8 Fakta Menarik Cirebon, Kaya dan Legendaris
Sejarah | 2023-09-11 11:43:20
CIREBON, RETIZEN.REPUBLIKA - Salah satu daerah yang berada diperbatasan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah, Cirebon memiliki sejumlah fakta yang tak bisa dilupakan begitu saja. Sejumlah tempat wisata, kuliner, moda transportasi hingga julukan kerap hadir di wilayah pintu gerbang Provinsi ini. Menjelang gebyar pemilihan umum (Pemilu) 2024 nanti, akankah julukan Cirebon Kota Politik Tercipta?
Baca Juga:
Sebelum lebih jauh membahas potensi hadirnya julukan Cirebon Kota Politik, maei kita kilas balik sejenak mengenai daerah yang memiliki sejarah dan keunikan yang ada. Berikut fakta yang didapat, diantaranya:
1. Asal usul Cirebon
Melansir dari berbagai sumber, nama Cirebon berasal dari 2 suku kata, yakni Ci dan Rebon. Ci berarti Air atau Cai (dalam bahasa Sunda) dan Rebon diartikan sebagai satu hasil laut yakni udang. Setelahnya, daerah ini juga disebut dengan Kota Udang. Namun sejumlah sumber lain menjelaskan bahwa awal usus Cirebon berasal dari suku kata Caruban yang artinya campuran atau bersatu padu. Istilah itu berlandaskan kenaekaragaman suku yang ada di Cirebon, diantaranya Jawa, Sunda, Melayu, Cina, Arab.
2. Terkenal memiliki beberapa Keraton Yang Masih Eksis
Khususnya di Jawa Barat dan umumnya di Indonesia, Cirebon dikenal dengan terdapatnya sejumlah Keraton yang hingga kini eksistensinya masih ada. Diantaranya yakni Keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan dan Keraton Kaprabonan. Masing-masing Keraton memiliki Raja dan sejarah tersendiri.
Baca Juga:
3. Tujuan Awal Ziarah Wali Songo
Mayoritas masyarakat Indonesia memeluk agama Islam sebagai kepercayaannya. Untuk itu, seringkali ada tradisi yang masih rutin dilakukan yakni Ziarah Wali Songo. Terkadang, sejumlah peziarah memulai perjalanan religinya dengan mengunjungi Makam Sunan Gunung Jati yang ada di Cirebon. Oleh sebab itulah, Cirebon dikenal juga sebagai Kota Wali.
4. Kota Wisata Sejarah Dengan Sejumlah Kuliner Nusantara Favorit
Memiliki sejumlah destinasi wisata khususnya sejarah dan edukasi contohnya Goa Sunyaragi, Keraton Kasepuhan dan lainnya, Tak lengkap jika tidak mencicipi kuliner khas yang ada. Adapun kuliner Cirebon khas Nusantara yang dikenal luas diantaranya, Terasi, Nasi Jamblang, Empal Gentong, Tahu Gejrot. Keempat contoh tersebut sangat dikenal luas yang kerap dijadikan magnet pewisata maupun penduduk lokal.
5. Kesenian Khas Cirebon
Tak terpungkiri, Cirebon memiliki fakta akan komplitnya segala sektor, sejarah, pendidikan, transportasi, Suku, agama hingga budaya. Diantara kesenian lainnya, Tari Topeng dan Sintren sering tampil di acara-acara baik berskala rumahan hingga acara besar unsur pemerintahan.
6. Terdapat 4 Jenis Moda Transportasi
Satu keunggulan Cirebon dibanding daerah lainnya yakni dari sektor transportasi. Meskipun berada di ujung Provinsi Jawa Barat, Cirebon memiliki moda transportasi yang komplit, yakni Terminal Bus/ Angkutan Umum, Stasion Kereta Api, Pelabuhan, hingga Bandara.
7. Anekaragam Bahasa, Suku dan Agama
Belakangan ini, Cirebon kaya akan toleransi. Terbukti dengan kebersamaan dan toleransi tersebut hadir dengan adanya Bahasa, Suku dan Agama yang beragam. Untuk bahasa, Cirebon memang memiliki bahasa khas Cirebon, tapi banyak juga yang kesehariannya menggunakan bahasa lain seperti, Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, Bahasa China, Bahasa Melayu, Bahasa Arab.
8. Memiliki 4 Sarana Ibadah Berbeda
Keanekaragaman dan indahnya toleransi dapat terlihat di Cirebon. Hal itu terbukti dengan berdirinya tempat ibadah berbagai agama, diantaranya Masjid, Gereja dan Klenteng tanpa adanya pihak manapun yang mengganggu kenyamanan beribadah sesuai agama masing-masing.
8 Fakta Cirebon diatas menunjukan bahwa daerah yang memiliki semboyan "Gemah Ripah Loh Jinawi" ini layak mendapatkan predikat kaya dan Legendaris.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
