Berani Jujur, Hebat!
Sastra | 2024-05-10 09:25:04Penulis: Juznia Andriani
Adi semangat pulang dari berlatih sepak bola. Terbayang segelas susu yang telah disiapkan Bunda tersaji di atas meja. Sambil berjalan pulang, bola disepak ke kanan dan ke kiri. Sampai di rumah, segera membuka kunci pintu. Adi membawa kunci karena Bunda ada acara pengajian di Majelis Taklim.
Pintu terbuka, Adi tetap memainkan bola. Disepak ke kanan kiri terkadang dilambungkan ke atas. Adi sangat menikmati setiap gerakannya. Saat masuk ke ruang makan, Adi melambungkan bola agak tinggi dan melampaui meja makan. Praaang, suara gelas pecah dan jatuh dari meja terkena sepakan bola. Adi kaget terdiam.
Namun, Adi segera bergegas mengumpulkan pecahan gelas dan memasukkannya ke dalam kantong plastik. Setelah itu, Adi mengepel lantai yang kotor karena tumpahan susu.
Setelah bersih semua, Adi terdiam. Adi bingung akan jujur ke Bunda atau diam saja. Akhirnya Adi berniat untuk jujur. Teringat pesan Ustad untuk selalu jujur di mana pun berada.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
