Kurangi Over Crowded, Lapas Besi Mutasikan 20 Narapidana ke Lapas Medium Security
Info Terkini | 2023-03-27 09:38:07CILACAP – INFO_PAS. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Besi Nusakambangan kembali memindahkan sebanyak 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ke dua Lapas di Nusakambangan. Mereka yang dipindahkan ke Lapas Medium Security Kembang Kuning dan Permisan telah mendapat persejutuan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah (25/04).
Pelaksanaan pemindahan WBP dilaksanakan sebagai upaya mendukung progam revitalisasi pemasyarakatan yang telah berjalan. Mereka nantinya akan melanjutkan masa pidana dengan mengikuti progam pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Medium Security. Selain itu tujuan dari pelaksanaan pemindahan adalah untuk menghindari over crowded Penghuni Lapas agar keamanan dan ketertiban lingkungan tetap terjaga dengan baik.
Over crowded di Lapas merupakan kondisi kelebihan jumlah WBP yang tidak sebanding dengan daya tampung atau kapasitas hunian yang tersedia sehingga terjadi kepadatan melebihi batas. Lapas Besi memiliki daya tampung sebanyak 365 WBP dan telah terisi lebih dari 500 WBP yang artinya telah melebihi kapasitas sebanyak 40 persen.
Pemindahan 20 WBP Lapas Besi tersebut dilaksanakan menggunakan kendaraan transpas. Pengawalan ketat oleh Petugas Lapas dengan bantuan personel Polsek Nusakambangan, hal ini untuk memastikan proses pemindahan berjalan lancar dan aman.
Kepala Lapas Besi, Sulardi berpesan kepada seluruh Warga Binaan yang dipindahkan ke Lapas Medium Security, agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama perjalanan, demikian halnya setelah tiba di Lapas masing-masing. “Ikuti segala tata tertib dan progam pembinaan yang akan dilaksanakan di Lapas Medium Security, hal ini semata-mata untuk kebaikan kalian semua sebelum kembali ke masyarakat”, ucap Sulardi.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.