Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image syilvanna

Aku Si Miskin yang Ingin Sukses

Sastra | 2023-12-19 22:43:37

Don't Forget, Beautiful Sunsets Needs Cloudy Skies” –Paulo Coelho

tangkapan layar: SYIL VANNA
tangkapan layar: SYIL VANNA

Apakah mungkin orang miskin bisa sukses? Kamu merasa sangat tidak beruntung dengan kondisimu saat ini. Hidupmu tidak sekaya yang kamu inginkan, rumahmu tidak bagus, handphonemu model lama, dan pakaianmu tidak bermerk. Lalu kamu pun menarik sebuah kesimpulan, aku tidak bisa sukses. Kemudian kamu mulai merenung sambil memikirkan berbagai tahapan-tahapan hal yang matang dan mulai bergerak demi adanya kemajuan.

Saya pernah berpikir seperti itu di awal masa kuliah. Hal seperti itu berasal dari omongan negatif orang-orang terhadap kondisi perekonomian saya yang golongan menengah ke bawah. Saat itu, saya melakukan kegiatan sehari-hari dengan membenci diri sendiri. Saya menarik diri dari lingkungan sosial dan menyendiri dalam kegelapan secara berlebihan. Ketika saya mulai bangkit di atas rasa keyakinan, saya masih belum percaya dan terus-menerus menyangkal dengan kemampuan diri sendiri. Akhirnya saya menyadari satu hal. Saya pun mulai menyadari yang terjadi saat ini bukan pada omongan negatif orang-orang yang belum menerima bentuk status ekonomi saya apa adanya. Apa saya rasakan ini ternyata juga banyak dialami oleh para teman-teman seusia saya yang status ekonominya di dalam golongan menengah ke bawah lainnya.

Myers, seorang psikolog yang melakukan penelitian mengenai kemiskinan, memaparkan bahwa kebahagiaan adalah tercipta dari kesejahteraan yang didapatkan serta banyaknya keuangan yang dimiliki. Myers juga menjelaskan bahwa kebahagiaan seseorang bisa muncul dengan ketekunan untuk mengaktualisasikan pikiran dengan bahagia, serta emosi positif pada seseorang. Fakta tersebut tidak asing lagi karena setiap hari kita dapat melihat dan merasakan dari berita-berita dari media massa yang menilai kita tentang seperti apa bentuk bertahan hidup yang seharusnya. Media massa kerap menunjukkan pencapaian para anak yang memiliki hak istimewa atas perekonomian keluarganya yang sangat luar biasa dan mengatakan bahwa itu sebuah privilege, hingga menjadi standar kesuksesan dalam kehidupan sosial kita. Bagi mereka yang “tidak terlahir kaya” maka akan mendapat status ekonomi shaming, yaitu seseorang yang menghina status sosial dari orang lain memberikan omongan negatif terhadap orang yang golongan perekonomian menengah ke bawah atau kerapkali orang menyebutnya (Miskin). Akibatnya banyak anak-anak miskin yang rela berhenti untuk menggapai mimpi hingga mengalami gangguan frustrasi seperti depresi dan stres.

Apakah Kesuksesan itu memang hanya untuk orang-orang yang terlahir kaya? Lalu bagaimana dengan orang tidak terlahir kaya? Jangan takut! Saat ini sudah bukan adanya sebuah pemikiran yang mengikuti standar kesuksesan yang lurus seperti jalan tol. Kamu yang tidak terlahir kaya juga bisa sukses kok. Lihat saja para pengusaha di Indonesia seperti Chairul Tanjung, Ciputra (Tjie Tjin Hoa), Bill Gates, dan Sudono Salim. Mereka tidak peduli dengan omongan negatif orang-orang dan merasa yakin orang tidak terlahir kaya bisa juga sukses. Bahkan Bill Gates pernah berkata, “If you are born poor, it's not your mistake but, if you die poor, it's your mistake.”

Bagi kalian yang pernah mendapat cemoohan, dan merasa bahwa tidak terlahir dari keluarga kaya kalian itu tidak menarik, tidak layak dihargai, tidak bisa menggapai cita-cita kalian stop! Hentikan sudut pandang yang sudah tertanam di benak kalian seperti itu. Mungkin sulit untuk melepaskan pemikiran status ekonomi shaming dan menciptakan hal baru yang standar akan kesuksesan di kehidupan sosial kita, tetapi kita bisa merubah perlahan-lahan pikiran negatif menjadi positif terhadap status ekonomi kita. Inilah saatnya untuk mengubah cemoohan menjadi pujian.

Pertama, berdamailah dengan keadaan, karena tidak sesuai seperti yang kamu inginkan. Keadaan ekonomi keluargamu mungkin tidak sekaya yang kamu inginkan, gaya hidup dan kesejahteraan ekonomi mu tidak seperti apa yang kamu harapkan, atau kehidupanmu saat ini tidak berjalan semestinya yang dibayangkan, tetapi maafkanlah. Patience with small details makes perfect a large work, like the universe. Tulis Corey Wayne dalam buku berjudul Mastering Yourself How To Align Your Life With Your True Calling & Reach Your Full Potential.

