Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Siti Imas Maesaroh

Pengaruh Covid 19 Terhadap Perekonomian di Indonesia

Bisnis | Friday, 01 Dec 2023, 21:49 WIB

Indonesia mencatat dua kasus positif Covid-19 pada tanggal 2 Maret 2020. Kasus meningkat sepanjang bulan Maret, karena pemerintah menolak mengharapkan keputusan atau kebijakan lockdown. Ibu kota Jakarta akhirnya memberlakukan aturan tinggal di rumah, yang disebut PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang dimulai pada 10 April 2020, diikuti beberapa provinsi dan kota lainnya. Namun demikian, tidak ada tindakan lockdown yang diterapkan oleh pemerintah pusat. Metode PSBB dicabut sepanjang bulan Mei, meskipun komunikasi tentang persoalan mengenai virus ini terus berlanjut. Ibu kota Jakarta Menjadi daerah terakhir yang menerapkan kebijakan PSBB paling ketat pada 4 Juni, seiring dengan perubahan yang digambarkan oleh Gubernur Anies Baswedan sebagai fase transformasi. Perubahan ini berlanjut dengan baik di Jakarta hingga bulan Juli 2020. Ketika dua kasus Covid-19 pertama diumumkan di Indonesia, negara ini berada dalam ketakutan pada langkah ke-14, politis Jakarta Anies Baswedan mengumumkan bahwa semua sekolah di Jakarta akan ditutup. Namun, beberapa sekolah tidak bersedia menerapkan program Pendidikan di rumah.Hal ini disebabkan oleh kurangnya pelatihan di negara ini. Begitu pula dengan pekerjaan, ada beberapa perusahaan yang menutup kantornya, dan ada pula yang mempekerjakan karyawannya dari rumah atau biasa disebut WFH (work from home). Berdasarkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 sebesar -2,07%. Hal ini menyebabkan perekonomian Indonesia pada tahun 2020 mengalami diflasi atau penurunan drastis karena perkembangan ekonomi di Indonesia kurang stabil. Perubahan tersebut dipengaruhi karena pandemi Covid-19. Pemerintah di Indonesia berupaya berbagai kebijakan untuk mengatasi penyebaran Covid-19, namun pada akhirnya menimbulkan masalah baru yaitu berkurangnya jumlah konsumsi Rumah Tangga (RT) dan konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT). Konsumsi di Indonesia tidak terkendali dan menyebabkan perekonomian pada konsumsi Rumah Tangga (RT) mengalami penurunan yang sangat drastis dari 5,04% menjadi -2,63%, dan konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) mengalami penurunan dari 10,62% menjadi -4,29%. Berdasarkan survey Kemnaker pada akhir tahun 2020, banyak perusahaan yang terdampak langsung karena pandemic Covid-19 dengan data 88% perusahaan yang terdaftar. Karena dampak dari pandemi tersebut berdampak pada penurunan permintaan pasar, produksi, dan keuntungan yang terjadi pada perusahaan.. Terdapat 17,8% perusahaan yang memberlakukan pemutusan hubungan kerja, 25,6% perusahaan yang merumahkan perusahaannya pekerjanya, dan 10% yang melakukan keduanya. Berdasarkan World Bank, pemulihan ekonomi di Indonesia dari pandemic Covid-19 meningkat pada akhir tahun 2021 mencapai 3,7% Ketika Indonesia keluar dari gelombanng varian Delta yang cukup parah pada bulan Juli-Agustus momentum tersebut terbawa hingga triwulan pertama tahun 2022 dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5%.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image