Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image ahmad muttaqillah Muttaqillah

Keterampilan Berbicara di SD

Guru Menulis | Monday, 13 Mar 2023, 21:36 WIB

Pengertian

Dalam kamus bahasa Indonesia keterampilan adalah kecakapan untuk menyelesaikan tugas. Sedangkan berbicara memiliki makna: (1) berkata, bercakap-cakap, berbahasa (2) melahirkan pendapat (dengan perkataan, tulisan, dsb.) (3) berunding; merundingkan.

Keterampilan berbicara adalah keterampilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak, kebutuhan perasaan, dan keinginan kepada orang lain. Keterampilan ini juga didasari oleh kepercayaan diri untuk berbicara secara wajar, jujur, benar, dan bertanggungjawab dengan menghilangkan masalah psikologis seperti malu, rendah diri, ketegangan, berat lidah, dan lain-lain (Iskandarwassid, 2010).

 

Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan pikiran berupa ide, pendapat, keinginan atau perasaan kepada mitra pembicara (Hermawan, 2014).

Keterampilan berbicara adalah pengetahuan bentuk-bentuk bahasa dan makna-makna bahasa tersebut, dan kemampuan untuk menggunakannya pada saat kapan dan kepada siapa. Kemampuan berbicara yang baik adalah kecakapan seseorang dalam menyampaikan sebuah informasi dengan bahasa yang baik, benar dan menarik agar dapat dipahami pendengar (Utari dan Nababan, 1993).

Jadi keterampilan berbicara adalah kemampuan seseorang untuk menyampaikan pesan secara efektif dan jelas melalui penggunaan bahasa yang tepat dan cara penyampaian yang tepat.

Ketermpilan berbicara di sekolah dasar merupakan kemampuan siswa dalam mengungkapkan dan merespon gagasan kepada lawan bicaranya sesuai konteks.

Tujuan

Tujuan pembelajaran berbicara di sekolah dasar adalah untuk mengembangkan kemampuan komunikasi lisan siswa, baik dalam berbicara maupun mendengarkan. Pembelajaran berbicara di sekolah dasar membantu siswa untuk belajar menyampaikan pikiran, ide, dan perasaan secara jelas dan teratur, serta memahami pesan yang disampaikan oleh orang lain.

Selain itu, pembelajaran berbicara juga bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan sosial dan emosional, seperti menghargai pendapat orang lain, membangun hubungan sosial yang sehat, dan mengelola konflik secara efektif. Kemampuan berbicara yang baik juga akan membantu siswa saat berinteraksi dengan orang lain di dalam dan luar lingkungan sekolah, serta mempersiapkan mereka untuk masa depan di dunia kerja.

Dapat dikatakan bahwa, tujuan pembelajaran berbicara di sekolah dasar adalah untuk mengembangkan kemampuan komunikasi lisan siswa, baik dalam berbicara maupun mendengarkan. Pembelajaran berbicara di sekolah dasar membantu siswa untuk belajar menyampaikan pikiran, ide, dan perasaan secara jelas dan teratur, serta memahami pesan yang disampaikan oleh orang lain.

Selain itu, pembelajaran berbicara juga bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan sosial dan emosional, seperti menghargai pendapat orang lain, membangun hubungan sosial yang sehat, dan mengelola konflik secara efektif. Kemampuan berbicara yang baik juga akan membantu siswa saat berinteraksi dengan orang lain di dalam dan luar lingkungan sekolah, serta mempersiapkan mereka untuk masa depan di dunia kerja.

