Berpelukan Merupakan Perilaku Seksual? Ini Penjelasannya!
Gaya Hidup | 2023-12-17 16:46:31
IMDb/Drama Korea Weightlifting Fairy Kim Bok-Joo" />
Saat ini banyak sekali remaja yang melakukan perilaku seksual. Dalam agama Islam sendiri perilaku seksual dinyatakan haram jika dilakukan oleh pasangan yang belum terikat secara sah, sebab hal itu merupakan kategori zina.
Namun, kebanyakan remaja justru malah menganggap bahwa melakukan hubungan seksual dengan pacar atau pasangan mereka merupakan hal yang biasa atau normal untuk dilakukan. Perilaku seksual yang biasa dilakukan oleh remaja sangat beragam, mencakup tindakan seperti berciuman, bercumbu ringan dan berat hingga hubungan seksual secara fisik.
Akan tetapi, apakah berpelukan juga termasuk perilaku seksual? Mari kita bahas.
Pengertian dari perilaku seksual sendiri adalah suatu perilaku yang dilakukan atas dasar hasrat atau keinginan seksual terhadap lawan jenis ataupun sesama jenis. Menurut Yulianto (2020), perilaku seksual terjadi melalui beberapa proses, mulai dari touching (sentuhan), kissing (ciuman), petting (meraba), hingga sexual intercourse (hubungan intim).
Pada tiap tahapan tersebut, perilaku-perilaku ini dilakukan atas dasar dorongan seksual atau nafsu. Berpelukan sebenarnya termasuk ke dalam kategori touching (sentuhan) karena pelukan dilakukan dengan menyatukan kedua tubuh di mana terjadi kontak fisik antar individu.
Meskipun pelukan melibatkan kontak fisik, penting untuk memahami bahwa tidak semua pelukan dapat dianggap perilaku seksual. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perilaku seksual didasarkan oleh keinginan untuk melakukan hubungan dan mencapai kepuasan seksual.
Apabila pelukan itu dilakukan semata-mata untuk memberikan rasa aman dan positif maka hal tersebut tidak dapat dikatakan perilaku seksual. Dalam hal ini, dapat diketahui pelukan memiliki sifat non-seksual dan seksual, yakni mengarah pada keintiman yang lebih dalam.
Pelukan yang bersifat seksual biasanya disertai dengan kontak fisik yang intim, mencium bibir dan leher, menempelkan alat kelamin, meraba, dan kemudian dilanjut dengan bersenggama. Pelukan seksual dilakukan dalam durasi yang lama dengan tujuan untuk merangsang secara seksual dan mencapai kepuasan.
Sedangkan untuk pelukan yang bersifat non-seksual umumya dicirikan dengan durasi yang lebih sebentar, kontak fisik yang dilakukan berfokus pada perasaan dan kenyamanan satu sama lain. Pelukan non-seksual tidak hanya terjadi dalam hubungan pacaran, melainkan juga pada hubungan keluarga dan pertemanan.
iStock/Edwin Tan" />
Demikian, dapat disimpulkan bahwasannya berpelukan merupakan perilaku seksual jika dilakukan dengan motif dan keinginan yang bersifat seksual. Pelukan tidak dapat dikatakan perilaku seksual jika tidak berkaitan dengan hal-hal yang berbau seksual.
Jadi, jika kamu melihat seseorang berpelukan baik itu dengan lawan jenis ataupun sesama jenis bukan berarti mereka sedang melakukan perilaku seksual, ya! Perhatikan juga konteks dari pelukan tersebut.
Setelah membaca dan memahami penjelasan diatas, diharapkan artikel ini dapat menambah pengetahuanmu mengenai topik perilaku seksual.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
