Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Darkim

Puisi: Tarmuji, Si Pemecah Batu

Sastra | Monday, 23 Jan 2023, 06:39 WIB
Ilustrasi seorang lelaki tua pekerja keras / sumber : pixabay.com

Tarmuji, si pemecah batu

Badanya hitam-legam

Sesuram masa depan

Otot bertonjolan

Betapa keras penghidupan

Tarmuji bekerja dengan cara manual

Palu menghantam, keringat bercucuran

Beberapa lembar nominal didapatkan

Sejak matahari belum bangun pagi

Hingga senja datang memberi sebungkus nasi

Tarmuji terus bergelut dengan nasip diri

Menghidupi diri

Mencari bekal untuk anak-istri

Meski badan tinggal tulang

Semangat itu tak pernah padam

Meski penghasilan hanya cukup untuk sekali makan

Perjuangan itu tetap di lanjutkan

Tarmuji memecah dan mengangkut beban

Demi orang kota memiliki rumah megah

Setiap batu yang diletakkan

Ada tangis

Ada jerit

Ada derita bercampur pilu seorang Tarmuji

Tarmuji terus memcah batu

Demi sesuap nasi untuk hari ini

Entah untuk esok lagi

#####

Baganbatu, januari 2023

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image