Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ade Sudaryat

Jangan-jangan Syahadat dan Keislamanku Palsu

Sastra | Monday, 10 Jan 2022, 21:44 WIB

Api Amarah

air mata ini telah kering tertumpah

untuk menauri untaian maaf darimu,

tapi, air mataku mambung

tak mampu memudurkan api amarahmu

nan panas kian membara

kau bebal, kau sombong

api amarahmu telah mengalahkan

panasnya api neraka nan membara

nan masih bisa dipudurkan

dengan setetes air mata penyesalan

Palsu dan Semu

rambut palsu, gigi palsu

ijazah palsu, gelar palsu

berita palsu, fakta palsu

pengabdian palsu, ketulusan pun ikut palsu

janji-janji politik palsu

kesejahteraan rakyat semu

kemakmuran dan keadilan pun ikut semu

jangan-jangan...

ibadah salatku palsu

puasa dan lebaranku palsu

haji dan umrahku palsu

jangan-jangan...

syahadat dan keislamanku palsu

jangan-jangan ketaatan ibadahku

hanya kamuflase untuk menutupi

ragam kepalsuan yang menyelimuti diri

Ilustrasi : Wajah dibalik Topeng (sumber gambar : www.podcasher.com)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image