Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Wardatul Hasanah

NU, Pesantren, dan Peradaban Dunia

Agama | 2023-02-09 20:38:43
Sumber: www.republika.co.id

Kata pesantren sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua yang mengakar kuat di tengah masyarakat. Dalam perjalanannya, pesantren terus berkembang dengan beragam corak, ada yang bercorak tradisional, modern, dan ada juga yang memadukan keduanya. Meskipun demikian, ketiga corak pesantren tersebut tetap menekankan pendidikan agama dan penanaman akhlak kepada para santrinya.

Selain itu, pesantren juga memiliki sistem nilai, seperti kesederhanaan, tradisi keilmuan, dan setia menjaga nasionalisme. Dengan nilai-nilai tersebut, pesantren memainkan peranan penting dalam mewujudkan peradaban yang lebih baik. Membangun sebuah peradaban memang bukan perkara mudah, tetapi tidak mustahil diwujudkan. Karena itu, pesantren memiliki modal yang cukup untuk mewujudkan semua itu.

Paling tidak ada beberapa alasan mengapa pesantren layak dijadikan sebagai pusat peradaban dunia. Pertama, pola pendididkan yang berlangsung selama 24 jam. Model pendidikan pesantren terbilang khas karena tidak dimiliki oleh lembaga lain di luar pesantren. Di dalam pesantren ini, para santri tidak sekadar belajar agama, tetapi juga belajar bagaimana hidup berdampingan dalam perbedaan, saling menghargai, toleran, gotong royong, dan mandiri.

Kedua, pesantren memiliki santri yang cukup mumpuni. Selama ini lulusan pesantren sudah membuktikan bisa berkiprah di segala bidang. Artinya, lulusan pesantren bukan hanya menjadi ustadz atau juru dakwah semata, tetapi juga bisa menjadi diplomat, dokter, peneliti, pengacara, dan lain-lain. Bahkan, saat ini banyak kader pesantren yang berkiprah dan tersebar di berbagai negara di dunia. Mereka telah membuktikan bahwa lulusan pesantren bisa beradaptasi dengan situasi apa pun.

Ketiga, jumlah pesantren begitu banyak. Berdasarkan data dari Kementerian Agama (Kemenag), pada 2022 jumlah pesantren di Indonesia sekitar 26.975 unit. Tentu saja hal ini merupakan potensi bagi pesantren untuk menjadi pusat peradaban dunia.

Keempat, jaringan sangat luas. Jumlah pesantren yang begitu besar dan alumninya yang sudah mendunia merupakan potensi tersendiri bagi pesantren. Hal ini merupakan jaringan yang bisa dimanfaatkan oleh kalangan pesantren untuk membangun kolaborasi dengan pihak lain.

Dengan beberapa potensi tersebut, pendidikan pesantren bisa menjadi solusi untuk mengurai berbagai persoalan yang saat ini sedang dihadapi umat. Sekali lagi saya katakan bahwa hal itu bukan perkara yang mudah. Banyak tantantang yang harus dihadapi pesantren, seperti kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan, minimnya literasi digital di kalangan santri, dan menguatnya peradaban Barat.

Dalam kontek itulah, kita membutuhkan dukungan Nahdlatul Ulama (NU). Sebab, NU merupakan perkumpulan para ulama yang selama ini menjadi figur sentral di lembaga pendidikan pesantren. NU dan pesantren ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. NU memiliki ribuan pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia.

NU bisa mendorong pesantren untuk membuka pendidikan formal hingga perguruan tinggi. Bagi pesantren yang tetap mempertahankan sistem salafnya, diberikan semacam pelatihan keterampilan dan penguasaan teknologi digital. Semoga di abad kedua, NU semakin berjaya dan meningkatkan kontribusinya di segala bidang, khususnya dalam upaya memajukan pendidikan pesantren. Dengan dukungan ini, kita berharap semoga pesantren benar-benar mampu menjadi episentrum peradaban dunia.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image