Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Syahrial, S.T

Menghindari Bangkrut Kebaikan di Akhirat

Agama | Sunday, 08 Oct 2023, 16:15 WIB
Dokumen Republika


Perhitungan dalam kehidupan kita seringkali dinilai dengan harta dan uang. Namun, kita tidak boleh melupakan bahwa di akhirat, perhitungan akan dinilai berdasarkan kebaikan dan keburukan yang telah kita lakukan. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami pentingnya memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kebaikan dalam kehidupan mereka. Hadis dari Abu Hurairah yang disampaikan oleh Rasulullah menekankan pentingnya menyelesaikan permasalahan dan meminta maaf ketika berbuat zalim kepada sesama.

I. Zhalim kepada Sesama

Zhalim kepada sesama adalah perbuatan yang merugikan orang lain, baik itu berupa perlakuan kasar, pencurian, penipuan, atau perbuatan lain yang menyebabkan kerugian fisik, emosional, atau materi kepada orang lain. Dalam banyak kasus, tindakan zalim ini terjadi karena dorongan egoisme dan keserakahan individu yang ingin memperoleh keuntungan pribadi tanpa memperhatikan akibatnya terhadap orang lain.

II. Perhitungan di Dunia dan Akhirat

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali melihat orang yang berbuat zalim dan tidak bertanggung jawab atas perbuatannya. Mereka mungkin berhasil memperoleh harta dan keuntungan dalam hidup ini, tetapi perlu diingat bahwa perhitungan di dunia hanya mencakup aspek material. Di akhirat, perhitungan akan berfokus pada amal perbuatan, baik itu kebaikan maupun keburukan yang telah kita lakukan.

III. Meminta Maaf dan Memperbaiki Kesalahan

Rasulullah mengingatkan kita tentang pentingnya menyelesaikan permasalahan dan meminta maaf kepada orang yang telah kita zalimi. Ini adalah tindakan yang mulia dan menunjukkan kesadaran kita terhadap perbuatan buruk yang telah kita lakukan. Rasulullah mengatakan bahwa seseorang harus meminta halalnya darinya pada hari ini, sebelum datangnya hari kiamat yang tidak ada dinar dan dirham.

IV. Keutamaan Meninggalkan Perbuatan Zhalim

Rasulullah juga menjelaskan bahwa jika seseorang yang melakukan zalim tidak memiliki amal kebaikan yang cukup untuk mengimbangi perbuatannya, maka dosa dan kesalahan orang yang dizhalimi akan ditimpakan kepada pelaku zalim. Ini menunjukkan betapa seriusnya perbuatan zalim dalam Islam dan mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati dalam berinteraksi dengan sesama.

V. Pentingnya Kebaikan Lebih dari Kesalahan

Pesan yang disampaikan oleh Rasulullah dalam hadis ini adalah bahwa kita tidak boleh menjadi bangkrut gara-gara kezhaliman kita kepada orang lain lebih banyak daripada kebaikan yang kita bawa. Artinya, kita harus berusaha untuk lebih banyak melakukan kebaikan daripada kesalahan. Kebaikan yang kita lakukan akan menjadi bekal yang akan membantu kita di akhirat nanti.

VI. Memperbaiki Diri dan Masyarakat

Selain meminta maaf kepada individu yang kita zalimi, kita juga harus berusaha untuk memperbaiki diri dan masyarakat kita. Ini termasuk memperbaiki tindakan buruk yang pernah kita lakukan dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, kita juga harus berpartisipasi dalam membangun masyarakat yang adil dan berkeadilan sehingga zhalim tidak lagi memiliki tempat dalam kehidupan kita.

VII. Mengembalikan Hak-Hak yang Dizhalimi

Selain meminta maaf, mengembalikan hak-hak yang telah kita zalimi juga merupakan tindakan penting yang harus dilakukan. Kita tidak boleh mengambil hak orang lain tanpa alasan yang benar. Jika kita pernah melakukan hal ini, kita harus segera mengembalikan hak tersebut kepada pemiliknya. Hal ini adalah bentuk tanggung jawab dan kejujuran yang ditekankan dalam ajaran Islam.

VIII. Menghindari Zhalim di Kehidupan Sehari-hari

Penting bagi kita untuk selalu berusaha menghindari perbuatan zalim dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk menghindari berbohong, menipu, mencuri, dan tindakan-tindakan lain yang merugikan orang lain. Dengan menjauhi perbuatan zalim, kita akan dapat menjaga diri kita dari akibat buruk yang akan datang di akhirat.

IX. Menjadi Pribadi yang Berbudi Luhur

Untuk menghindari perbuatan zalim, kita juga harus berusaha untuk menjadi pribadi yang berbudi luhur. Ini berarti berperilaku baik, adil, dan penuh kasih sayang terhadap sesama. Dengan menjadi pribadi yang berbudi luhur, kita akan dapat menghindari perbuatan zalim dan memperbaiki hubungan kita dengan orang lain.

X. Kesimpulan

Pesan yang disampaikan dalam hadis Rasulullah mengenai pentingnya memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kebaikan dalam kehidupan kita sangat relevan dalam konteks kehidupan kita saat ini. Perhitungan di dunia mungkin dinilai dengan harta dan uang, tetapi di akhirat, perhitungan akan dinilai berdasarkan kebaikan dan keburukan yang telah kita lakukan. Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha untuk meminta maaf, memperbaiki kesalahan, dan meningkatkan kebaikan dalam kehidupan kita.

Perhitungan dalam kehidupan kita seringkali dinilai dengan harta dan uang. Namun, kita tidak boleh melupakan bahwa di akhirat, perhitungan akan dinilai berdasarkan kebaikan dan keburukan yang telah kita lakukan. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami pentingnya memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kebaikan dalam kehidupan mereka. Hadis dari Abu Hurairah yang disampaikan oleh Rasulullah menekankan pentingnya menyelesaikan permasalahan dan meminta maaf ketika berbuat zalim kepada sesama.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image