Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nanik Sri Rahayu

Berniat Mengunjungi Desa Adat Penglipuran? Pertimbangkan 2 Momen ini!

Wisata | Thursday, 06 Jan 2022, 08:55 WIB

Desa adat Penglipuran yang berada di Kabupaten Bangli, menjadi salah satu tujuan wisata budaya di Bali. Desa adat yang terkenal bersih, rapi dan masyarakatnya masih memegang adat dan budaya dengan sangat kuat. Penglipuran dideklarasikan sebagai desa wisata berbasis kemasyarakatan pada 15 Desember 2012. Hingga kini, Penglipuran tetap berkomitmen menjadi community based tourism. Artinya pariwisata harus bisa mensejahterakan bangsa, jangan sampai merusak budaya, ekonomi dan juga lingkungan. Bahkan Penglipuran telah meraih penghargaan sebagai desa wisata mandiri inspiratif 2021.

Bagi Anda yang ingin mengunjungi Penglipuran, saya berikan rekomendasi kapan sebaiknya berkunjung ke sana. Ada 2 momen yang sangat pas jika Anda ingin berkunjung ke Penglipuran, yaitu saat hari raya Galungan dan Kuningan. Karena saat hari raya ini, Anda bisa menyaksikan Penglipuran yang dihias dengan aneka bentuk hiasan yang terbuat dari janur. Anda juga bisa menyaksikan warga yang mengenakan pakaian adat berduyun-duyun menuju Pura untuk melakukan persembahyangan.

Saat hari raya itu juga, banyak sekali penjor yang menghias Penglipuran. Deretan bambu melengkung berhias janur di sepanjang sisi jalan utama Penglipuran membuat pemandangan semakin indah. Berfoto dengan latar belakang jalan utama itu pastinya akan membuat kenangan indah tersendiri bagi Anda.
Selain pemandangan desa yang berhias dengan janur, Anda pun bisa menyaksikan pertunjukan tari maupun drama musikal tradisional Bali saat mengunjungi di kedua momen itu. Semuanya bisa Anda saksikan tanpa harus membayar biaya tambahan.
Biaya masuk ke Penglipuran saat ini adalah 25 ribu rupiah per orang untuk wisatawan domestik dan 50 ribu rupiah untuk wisatawan asing. Saat kedua momen hari raya ini, sebaiknya Anda datang sedari pagi, sehingga bisa menyaksikan persiapan warga melakukan persembahyangan di Pura. Saat pagi juga pengunjung belum terlalu banyak, jadi saat berfoto tidak akan banyak orang lalu lalang di belakang Anda.

Pertunjukan tari dilakukan malam hari di depan Pura sehingga masyarakat umum pun bisa menyaksikan, berbaur dengan warga asli. Dari pagi hingga malam Anda bisa mengeksplorasi keindahan dan juga budaya warga Penglipuran, jika lapar tak perlu khawatir karena ada beberapa warga yang membuka warung makan juga.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image