Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Sri Maryati

Pembentukan Sel Kreatif Program OPOP

Bisnis | Monday, 23 Jan 2023, 07:18 WIB

Pemerintah daerah berusaha menumbuhkan program One Pesantren One Product (OPOP). Diharapkan program ini bisa menghasilkan aneka produk uggulan yang berbasis lokalitas dan menghasilkan nilai tambah yang berarti. Kreativitas merupakan kata kunci keberhasilan OPOP.

Aneka produk hasil Program OPOP ( Dok.Republika )

Pemerintah daerah mengucurkan anggaran yang cukup besar untuk menjadikan OPOP sebagai leading sector dari Dinas UKM. Program berisi kegiatan pelatihan, pendampingan, bimbingan, konsultansi, workshop, penyuluhan, advokasi, pengembangan kemitraan, gelar produk pesantren atau pameran.

Dibanding provinsi lain, Jawa Barat mendahului program OPOP. Kini telah menggarap sebanyak 1.076 pondok pesantren untuk mengikuti program yang diawali dengan temu bisnis. Pemda Provinsi Jabar pun mengumumkan pondok pesantren yang menjadi Juara Tingkat Provinsi pada program OPOP 2022, yakni Pondok Pesantren PERSIS 259 Kab. Bandung, Pesantren Binaul Ummah Kab. Kuningan, dan Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi, Kab. Sukabumi.

Menurut Gubernur Jawa Barat program OPOP mampu menghadirkan kemandirian ekonomi pesantren sekaligus menggerakkan perekonomian di sekitar pesantren. Selama empat tahun program bergulir, sebanyak 2.844 pesantren sudah tergabung dalam program OPOP. Pemda Provinsi Jabar sendiri menargetkan sebanyak 5.000 pesantren dapat bergabung dalam program tersebut hingga 2023.

Program OPOP Jabar telah melakukan temu bisnis untuk mempertemukan antara pihak pondok pesantren dengan para pengusaha dan brand-brand terkenal tanah air dalam menciptakan iklim kolaborasi usaha. Brand-brand tersebut antara lain ShafCo, TransMart, Aprindo, Pegadaian, Bio Farma, Tokopedia, Kadin, BukaLapak, Pindad, Kunafe, Angkasa Pura, Telkom dan lain-lain.

Kedepan OPOP mesti dijadikan forum bergengsi untuk pengembangan produk atau konten lokal. Dengan filosofi bahwa dunia tengah memasuki era konseptual. Yang ditandai dengan sengitnya kompetisi global untuk menciptakan produk atau konten yang menarik dan bernilai tambah tinggi.

Pelatihan bisnis dan proses produksi yang merupakan bagian dari program OPOP perlu membentuk sel-sel kreatif dalam lingkungan pesantren. Sel kreatif itu merupakan komunitas santri yang akan dilatih oleh konsultan yang bisa membantu memperbaiki aspek desain, proses produksi, pengemasan dan media digital sebagai penetrasi pasar yang efektif.

Konsultan kreatif sebaiknya memberikan pengetahuan praktis terkait desain industri. Sehingga produk yang dihasilkan mengandung nilai seni terapan yang meliputi faktor estetika dan kegunaan atau usability yang harus dioptimalisasi agar dapat bersaing.

Peranan desain industri adalah menciptakan dan menerapkan solusi-solusi desain terhadap permasalahan yang ada pada bagian rekayasa atau engineering, faktor penggunaan atau usability, pemasaran, pengembangan merek dan penjualan. Pada prinsipnya, desain industri adalah persenyawaan antara rekayasa mekanis dengan seni. Desainer industri mempelajari fungsi dan bentuk serta relasi antara produk dengan penggunanya. Biasanya desainer industri bekerjasama dengan enjinir dan marketing untuk mengidentifikasi kebutuhan dan harapan konsumen.

Peran penting konsultan kreatif yang lain yakni membantu dalam hal standardisasi kecakapan profesi. Apalagi untuk memasuki pasar global, para desainer membutuhkan standardisasi kelayakan profesi dan pembentukan etika bisnis. Hal ini disebabkan karena ada aspek tertentu di dalam kegiatannya.

Indonesia membutuhkan konten atau produk lokal yang mampu go international. Diharapkan program OPOP bisa mencetak kreator dan inovator disegala bidang. Benih-benih kreatifitas warga pesantren tidak bisa tumbuh subur tanpa disertai dengan penguatan sistem inovasi.

Suka atau tidak, produk OPOP akan dihadapkan dalam domain persaingaan yang tidak terbatas. Sehingga model bisnis OPOP memerlukan inovasi terbuka agar sesama sel kreatif dan unit poduksinya bisa terus berjalan. Apalagi perkembangan ekonomi digital membuat produk baru memiliki daur hidup yang semakin pendek.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image