Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Kamaruddin

Keturunan Sultan Bukanlah Orang yang Kehilangan Kekuasaan

Sejarah | 2022-01-03 17:19:45
Sultan Muhammad Daud Syah, sultan Aceh terakhir bersama pengawalnya | Foto : Ist

"Kami masih ada bukan tidak ada, kami akan melakukan yang terbaik untuk masyarakat."

Banda Aceh - Pengurus Besar Kaum Alaidin Kesultanan Aceh Darussalam mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Forum Group Discussion (FGD) membahas tentang Kesultanan Aceh, di Lambada Kupi, Gampong Pineung, Kota Banda Aceh, Minggu 2 Januari 2022.

Kaum Alaidin merupakan tempat bernaung para keturunan Sultan Muhammad Alaidin Daud Syah. Untuk diketahui, Sultan Alaidin merupakan Sultan Aceh terakhir atau Sultan ke-35. Sultan yang lahir pada 1871 itu diangkat sebagai Sultan Aceh di Masjid Tua Indrapuri pada tahun 1874.

Sultan Alaidin menentang Belanda yang saat itu telah menguasai wilayah Kutaraja. Ia disebut merobek draf damai karena tidak mengakui kekuasaan Belanda.

Akhirnya, Belanda mengasingkan Sultan Muhammad Alaidin Daud Syah dari Aceh ke Ambon pada 1907. Terakhir dipindahkan ke Batavia (Jakarta) sampai wafat sebagai tawanan Belanda pada 6 Februari 1939 dan dimakamkan di Rawamangun.

Sultan Alaidin merupakan cucu dari Sultan Mansur Syah, yang sampai tahun 1884 merupakan Wali dari Tuanku Hasyim, anak dari Sultan sebelumnya yang juga merupakan pamannya yaitu Sultan Mahmud Syah. Hingga kini ratusan keturunan itu masih ada dibeberapa daerah di Aceh dan luar Aceh.

Katibul Muluk, Tuanku Muntazar, mengatakan persepsi pemerintah atau bahkan masyarakat tentang keturunan sultan di Aceh selama ini salah. Keturunan sultan bukanlah orang yang kehilangan kekuasaan. Keturunan sultan adalah mereka yang kembali membangun peradaban di Aceh.

"Leluhur kita pada masa lalu tidak melihat kekuasaan dalam berjuang, melainkan yang mereka lihat adalah keberadaban. Mereka korban kan harta tahtanya," kata Muntazar kepada wartawan.

"Jadi jangan pernah menganggap keturunan sultan sekarang adalah orang yang kehilangan kekuasaan. Sehingga terkesan melupakan," tambahnya.

Tokoh Muda Sultan Alaidin, Tuanku Badral Maruzi, mengatakan keturunan Sultan Alaidin saat ini berada di tengah-tengah masyarakat. Mereka juga berkiprah di bidang swasta maupun negri.

"Kami ingin mengatakan bahwa kami ada, kami selalu akan terus membuat hal baik untuk masyarakat," tegas Badral.

Ia juga menegaskan kepada Pemerintah Aceh agar lebih memberikan perhatian kepada leluhur Aceh. "Saya sangat apresiasi Anies Baswedan yang menjunjung tinggi Sultan Aceh dengan memugar makam leluhur kami," tuturnya.

Tokoh Muda Alaidin yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Tuanku Muhammad, menyebutkan terkait pemugaran yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta yang menghabiskan anggaran sebesar Rp2,1 miliar, dirinya sangat menyayangkan tidak adanya peran Pemerintah Aceh.

"Kita sangat sayangkan, tidak ada peran Pemerintah Aceh, baik dari sisi anggaran maupun yang mengusulkan. Ini murni inisiatif Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan," kata Muhammad.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image