Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ruang Dakwah Medis Indonesia

Kasus HIV dan Sifilis Meningkat di Indonesia di Tahun 2023

Eduaksi | Saturday, 03 Jun 2023, 08:58 WIB

Solo – Pada bulan Mei tahun 2023 pihak Mentrian kesehatan Indonesia merilis bahwa angka tingkat kejadian HIV dan Sifilis semakin hari semakin meningkat. Selain angka kejadian yang meningkat juga diiringi dengan tingkat penularan yang cukup tinggi. Hal ini perlu diwaspadai dikarenakan kedua penyakit tersebut merupakan salah satu penyakit yang serius dan cepat menular.

Dosen Spesialis Medikal Bedah Prima Trisna Aji ketika melakukan pendidikan kesehatan dimasyarakat/Foto : Dokpri

Data Kemenkes menunjukkan bahwa jumlah ibu rumah tangga yang positif terinfeksi HIV hampir mencapai 35%. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan kasus HIV pada pekerja seks laki – laki. Juru bicara Kemenkes yaitu dr Muhammad Syahril menyampaikan bahwa “Kasus HIV baru pada kelompok ibu rumah tangga bertambah semakin besar dengan angka 5.100 kasus setiap tahunnya. Tidak hanya ibu rumah tangga saja, saat ini kasus penyakit HIV pada anak usia 1 – 14 tahun mencapai 14.150 kasus. Angka ini setiap tahunnya bertambah sekitar 700 – 1000 anak dengan penyakit HIV”.

Salah satu 2 penyebab utama tingginya penularan HIV pada Ibu Rumah tangga antara lain : Rendahnya pengetahuan akan pencegahan dan dampak penyakit dan Memiliki pasangan dengan perila sex beresiko. Selain penyakit HIV, kasus penyakit sifillis juga meningkat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir dari tahun 2016 hingga tahun 2023. Rata – rata penambahannya mencapai 17.000 hingga 20.000 kasus per tahun.

Dokter Syahril menyampaikan bahwa presentasi pengobatan pada pasien sifilis masih rendah. Hal ini disebabkan karena adanya stigma dan unsur malu. Setiap tahunnya, dari lima juta kehamilan yang terjadi, hanya sebesar 25% pada ibu hamil yang melakukan skrining Sifilis. Sedangkan dari 1,2 juta ibu hamil sebanyak 5.590 pada ibu hamil positif penyakit Sifilis.

Kemenkes juga menghimbau kepada semua supaya untuk aktif melakukan pencegahan antara lain Setia pada pasangan agar terhindar dari sex berisiko dan menggunakan pengaman saat berhubungan dengan sex berisiko.

Dosen Spesialis medikal Bedah Prima Trisna Aji menyampaikan bahwa penyakit HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit. Apabila sistem kekebalan tubuh manusia hilang maka manusia akan mudah tertular penyakit berbahaya dan akan menyebabkan komplikasi. Hal inilah yang membuat penyakit HIV mematikan serta rawan terhadap komplikasi penyakit. Sedangkan penyakit sifilis merupakan penyakit yang dikenal dengan Raja singa salah satu penyakit menular seksual atau IMS yang disebabkan oleh infeksi bakteri dengan tanda gejala munculnya luka pada alat kelamin, dubur, bibir, maupun mulut. Munculnya luka tersebut akan terjadi 10 sampai dengan 90 hari setelah bakteri Treponema pallidum masuk ke dalam tubuh. Lama waktu pemulihan sifilis primer yaitu kurang lebih 3 hingga 6 minggu. Untuk penularan penyakit sifilis salah satunya adalah melakukan hubungan seksualitas berganti – ganti pasangan. *Red

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image