Dengan mengembangkan keterampilan berbicara yang efektif di sekolah dasar, siswa dapat memperoleh dasar yang kuat dalam berkomunikasi secara lisan dan dapat melanjutkan pembelajaran keterampilan berbicara yang lebih kompleks di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Perbedaan tujuan pembelajaran berbicara di kelas rendah dan kelas tinggi antara lain:

Tujuan pembelajaran berbicara di kelas rendah, antara lain:

1. Melatih keberanian siswa,

2. Melatih siswa menceritakan pengetahuan dan pengalamannya

3. Melatih menyampaikan pendapat

4. Membiasakan siswa untuk bertanya

Tujuan pembelajaran berbicara di kelas tinggi, antara lain:

1. Memupuk keberanian siswa

2. Menceritakan pengetahuan dan wawasan siswa

3. Melatih siswa menyangga/ menolak pendapat orang lain

4. Melatih siswa berpikir kritis dan logis

5. Melatih siswa menghargai pendapat orang lain

Jadi tujuan pengajaran keterampilan berbicara secara umum agar siswa mampu berbicara dengan baik. di sekolah dasar kelas rendah adalah melatih keberanian siswa, melatih siswa menceritakan pengetahuan dan pengalamannya, melatih menyampaikan pendapat,dan melatih siswa untuk bertanya.

Sedangkan tujuan berbicara di sekolah dasar kelas tinggi adalah memupuk keberanian siswa, menceritakan pengetahuan dan wawasan siswa, melatih siswa menyanggah/ menolak pendapat orang lain, melatih berpikir kritis dan logis, serta melatih siswa menghargai pendapat orang lain.

Tahapan Berbicara

1. Usia 5 tahun mampu mengungkap kosa kata sebanyak 2200-2500 kata, 90 persen kosa katanya dapat dipahami orang lain. Mereka dapat mengikuti 3 instruksi walau tanpa gestur. Dapat berbicara satu topik tertentu, mampu mengajak teman-temannya untuk bermain, dapat menyelsaikan permasalahan dengan kata-kata. Mereka juga mapu memahami konsep perbandingan: besar, kecil, Konsep waktu: hari ini, besok, nanti, minggu depan, minggu lalu.

2. Usia 6 tahun sudah memiliki 2600-7000 kosa kata. Pelafalannya sudah dipahami oleh orang lain sebanyak 90-100 persen. Dari sisi pragmatik pada usia ini dapat memahami janji dan ancaman. Mampu bertanya secara detail. Merka sudah memahami konsep berlawanan, seperti tinggi-rendah, besar-kecil, jauh-dekat, dan konsep kata keterangan.

3. Usia 7 tahun sudah memilki lebih dari 7000 kosa kata. Pelafalannya dapat dipahami orang banyak. Kemampuan pragmatiknya lebih berhati-hati ketika berkomunikasi dengan orang lain yang tidak dikenal, melakukan permainan yang lebih kooperatif, memotong pembicaraan secara sopan untuk mengganti topik, membuat keputusan dalam kelompok. Mampu membaca, mengidentifikasi, dan menuliskannya kembali (Hatma, 2022).

Perkembangan berbicara pada anak SD biasanya sudah semakin lancar dan teratur dibandingkan saat masih di usia pra-sekolah. Pada tahap ini, anak SD umumnya mampu:

1. Memahami instruksi yang diberikan oleh guru atau orang dewasa.

2. Berbicara dengan bahasa yang lebih terstruktur dan terorganisir, serta mampu menyampaikan ide-ide secara lebih jelas dan terstruktur.

3. Memperluas kosakata dan penggunaan kata-kata yang tepat dalam konteks yang sesuai.

4. Mampu membaca dan menulis dengan baik, serta memahami kaidah tata bahasa yang mendasar.

5. Mampu membedakan antara bahasa formal dan informal, serta memahami konteks penggunaan keduanya.

Penutup

Perkembangan bahasa pada anak SD sangat dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya, termasuk keluarga, teman sebaya, dan sekolah. Oleh karena itu, penting bagi orangtua dan guru untuk memberikan dukungan yang cukup agar anak bisa berkembang secara optimal dalam berbicara dan berbahasa.

DAFTAR BACAAN

Hatma, T. (2022, Maret 13). Perkembangan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini. Retrieved from The Asianparent: https://id.theasianparent.com/kemampuan-bicara

Hermawan, A. (2014). Metodelogi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung: Remaja Rosydakarya.

Iskandarwassid, D. (2010). Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: Remaja Rosydakarya.

Utari dan Nababan. (1993). Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image