
Menepis Stigma Pendidikan Vokasi di Tengah Masyarakat Umum Lulusan Pencetak Tenaga Kerja Saja?
Eduaksi | 2023-04-27 16:03:46
Pendidikan vokasi merupakan penggabungan antara teori dan praktik secara seimbang dengan orientasi pada kesiapan kerja lulusannya. Kurikulum dalam pendidikan vokasi terkonsentrasi pada sistem pembelajaran keahlian (apprenticeship of learning) pada kejuruan- kejuruan khusus (specific trades). Pendidikan vokasi atau kejuruan sangat penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dalam menghadapi persaingan global. Kualitas yang disiapkan oleh lulusan vokasi diharapkan mampu meningkatkan sumber daya manusia menjadi lebih aktif, tanggap, dan inovatif terhadap semua permasalahan di masyarakat.
Hal tersebut yang akan mengukur bagaimana peningkatan sumberdaya manusia Indonesia di masa depan dan mahasiswa vokasi akan menjadi tonggak pembangunan ekonomi melalui SDM yang unggul. Bukan berarti lulusan sarjana tidak memiliki kontribusi dalam pembangunan ekonomi, namun semua bisa berjalan secara beriringan. Lulusan sarjana berbakat di bidang analisis sedangkan lulusan vokasi berbakat di bidang keterampilan dan tentu apabila keduanya memiliki hubungan selaras maka kemungkinan besar mahasiswa-mahasiswa inilah yang berperan aktif sebagai agent of change untuk pembangunan ekonomi Indonesia.
Kendati demikian, sebagian masyarakat masih menganggap bahwa Pendidikan vokasi hanya sebagai lulusan pencetak tenaga kerja saja. Saya sebagai mahasiswi vokasi menganggap stigma tersebut sangat wajar karena di vokasi memang diajarkan untuk siap menghadapi dunia kerja dalam industri modern. Belajar dengan praktikum dan implementasi langsung, Praktik Kerja Lapangan (PKL), Program Magang selama 1 semester, Sertifikasi Profesi dan lain sebagainya tentu menjadi sistem akademik yang wajib untuk mahasiswa vokasi. Dengan serangkaian kurikulum pembelajaran vokasi, kami dibekali banyak hal sesuai kejuruan dengan kemauan dan kemampuan secara maksimal. Sehingga mahasiswa vokasi bisa selangkah lebih maju dalam hal kesiapan dunia kerja.
Apakah kami sebagai mahasiswa vokasi terus membenarkan stigma masyarakat yang seperti itu? Tentu tidak. Vokasi memang mengajarkan lulusan yang siap kerja, namun di sisi lain vokasi bisa berkontribusi untuk inovasi dalam negeri. Melaui prestasi, kolaborasi, dan pengembangan akan menjadikan mahasiswa vokasi lebih kreatif dalam menciptakan sebuah gagasan untuk berkontibusi aktif sebagai anak negeri.
Lalu bagaimana agar stigma tersebut tidak selamanya benar dan menjadi pertentangan pada era modern seperti sekarang ini? Dikutip dari Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi, Festival Vokasi 2023 yang diselenggarakan di Madiun pada tanggal 10 dan 11 Februari 2023 sebagai upaya dalam memperkenalkan satuan-satuan Pendidikan vokasi di tengah masyarakat. Selain itu, Festival Vokasi ini juga menyajikan berbagai inovasi-inovasi terbaru karya mahasiswa vokasi yang lahir dari proses belajar dan hasil project setiap peserta festival.
Panitia Festival Vokasi 2023, Adiratna Ciptaningrum, mengatakan bahwa salah satu tujuan dari pameran Festival Vokasi 2023 adalah untuk menyajikan kepada masyarakat terkait capaian inovasi dan karya yang telah dilakukan selama setahun yang lalu. Acara ini diikuti oleh instansi Pendidikan vokasi seluruh Jawa Timur dengan memperkenalkan berbagai inovasi karya mahasiswa vokasi seperti; angkot listrik karismatik, mobil listrik, smart traffic light, robotika dan sebagainya.
Pembuatan karya bukanlah hanya sebagai karya saja tentu memiliki nilai lebih bagi instansi, perusahaan, maupun investor asing yang akan memberikan value terhadap setiap inovasi karya anak bangsa. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa prestasi yang diberikan mahasiswa vokasi akan menjadi gambaran untuk mewujudkan Indonesia lebih inovatif.
Penguasaan teknologi menjadi penentu utama kemajuan negara dan untuk melahirkan banyak inovasi. Dengan menyajikan produk karya mahasiswa maupun siswa ini, masyarakat akan mengetahui bahwa pembelajar di satuan pendidikan vokasi tidak hanya sebatas di ruang kelas saja. Para peserta didik vokasi bahkan bisa menghasilkan karya-karya yang inovatif yang bisa memantik ide-ide kreatif untuk menjadi techopreneur hingga membuat Indonesia menjadi pelopor suatu karya canggih.
Mahasiswa vokasi selain mempersiapkan terjun ke dunia kerja juga harus mempersiapkan rencana masa depan sehingga tidak hanya menjadi mahasiswa pencari kerja tetapi menciptakan lapangan kerja. Kreatif dan inovatif menjadi kunci untuk mengubah mindset mahasiswa vokasi. Saat ini di Fakultas Vokasi Unair terutama pada departemen bisnis melalui akademik vokasi juga sudah tersedia mata kuliah ide kreatif dan kewirausahaan untuk setiap program studi. Penambahan mata kuliah ini diharapkan mampu membuka wawasan mahasiswa vokasi dalam mengelola semua gagasan inovatif untuk bisa diimplementasikan di masa depan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.