Agar bisa lebih mudah berdamai dengan keadaan kamu coba ingat-ingat kenangan berupa hal kecil apa yang sudah kamu lakukan di saat paling bahagia dalam hidupmu. Misalnya, ketika kamu masih bisa duduk disatu meja makan yang kayu kaki mejanya sudah tidak kokoh bersama kedua orangtua, ketika kamu masih bisa satu atap rumah dengan orangtua walaupun atapnya tidak memiliki plafon, atau ketika badanmu menyodorkan langsung dan memeluk erat kedua orangtua yang kamu sayang. Seandainya kamu terlahir kaya, kamu tidak mungkin bisa menghabiskan hari-hari bersama kedua orangtua, pasti kedua orangtuamu sudah sibuk rapat dengan rekan karjanya, kan? Jadi, dibanding memikirkan apakah tubuhmu terlihat cantik, mulai saat ini hargailah tubuhmu dan pikirkanlah apa yang bisa dilakukan tubuhmu untukmu. Jadi, dibanding memikirkan apakah orang tidak terlahir kaya akan bisa sukses, mulai saat ini hargailah status sosial ekonomi keluarga dan pikirkanlah apa yang bisa dilakukan dirimu untukmu.

Kedua, mulai mengambil tindakan dari hal yang sederhana. Buat keyakinan dalam dirimu bahwa kamu bisa sukses tanpa melihat latar belakang keluargamu. Jika biasanya kamu menggerutu dalam hati bahwa hal tersebut mustahil, kali ini cobalah yakinkan dengan kuat bahwa hal tersebut nyata dan tidak mustahil. Pasti sulit rasanya meyakinkan diri pada kondisi yang tidak terlihat secara nyata, tetapi tidak sesulit meyakinkan diri bahwa Neil Armstrong pergi ke bulan, kok. Jangan lupa sambil meyakinkan dirimu di dalam benak, ucapkanlah hal-hal positif seperti “aku bisa”, “aku mau berusaha”, “tentu saja aku pasti bisa”, atau yang heboh sedikit seperti “Easy peasy lemon squeezy. I can do it!” sambil berdiri tegak seperti tentara juga boleh. Diawal melakukannya mungkin terasa adanya keanehan karena tindakan meyakinkan diri tidaklah mudah dengan kondisi yang menurutmu masih stuck atau berdiam ditempat saja. Meski begitu, cobalah tindakan meyakinkan diri di lakukan setiap hari, maka semakin lama kamu akan meyakinkan apa yang kamu yakinkan. Metode ini disebut Method of gratitude.

The Harvard Medical School, menjelaskan bahwa dimana rasa bersyukur dipahami sebagai “Apresiasi penuh syukur terhadap apa yang diterima oleh seseorang, baik itu yang dapat dilihat maupun tidak dapat dilihat. Dengan bersyukur, seseorang mengakui adanya kebaikan dalam kehidupan mereka. Sebagai hasilnya, bersyukur juga dapat membantu orang untuk terhubung dengan apa yang lebih besar dari mereka sebagai individu- bisa saja, orang lain, alam, ataupun Kekuatan Tertinggi”. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo yakinkan sekuat tenaga dalam benakmu. Akan tetapi, lakukan langkah ini di barengi dengan melakukan sesuatu misalnya meyakinkan diri sambil belajar atau membuat sesuatu secara kreatif, ya. Jangan hanya yakin saja tetapi pikiran dan tindakan tidak ikut serta.

Ketiga, lakukan hal-hal yang dapat memberikan hasil. Jika biasanya kamu berkhayal agar bisa bahagia, kali ini ganti alasannya menjadi lebih positif seperti yang diucapkan oleh Pepatah Arab “man jadda wa jadda” menegaskan bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Jika kamu berusaha karena ingin merubah hidupmu jauh lebih baik, kamu melakukannya demi menaikkan derajat kedua orangtuamu. Sebaliknya, jika kamu tidak ingin berubah ke arah lebih baik, kamu melakukannya demi menyombongkan kondisimu yang sekarang. Alasan lakukan hal-hal yang dapat memberikan hasil rupanya sangat berpengaruh pada rasa tidak puas pada kondisi saat ini dan adanya sebuah pergerakan sedikit lebih maju dari sebelumnya.

Berdamailah dengan keadaan sendiri memang bukanlah hal yang mudah, terutama ketika kita terus-terusan menerima “cemoohan” dari lingkungan sekitar mengenai privilege is real. Ditambah lagi adanya tekanan dari diri sendiri yang kerap tidak yakin, tidak tahu dengan tujuan untuk terus maju atau berdiam saja mengikuti alur yang sudah ada. Meskipun demikian, meyakinkan diri sendiri dan terus berusaha apa adanya bukanlah hal yang tidak mungkin. Ingatlah bahwa sebuah kesuksesan tidak dibatasi oleh latar belakang status ekonomi keluarga. Melainkan dengan keyakinan yang bulat disertai usaha yang konsisten. Jadi mulai sekarang yakinkanlah dirimu dalam benak dengan penuh rasa yakin 1000%! Jika kamu masih saja tidak mau berdamai dengan keadaan dan terus mempercayai omongan negatif bahwa orang terlahir tidak kaya akan susah untuk mendapatkan kesuksesan, ya, sudah. Akan tetapi, apakah kamu mau berada didalam kondisi seperti itu selamanya?

SYIL VANNA Manajemen D Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Angkatan 2023

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image