diantaranya adalah inovasi, pengembangan, difusi atau disiminasi, dan yang terakhir adalah evaluasi.
Inovasi sendiri terdiri atas proses pengembangan ilmu pengetahuan melalui riset dasar sebagai proses awalan. Lalu selanjutnya ada proses pengembangan teknologi yang dibedakan menjadi dua, yaitu teknologi baru dan teknologi bakalan. Teknologi bakalan sendiri memiliki arti teknologi yang sedang diterapkan itu sedang dalam masa uji coba laboratorium. Lalu difusi teknologi yang menurut Banta et al, 1981, merupakan suatu proses dimana teknologi memasuki dan menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan. Dan yang terakhir merupakan evaluasi, yang memiliki kepatuhan pasien, kemampuan diagnosis, efektivitas di Masyarakat, cakupannya, dan potensi terapi, sebagai faktor penunjangnya.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
