Pertahanan dan Ekonomi Makin Kuat, Airlangga dan Prabowo Bertemu

Image
Rangga Sahputra
Info Terkini | Thursday, 22 Sep 2022, 21:25 WIB

Kondisi global kian tidak menentu baik dalam keamanan maupun ekonomi dimana sejumlah negara mengalami ancaman krisis. Konflik militer antara Rusia dan Ukraina belum berakhir dan menjadi ancaman global bahwa perang secara langsung bisa saja terjadi.

Dalam ekonomi, usai pandemi Covid-19 krisis ekonomi sampai pangan menjadi ancaman secara global yang perlu disikapi. Meski bangsa Indonesia kuat secara pertahanan dan fundamental ekonomi, namun perlu diantisipasi tantangan global.

Seperti pertemuan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Keduanya membahas tentang isu krusial yang sedang dihadapi dunia global terkait pertahanan hingga ekonomi.

Dengan pertemuan kedua Menteri tersebut, kita optimis bangsa Indonesia akan kuat secara pertahanan maupun ekonomi. Kekuatan militer Indonesia ditingkat dunia di posisi ke 15 dari 142 negara dan pertama di Asia Tenggara.

Kekuatan militer Indonesia dengan industri pertahanan yang sedang berkembang serta mendatangkan alutsista canggih dari luar. Kemampuan dan tingkat profesional yang tinggi di tubuh TNI sangat disegani negara lain.

Kekuatan bangsa Indonesia yang sampai saat ini ditakuti negara lain adalah: rakyat turut bersatu membela negara.

Sementara, dalam bidang ekonomi banyak sumber daya alam dan hasil bumi Indonesia sangat banyak. Dalam ketahanan pangan, Pemerintah juga menjalankan program food estate yang juga berhasil.

Meski selama masa pandemi Covid-19 ekonomi mikro terkena dampaknya, namun saat ini kembali bangkit. Bahkan, bangsa Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang cepat dalam kebangkitan ekonomi.

Tentu, harapan Indonesia semakin kuat dalam pertahanan dan kemandirian ekonomi akan segera terwujud.

Sebagaimana diketahui Kedua Menteri membahas terkait menghadapi tantangan dan ketidakpastian akibat krisis global di sektor energi dan pangan.

Airlangga menjelaskan banyak isu penting dan strategis di tingkat global yang dibahas. Dia menyebut ini berdampak pada kehidupan bangsa Indonesia.

Dalam pertemuan empat mata di ruang kerja Menko Airlangga, Senin (19/9/2022) itu, kedua menteri juga bertukar pikiran mengenai berbagai tantangan saat ini yang berkaitan dengan isu-isu kemandirian ekonomi bangsa, ketahanan nasional, keamanan, dan perkembangan geopolitik dunia.

"Mulai dari isu ketahanan pangan, krisis energi, ancaman krisis keuangan di berbagai negara lain, serta sejumlah tantangan yang sedang dihadapi masyarakat dunia," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (20/9/2022).

Selain itu, ketegangan geopolitik yang diikuti pemberlakuan kebijakan proteksionisme di sejumlah negara dinilai mampu menjadi pemicu ketidakpastian pasar keuangan global akibat terganggunya rantai pasokan, hingga berimbas pada tekanan inflasi yang kian mendalam. Kondisi tersebut juga akan membuat melambungnya harga komoditas yang dapat menimbulkan krisis energi dan pangan global, termasuk bagi Indonesia.

Berlangsung selama lebih dari satu jam, pertemuan tersebut juga membahas mengenai strategi dan sinergi antar Kementerian untuk menghadapi situasi dunia yang masih dibayangi dengan ketidakpastian yang juga sebagai dampak dari perang di Ukraina dan pandemi COVID-19 yang belum usai.

Dalam kesempatan tersebut, kedua Menteri juga sepakat untuk saling bekerja sama sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2022 lalu bahwa semua lembaga negara perlu untuk selalu waspada, selalu hati-hati dan selalu siaga di tengah kondisi dunia yang tidak menentu.

Kedua Menteri juga membahas lebih teknis terkait isu ketahanan pangan, terkait dengan arahan Presiden Joko Widodo agar para Menteri terus menjaga ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor pangan.

Untuk turut mengedepankan kemandirian ekonomi bangsa, Pemerintah telah mendorong proyek food estate atau lumbung pangan nasional di Kalimantan Tengah. Dalam program tersebut, lahan food estate ditanami singkong yang kemudian akan diolah menjadi tepung dan mie hingga sumber energi.

Lebih lanjut, program food estate yang juga dapat dikembangkan sebagai pusat produksi cadangan pangan dari tanah milik negara, pengelolaan penyimpanan cadangan pangan untuk pertahanan negara, dan distribusi cadangan pangan ke seluruh wilayah Indonesia, menjadi respons Pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan secara berkelanjutan dengan harga yang terjangkau, sehingga mampu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pertemuan kedua Menteri yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi wujud upaya konkret Pemerintah dalam memformulasikan kebijakan yang mampu meningkatkan ketahanan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan terkini serta dapat berimbas langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sumber : Detik.com

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Writer

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Game Online PC Gratis Yang Wajib Kamu Mainkan Sekarang!!

Image

Kemenkumham Jateng Siap Diaudit BPK RI

Image

Masa Berlaku Paspor Kini 10 Tahun, Imigrasi Siapkan Juknisnya

Image

Rutan Boyolali Buka Layanan Konsultasi Bagi WBP

Image

Tingkatkan Keimanan, Lapas Klaten Adakan Kegiatan TPQ dan Pengajian untuk Warga Binaan

Image

Kadivpas Kemenkumham Sumsel Lakukan Monev ke Lapas Sekayu

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image