Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ragil Kuning

Pemberian Doping pada Kuda Pacu

Olahraga | 2023-05-14 21:00:38
Sumber : https://sport.detik.com/fotosport/d-5635516/melihat-serunya-balap-kuda-di-great-yarmouth-inggris
Sumber : https://sport.detik.com/fotosport/d-5635516/melihat-serunya-balap-kuda-di-great-yarmouth-inggris

Di Indonesia, olahraga berkuda pada era sekarang masih bisa dikatakan minim. Di mana dapat kita lihat bahwa kuda di Indonesia awalnya digunakan sebagai media transportasi masyarakat. Namun, seiring dengan perkembangan zaman pada saat ini, kuda di Indonesia hanya digunakan sebagai sarana berolahraga yang biasa disebut dengan pacuan kuda. Akan tetapi, pada dasarnya di zaman dahulu pun pacuan kuda sudah ada. Olahraga pacuan kuda ini menggunakan jenis kuda yang biasa disebut dengan kuda pacu. Kuda pacu dilatih untuk berpacu melewati garis finish dengan berlari sekuat mungkin melawan peserta lain. Banyaknya orang yang menggemari olahraga pacuan kuda ini menjadikan peternak kuda lokal berlomba-lomba untuk mengawinkan antara kuda lokal dengan kuda pacu negara luar agar diharapkan para peternak mendapat kualitas kuda yang lebih serta nilai jual yang mahal dan laku di kalangan masyarakat umum. Selain itu, tujuan dari proses mengawinkan lainnya agar kuda pacu bisa beradaptasi dengan iklim cuaca dan lingkungan yang berada di Indonesia.

Kuda pacu yang memiliki kualitas baik akan menghasilkan harga jual yang mahal juga. Akan tetapi, kuda pacu dengan kualitas baik juga perlu dilatih agar memiliki stamina yang kuat apabila digunakan untuk olahraga pacuan kuda. Para pelatih kuda pacu biasanya tidak hanya melakukan pelatihan saja, akan tetapi banyak pelatih kuda pacu yang memberikan doping pada kudanya agar memiliki stamina yang kuat. Doping merupakan suatu bahan yang digunakan untuk meningkatkan performa atau stamina sesaat. Sehingga, dalam suatu perlombaan banyak kuda pacu yang diberi dengan doping oleh pelatihnya agar mendapatkan juara.

Pemberian doping pada kuda pacu bisa menimbulkan efek yang positif dan juga negatif. Efek positif pada pemberian doping kuda pacu yaitu dapat membuat stamina atau performa kuda yang sangat kuat dan bisa mendapatkan keuntungan dalam perlombaan. Akan tetapi, efek negatif dari pemberian doping pada kuda pacu ini yaitu bisa membuat kuda menjadi mati setelahnya. Efek tersebut terjadi ketika kuda merasa tidak kuat atau bisa dikatakan over dosis dari doping tersebut. Jantung kuda yang telah diberi doping akan bekerja sekuat mungkin agar kuda tersebut bisa melewati garis finish namun, setelah melewati garis finish kuda pacu tidak bisa mengontrol pernafasannya yang mengakibatkan kuda tersebut mati.

Kita ambil latar belakang dari kasus banyaknya kuda yang tergeletak jatuh setelah perlombaan pacuan kuda. Pada hal tersebut, terjadi sebuah kejadian ketika kuda pacu melewati garis finish, kuda pacu akan berhenti sekejap dan langsung jatuh tergeletak yang menyebabkan kematian pada kuda tersebut. Dengan adanya hal itu bisa membuat keberadaan kuda menjadi punah apabila pemberian doping untuk meningkatkan stamina sesaat itu terus diberikan pada setiap kuda pacu yang akan melakukan perlombaan. Pemberian stamina atau performa sesaat ternyata tidak hanya melalui doping saja. Dalam meningkatkan stamina bisa dilakukan dengan pemberian paku pada cemeti atau cambuk agar kuda pacu merasa kesakitan dan berlari kencang, pemberian perangsang berupa minuman seperti ekstrajoss atau minuman lain, selain itu juga diberi dengan minuman beralkohol untuk yang dapat meningkatkan daya jelajah dari kuda (Mustar Abidin, 2022).

Dalam konteks tersebut, pemberian doping dapat memberikan suatu dampak yang besar dikemudian hari. Dampak ini sangat merugikan bagi kehidupan kuda ke depannya, namun dari sisi pandangan lain dapat menguntungkan bagi manusia karena bisa memenangkan perlombaan tanpa memikirkan ke depannya yang hal tersebut merupakan sesuatu kesenangan sesaat saja. Dalam konteks ini juga, sebaiknya kita sebagai sesama makhluk hidup bisa menguntungkan antara makhluk hidup lainnya. Makhluk hidup lain pun memiliki hak untuk hidup dengan layak dan tidak merugikan satu sama lainnya.

Sehingga kesimpulan yang didapat yaitu pemberian doping pada hewan seperti kuda pacu yang dimanfaatkan stamina atau performanya dapat menimbulkan kematian pada hewan tersebut akibat pengaruh dari obat yang bisa dikatakan overdosis. Selain itu, pemberian paku pada cemeti atau cambuk dapat melukai tubuh hewan dan apabila hal ini dilakukan terus-menerus akan menjadikan kuda pacu menjadi infeksi pada kulitnya. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa setiap makhluk hidup mempunyai hak hidup di dunia dan tidak diperkenankan untuk saling menyakiti antara satu sama lain.

Penulis : Ragil Kuning (Mahasiswa Paramedik Veteriner Universitas Airlangga)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image